Islamic University In Uganda (IUIU) berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk meneruskan kerja sama dengan UMS, Senin (17/7). Kunjungan tersebut dilangsungkan di Ruang Rektor Gedung Induk Siti Walidah UMS dan disambut hangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. dan Kepala Bidang Pengembangan Kerja Sama Akademik, Denny Vitasari, Ph.D.
Beasiswa hingga Pertukaran Dosen
Dalam obrolannya, Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan IUIU, Prof. Kaziba Abdul Mpaata berharap UMS akan dapat memberikan beasiswa tambahan sebagai bentuk kerja samanya. Selain beasiswa, kedua kampus telah menjalin kerja sama di bidang riset dan pertukaran dosen untuk kepentingan mengajar.
“Jadi kami ini bermaksud untuk melanjutkan kerja sama antara IUIU dengan UMS, karena dulu tahun 2018 kita sudah bersepakat akan menjalankan kerja sama,” ujar Prof. Mpaata.
IUIU akan mengirimkan mahasiswanya untuk menempuh pendidikan di Program Magister dan Doktoral UMS, terutama di Teknik Kimia. Prof. Mpaata juga menerangkan tentang dampak yang dihasilkan jika kerja sama antara mereka tetap dilangsungkan, yakni akan ada keuntungan bagi masing-masing pihak, baik dalam tingkat universitas hingga negara.
“Apabila kita melangsungkan kerja sama ini, berarti kedua negara akan mendapat keuntungan dari masing-masing pihak yang bersangkutan. Selain itu, akan ada kemajuan dalam bidang riset” terang Wakil Rektor IUIU itu.
Berkunjung ke Fakultas Kedokteran Gigi
Dengan terharu, Prof. Mpaata menceritakan bahwa sekarang hasil produksi Indonesia di komoditas pangan dan kebutuhan sehari-hari tersebar banyak di Uganda. Menurutnya, saat ini Uganda sudah mulai terbuka terkait hal-hal seperti itu.
Sebelum bertemu denga Rektor UMS, delegasi IUIU tersebut juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Fakultas Kedokteran Gigi UMS. Mereka dibuat takjub akan kemajuan dan keunggulan yang ada di FKG UMS. (Maysali/Humas)
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







