Atlet Sejak Belia
Persiapan Sebelum Berlaga
Buah Ketangguhan
Memupuk Asa ke Pelatnas

Stadium Indomilk Arena, Kelapadua, Banten penuh sorak riuh penonton kala tendangan keras Fachrizal Zakaria (kyorugi under 68 kg) menambah tiga poin di babak pertama bagi Taekwondo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Gugup sempat ia rasakan saat berhadapan dengan atlet tangguh asal Banten pada kejuaraan bergengsi Prabu Taekwondo 7 Challenge Open Nasional, 3 Maret 2024.

“Di babak awal saya benar-benar blank, perbedaan tinggi saya dengan lawan tanding mencapai 10 cm. Kakinya (lawan) juga lebih lentur. Saya pesimis menang,” kenang mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS yang akrab disapa Rizal itu.

Meski akhirnya kalah di babak pertama, skor Rizal hanya selisih satu poin dengan lawan tandingnya. Rizal berhasil mendapatkan 5 poin, sementara lawannya mendapatkan 6 poin.

“Pelatih saya menyemangati, “Kamu hebat! Dapat kesempatan tanding melawan atlet jebolan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas), hanya kalah di waktu.” Hingga akhirnya saya harus masuk ronde selanjutnya untuk penentuan urutan juara. Alhamdulillah, masih dapat perunggu,” ujar Rizal penuh syukur.

Penampilan Rizal di Prabu Challenge 2024 patut diacungi jempol. Ia cukup tangguh untuk bangkit saat mentalnya terbabat di babak pertama, hingga di babak kedua ia mulai menunjukkan pertahanan diri yang baik. Ia tampil piawai dengan teknik makki yang ampuh menangkis serangan keras lawan.

Atlet Sejak Belia

Lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, 8 Maret 2004, Fachrizal Zakaria mulai terjun ke dunia taekwondo sejak di bangku sekolah dasar. Rizal yang baru berusia delapan tahun akhirnya mengikuti kelas taekwondo atas rekomendasi orang tuanya. Putra dari pasangan Agung Hambali dan Suratmi itu akhirnya memutuskan untuk mencoba mencari bakatnya di dunia taekwondo.

“Sejak kecil saya menyenangi semua olahraga, sih! Namun karena diarahkan ke sana (taekwondo), akhirnya keterusan sampai sekarang,” ucap bungsu dua bersaudara itu.

Kejuaraan demi kejuaraan terus Rizal ikuti. Kalah-menang baginya adalah hal yang lumrah terjadi. Baginya, konsistensi untuk terus belajar dan berlatih ialah yang terpenting.

“Saat kuliah Ilmu Komunikasi, saya cukup tertarik dengan fotografi dan videografi. Tapi rasanya keinginan untuk fokus di taekwondo jauh lebih besar,” tutur Rizal.

Ucapan Rizal tampaknya bukan sekadar isapan jempol. Setelah memutuskan berkuliah di Ilmu Komunikasi UMS tahun 2022, ia tetap konsisten berlatih dan mengikuti berbagai ajang kejuaraan taekwondo dengan bergabung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UMS. Tanpa banyak berpikir panjang, ia yang saat itu berstatus mahasiswa baru, langsung tancap gas menuju booth Taekwondo UMS di tengah kemeriahaan EXPO UKM, event tahunan untuk menyambut mahasiswa baru.


Pribadinya yang cukup menonjol membuat Rizal dipercaya menjadi kepala divisi hubungan masyarakat Taekwondo UMS, jabatan yang membuat taekwondoin satu ini banyak wira-wiri. Keseimbangan antara akademik dan nonakademik bukanlah perkara mudah, namun Rizal berupaya membaginya agar tak tumpang tindih.

“Jadwal saya antara berlatih, berorganisasi, dan belajar jarang bentrok. Kalau pun bentrok, saya berusaha tidak menyepelekan belajar. Bapak dan ibuk selalu mengingatkan bahwa pendidikan adalah prioritas, namun beliau-beliau juga paham betul passion saya di taekwondo, ” ungkapnya.

Persiapan Sebelum Berlaga

Pemuda yang menyenangi fotografi itu mengungkapkan porsi latihan rutinnya, “Saya meluangkan waktu untuk latihan fisik setiap hari, mulai dari jogging, bersepeda, dan naik-turun tangga.”

Ia mengatakan seorang atlet taekwondo yang meluangkan waktunya untuk berlatih setiap hari, maka kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan otomatis akan ia miliki.

“Kalau latihan fisiknya jelek, permainannya kelihatan tidak konsisten. Saya kan bermain di under 68 kg (63.01-68.00 kg), selain latihan fisik, saya juga memiliki pola makan khusus agar berat badan saya tidak kurang dan tidak lebih dari under berat badan (kategori berat badan dalam pertandingan taekwondo) yang saya pilih,” tutur mahasiswa Ilmu Komunikasi itu.

Rizal tak begitu picky soal makanan yang ia konsumsi, asalkan makanan tersebut termasuk menu 4 sehat 5 sempurna. Tak jarang pula, dirinya mempelajari video pertandingan taekwondo untuk memahami pola serangan dan kelemahan lawan. Ini membantu Rizal dalam merencanakan taktik yang tepat kala bertanding di arena.

Atlet taekwondo asal Sukoharjo itu mengungkapkan setiap latihan adalah kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.

“Saya selalu berusaha untuk mengevaluasi setiap pertandingan yang saya ikuti, baik menang maupun kalah. Dari situ, saya bisa mengenali kekuatan dan kelemahan saya,” katanya.

Buah Ketangguhan

Permainan Rizal yang apik pada kejuaraan Prabu Challenge 2024 merupakan salah satu bukti ketangguhannya sebagai atlet taekwondo. Namun, pencapaiannya tak berhenti di sana. Terbaru, Rizal berhasil menorehkan prestasi moncer pada Kejuaraan Taekwondo Panglima Konstrad Cup 2024 yang dihelat di Jakarta Timur. Dalam kejuaraan tersebut, ia berhasil meraih medali perunggu di nomor kyorugi, dan medali emas di nomor poomsae (seni).

“Perasaan saya campur aduk sekali. Pasalnya Panglima Konstrad Cup itu kejuaraan yang beken. Saat tanding, TNI dan POLRI ikut menyaksikan, dan memang setahu saya, mereka dulunya adalah jebolan atlet taekwondo dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Itu menambah rasa gugup, sih!,” kata Rizal sambil menyibak rambut depannya. 


Potret Rizal (kanan) kala berlaga di Kejuaraan Taekwondo Panglima Konstrad Cup 2024, Jakarta Timur. dok.pribadi

Kejuaraan Panglima Konstrad Cup merupakan ajang yang sangat kompetitif, mengingat banyaknya atlet berbakat dari seluruh Indonesia yang turut serta. Medali perunggu yang diraih Rizal di nomor kyorugi ialah buah ketekunan dan perjuangan kerasnya. Rizal yang biasanya hanya berlaga di nomor kyorugi, akhirnya menyempatkan diri untuk menjajal nomor poomsae, yang mana penilaian pertandingan poomsae sangat berbeda dengan nomor kyorugi.

“Yang dinilai dalam poomsae itu adalah keindahan dan ketepatan gerakan. Setiap langkah harus sesuai dengan teknik yang diajarkan, tak boleh ada kesalahan,” jelas taekwondoin pemegang sabuk hitam itu. Sabuk hitam dalam taekwondo merupakan tingkatan tertinggi dalam olahraga ini. Warna hitam melambangkan kedewasaan dan Kemahiran.

Memupuk Asa ke Pelatnas

Semangatnya tak pernah padam, ia konsisten dalam berlatih dan selalu berusaha untuk menorehkan lebih banyak prestasi ke depannya. Salah satu mimpi terbesarnya adalah bergabung ke Pelatnas.

“Masuk Pelatnas adalah impian saya sejak lama. Saya ingin berlatih bersama atlet-atlet terbaik Tanah Air dan membawa nama baik negara di berbagai kejuaraan internasional,” ucapnya penuh harap.

Rizal menyadari bahwa untuk mencapai impiannya tersebut, dibutuhkan perjuangan keras dan dedikasi yang lebih dari sekadar latihan rutin. Ia terus mencuri kesempatan dan waktu terbaik untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas pengetahuannya tentang taekwondo.


Humas UMS/Muhammad Imam Safi'i

“Semoga mimpi saya lekas terpenuhi,” imbuhnya sambil tersenyum lebar.

Fachrizal Zakaria seolah menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa mimpi besar membutuhkan perjuangan besar. Melalui kerja keras, ketekunan, dan semangat yang tak meredup, ia berusaha menggapai asanya.

"Saya ingin menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan doa, kita mampu mencapai sesuatu yang kita impikan. Jangan lengah dan cepat menyerah, karena setiap usaha akan ada hasilnya di kemudian hari," tandasnya penuh optimisme.

 

Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Desainer: Salsabila Kamila Wardah

Seputar Kampus

image-featured
14 Juni 2026

Smogra adalah aplikasi digital besutan tim peneliti UMS. Mengintegrasikan berbagai teknologi IoT untuk menciptakan pelajar yang peduli terhadap lingkungan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
8 Juni 2026

Zero waste mulai digencarkan di lingkungan UMS sebagai komitmen untuk menghadirkan kampus bersih dan berkelanjutan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
5 Juni 2026

Social Gathering 2026 mewadahi mahasiswa peserta English Tutorial Program untuk unjuk bakat dan menyuarakan perdamaian.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.