
Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026
Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Sebagian dari kita mungkin beranggapan kalau organisasi pergerakan harus dipimpin oleh laki-laki. Namun, Samiyem mendobrak anggapan itu saat didapuk sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tahun 2024.
Menjadi ketua organisasi pergerakan yang dipandang maskulin bukan perkara mudah. Ia mengamini jika di awal kepemimpinannya, banyak suara sumbang yang mempersoalkan identitas Samy yang seorang perempuan. “Ada yang salah sama regenerasinya,” kata Samy mengulangi cemooh yang ia dengar.
Suara-suara sumbang itu nyaring terdengar di awal pencalonan Samy sebagai ketua. Banyak yang mempertanyakan mengapa posisi ketua harus diisi perempuan. Padahal IMM lainnya dipimpin oleh laki-laki.
“Kalau misal ketuanya cowok semua, siapa yang merepresentasikan bahwasannya aktivisme juga bisa dari perempuan?” kata Samy, Kamis (17/4/2025).
Tak mau berlarut dalam kemelut pikirannya, Samy berkomitmen untuk membuktikan bahwa perempuan juga dapat diandalkan. Ia berusaha semaksimal mungkin untuk mengimbangi keligatan laki-laki di tubuh IMM. “Aku pengen ngebuktiin kalau perempuan itu juga bisa lho memimpin,” ungkap Samy.
Masih segar dalam ingatan Samy saat ia harus pergi ke Semarang untuk menghadiri Musyawarah Daerah IMM. Keikutsertaan Samy dalam forum tersebut adalah pengalaman berkesan untuknya. Kehadiran perempuan dalam forum itu hanya hitungan jari, termasuk dirinya.
Samy bersyukur sebab ketua IMM se-UMS menerima kehadirannya sebagai ketua perempuan IMM. Perlu diketahui, saat ini, ada dua komisariat IMM di UMS yang diketuai oleh seorang perempuan, yakni FIK dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Membawa nama IMM adalah tugas mulia yang Samy emban. Kemanapun kaki melangkah, IMM melekat pada dirinya. Bahkan saat melawat ke Jepang pun, nama IMM tak lantas ia tanggalkan.
Awal 2025, Samy mengikuti program pertukaran ke Jepang melalui program Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS). Samy adalah satu dari enam utusan Muhammadiyah yang melawat ke Negeri Sakura.
Baca Juga: Ketua IMM FIK Ikuti Pertukaran ke Jepang, Pelajari Budaya dan Teknologi
Selama di Jepang, ia memperkenalkan dirinya sebagai kader Muhammadiyah sekaligus kader IMM. Dia juga berkesempatan mempelajari budaya Jepang, hidup bersama keluarga Jepang, dan memperkenalkan Muhammadiyah, Islam, dan IMM di Jepang.
“Waktu sharing tentang agama Islam, aku juga menyelipkan soal Muhammadiyah dan IMM. Biar lebih mudah dipahami, aku bilang kalau IMM itu anak dari Muhammadiyah,” kenangnya.
Ia percaya kehadiran perempuan di tubuh organisasi pergerakan tak boleh dipandang remeh. Baik laki-laki maupun perempuan, keduanya memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu masalah. Perbedaan ini sangat diperlukan untuk memperkaya wawasan dalam mengambil keputusan.
“Kalau laki-laki kan pemikirannya logis dan panas. Kalau perempuan lebih adem dan mengedepankan perasaan. Jadi saling mengimbangi lah,” jelasnya.

Samy bersama sejumlah delegasi Indonesia saat mengikuti Jenesys 2025 di Peach Park, Nagasaki, Jepang, 1 Februari 2025. Dok.Pribadi
Lahir di Serang, Banten, 14 Mei 2004, Samiyem tumbuh dari keluarga sederhana. Bungsu dari tiga bersaudara ini telah giat mengikuti lomba sejak belia. Seperti lomba catur atau lomba membuat komik. “Memang sejak kecil dituntut multitasking,” kelakarnya.
Semasa belajar di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Cilegon, Banten, Samy aktif mengikuti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ia bergabung pada 2020 dan menempati posisi ketua bidang pengkajian ilmu pengetahuan. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi sekretaris umum.
Pada 2022, Samy maju ke Pimpinan Daerah IPM Cilegon dan menjabat sebagai ketua bidang ipmawati. Tugasnya mengadvokasi dan memberdayakan pelajar perempuan di sekolah Muhammadiyah di Cilegon.
Lingkungan pendidikan di kampung halamannya, sedikit banyak terpengaruh oleh lingkungan pendidikan di Jakarta. Kasus perundungan yang menyasar pelajar perempuan marak terjadi di sana.
Ia pun berinisiatif membentuk rumah advokasi untuk pelajar perempuan korban perundungan. “Isinya mengadvokasi murid perempuan yang di-bully. Gimana caranya bikin ruang yang aman untuk perempuan,” tutur peraih Beasiswa Unggulan UMS itu.

Samy (tengah) saat mempromosikan IMM pada Expo UKM 2024 di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, 17 November 2024. Dok.Pribadi
Jiwa organisatoris Samy terus tumbuh saat ia kuliah di Program Studi Fisioterapi UMS pada 2022. Sejumlah organisasi mahasiswa ia ikuti. Tahun pertama kuliahnya ia warnai dengan menjadi staf divisi litbang Hizbul Wathan UMS dan sekretaris divisi kaderisasi Pejuang Masjid UMS.
Tahun berikutnya, Samy bergabung di organisasi yang berbeda. Antara lain menjadi koordinator umum Neurology Physiotherapy Study Club, staf redaksi Lembaga Pers Mahasiswa Cendekia, hingga menjajal organisasi pergerakan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS.
Manajemen waktu menjadi tantangan tersendiri untuk Samy di tengah segudang aktivitasnya. Samy mengaku kemampuan membagi waktunya tak ia dapatkan secara instan. Bahkan ia membiasakan dirinya untuk aktif sejak duduk di bangku sekolah dasar.
“Ini sebuah perjalanan yang panjang. Dari zaman sekolah udah terbiasa dengan jadwal yang padat. Juga aku sendiri senang eksplor ke sana ke sini,” ucapnya.
Berkat kegigihan dan keuletannya, Samy dipercaya memegang amanah sebagai Ketua Umum PK IMM FIK UMS tahun lalu. Menjadikannya sebagai ketua perempuan pertama dalam sejarah berdirinya organisasi pergerakan di FIK UMS itu.

Samy menyadari pendidikan adalah kunci bagi semua orang untuk meraih masa depan gemilang. Namun, anggapan itu masih dimentahkan oleh sebagian kalangan, yang meneguhkan gagasan bahwa perempuan tak perlu meraih pendidikan tinggi.
Di kampung halamannya, stigma demikian lumrah terdengar. Samy ingin memupus anggapan itu. Ia percaya perempuan bertanggung jawab untuk meneruskan pengetahuan kepada keturunannya. “Apalagi orang tua mendukung banget soal urusan pendidikan,” ujarnya.
Sebab itulah ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Keinginan mendobrak stigma tersebut telah mengilhami Samy untuk kuliah di Prodi Fisioterapi UMS. Alasannya sederhana: Prodi Fisioterapi UMS juga mengajarkan fisioterapi anak. “Saya suka sama anak-anak,” seloroh dia.

Samy dan timnya berhasil meraih medali emas dan medali perak dalam World Competition and Exhibition 2024 di Mahsa University. Dok.Pribadi
Sejumlah kompetisi pun ia ikuti, sebab Samy ingin terus menantang dirinya. Hasilnya, ia diganjar banyak penghargaan, antara lain: juara 1 Olimpiade UWHS Nasional Stase Pediatri 2023, juara 3 lomba karya tulis ilmiah nasional LKTIN UNIMED 2024, hingga medali perunggu Mandalika Essay Competition 2025.
Samy merasa tak cukup berkompetisi di tingkat nasional. Ia pun menantang dirinya untuk berkompetisi di sejumlah perlombaan internasional. Lagi-lagi ia berhasil menuai prestasi.
Adapun prestasi internasional Samy, antara lain: medali emas International Competition Five Minutes Thesis 2023, medali perunggu Mars 11 Southeast Asia Paper Competition 2023, hingga medali emas International STEM Innovation Competition 2024.
Ia juga menghasilkan sejumlah inovasi yang berguna dalam dunia kesehatan. Dua karya di antaranya adalah aplikasi Distrophis dan alat latihan pasca-stroke.
Aplikasi Distrophis adalah aplikasi yang ditujukan untuk pasien stroke dan tenaga kesehatan. Aplikasi tersebut memuat video edukasi penyakit stroke, rekam medis berkala untuk pasien stroke, serta data jumlah penderita stroke di wilayah tertentu.
Sementara alat latihan pasca-stroke digunakan untuk melatih kemampuan sensorik, motorik, dan kekuatan otot pasien stroke yang sedang dalam pemulihan.
Alat tersebut memanfaatkan bahan-bahan sederhana. Yang paling mencolok adalah bola tenis untuk melatih kemampuan mencengkeram dan lampu LED untuk melatih kemampuan motorik.
"Ada juga rumput sintetis untuk melatih kemampuan sensorik. Sama karet gelang untuk melatih kekuatan jari," terangnya sambil menunjukkan alat buatannya.
Dua karya tersebut kemudian dilombakan dalam World Competition and Exhibition 2024 di Malaysia. Aplikasi Distrophis berhasil meraih medali emas kategori inovasi ilmiah ilmu sosial. Sedangkan alat latihan pasca-stroke berhasil meraih medali perak kategori karya ilmiah terapan.
Capaian tersebut semakin melengkapi prestasi gemilang yang diraih Samy. Tidak heran jika Samy diganjar penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi kedua se-Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) tahun 2025.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Desainer: Salsabila Kamila Wardah

Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.