
Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026
Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Muhammad Farhan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah surakarta (UMS) berhasil menjadi juara 1 lomba kepenulisan opini Vision 2025. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Visi Universitas Sebelas Maret (UNS).
Di tengah perkembangan AI yang diibaratkan sebagai teknologi pisau bermata dua, Farhan menyoroti fenomena ketergantungan manusia pada teknologi kecerdasan buatan melalui sudut pandang netral. Karya Farhan berjudul “Solusi Mangkus Mendayagunakan AI Tanpa terkena Brain Rot”.
“Lomba-lomba seperti itu tuh menuntut kebaruan, jadi sudut pandangnya gak boleh terlalu umum, harus spesifik,“ ungkapnya saat dimintai keterangan, Kamis (4/12/2025).
Mahasiswa semester 5 itu mengaku mempelajari tiga sudut pandang berbeda dalam menilai teknologi melalui mata kuliah Perkembangan Teknologi Komunikasi: dystopian, neo futurism, dan tekno realis. Dari perbedaan perspektif tersebut, ia kemudian membangun cara pandang baru yang berfungsi menjembatani dua posisi yang saling berseberangan.
“Pandangan ekstremnya itu kan orang pada takut banget, dan istilahnya itu juga punya yang mandang AI itu bagus. Nah aku gak keduanya aku tengah-tengah itu kan,” ujar Farhan.
Selama proses persiapan, Farhan menuturkan bahwa hobi membaca serta keterampilan menulis yang terus ia asah selama menjadi anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pabelan menjadi faktor utama yang mendukungnya dalam menyusun riset tersebut.
“Aku emang suka baca, jadi efeknya itu kan di kepala jadi ada aja gitu yang untuk dibahas,” jelasnya.
Idenya dalam menganalisis isu masa kini seputar fenomena brain rot menggunakan sudut pandang yang spesifik membawanya meraih kemenangan ini. Meski meraih juara, Farhan tetap memerlukan evaluasi kritis untuk setiap hasil karya.
“Aku gak pernah ngerasa tulisanku itu sempurna, pasti ada kekurangan,” tuturnya.
Menanggapi prestasi Farhan, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., menyampaikan apresiasi terhadap kemenangan Farhan, terutama pada relevansi tema yang berfokus dengan isu kontemporer.
“Alhamdulillah ada prestasi lagi di skala nasional dari mahasiswa komunikasi terutama pada kemampuan aspek menulis, apalagi pada kasus seputar AI dan fenomena brain rot,” ujarnya.
Kaprodi tersebut menegaskan pentingnya menuangkan ide ke dalam sebuah karya. Baginya, hakikat ilmu pengetahuan adalah terus menghadirkan inovasi baru, sebagaimana sebuah tulisan yang berfungsi menyampaikan informasi kepada orang lain tentang gagasan pribadi.
“Tujuannya memang untuk membuat orang lain tahu dengan gagasan kita yang mungkin gagasan kita juga akan diperdebatkan oleh orang-orang seterusnya,” pesannya.
Penulis: Roselia Puspita Asri
Editor: Maysali Sudarwati

Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.