Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui keikutsertaannya dalam program Google Student Ambassador 2026. Program resmi yang diinisiasi langsung oleh Google tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, literasi teknologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara positif.

Muhammad Hasbi Assidiqi, mahasiswa UMS dari Prodi Sistem Informasi (SI) berhasil lolos dalam program tersebut. Hasbi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Google Student Ambassador merupakan program tahunan yang dibuka bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, tidak terbatas pada bidang teknologi informasi.

“Program ini terbuka untuk semua jurusan. Jadi bukan hanya dari rumpun teknologi, tetapi seluruh mahasiswa dari berbagai bidang ilmu memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi Google Student Ambassador,” ujarnya, Sabtu, (20/6/2026).

Program yang berlangsung dari Januari hingga Agustus 2026 tersebut menghadirkan berbagai kegiatan pengembangan diri dan jejaring profesional. Menurut Hasbi, peserta berkesempatan mengikuti sejumlah program unggulan, mulai dari kegiatan regional, office tour ke kantor Google, hingga peluang menghadiri agenda internasional bagi peserta terbaik.

Ia mengungkapkan bahwa persaingan untuk mengikuti program tersebut sangat ketat.

Dari sekitar 81 ribu pendaftar di seluruh Indonesia, hanya sekitar 2.000 peserta yang berhasil diterima. Dari jumlah tersebut, delapan peserta merupakan mahasiswa UMS, Airlangga Pradana Prakusa, Devina Maheswari, Aini Nur Laila, Yumna Safinatunnajah, Najwa Rafefya Asyla, Selviana Uswatun Khasanah, Yuanda Eka Saputra, termasuk yaitu Muhammad Hasbi Assidiqi.

Muhammad Hasbi Assidiqi (depan kiri) bersama teman-teman Google Student Ambassador di kantor Google Indonesia. Dok.Pribadi

“Setelah lolos, masih ada jenjang pengembangan lagi. Ada level Rising Star, Achiever, hingga Trailblazer. Semakin tinggi levelnya, semakin besar kesempatan yang didapatkan, termasuk peluang berkunjung ke kantor Google di luar negeri,” jelasnya.

Untuk meningkatkan level, para ambassador diwajibkan aktif membuat konten edukatif terkait teknologi dan AI di media sosial. Konten tersebut mencakup berbagai topik, mulai dari pemanfaatan Gemini AI, pengembangan model AI, hingga proyek-proyek berbasis kecerdasan buatan.

Selain itu, peserta juga didorong untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi di lingkungan kampus. Setiap kegiatan yang diselenggarakan dapat memperoleh dukungan pendanaan melalui sistem reimbursement dengan nominal yang disesuaikan berdasarkan level ambassador.

Hasbi menuturkan bahwa proses seleksi Google Student Ambassador terdiri atas tiga tahapan. Tahap pertama berupa seleksi administrasi yang mencakup CV, motivation letter, dan portofolio digital. Tahap kedua adalah pembuatan video motivasi yang diunggah ke YouTube, sedangkan tahap terakhir berupa tantangan promosi AI melalui media sosial.

Menurutnya, pengalaman paling berharga selama mengikuti program ini adalah kesempatan membangun jaringan dengan mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia.

“Saya bisa bertemu mahasiswa dari berbagai daerah dengan semangat belajar yang tinggi. Lingkungan seperti ini sangat membantu untuk berkembang dan membuka wawasan baru,” katanya.

Selain itu, peserta juga memperoleh akses langsung kepada para pembicara dan profesional dari Google melalui webinar maupun kunjungan ke kantor Google. Berbagai fasilitas seperti merchandise eksklusif, dukungan akomodasi kegiatan, hingga peluang mengikuti agenda internasional turut menjadi nilai tambah dari program tersebut.

Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat, Hasbi berharap mahasiswa dapat memanfaatkan AI secara bijak dan produktif. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus memperkuat portofolio dan membangun rekam jejak digital yang positif.

“Sekarang media sosial dan portofolio digital menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. Karena itu, teruslah mengembangkan kemampuan, membagikan aktivitas positif, dan memperbarui informasi terkait prestasi maupun karya yang dimiliki,” pesannya.

Ia juga membagikan tips bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program serupa. Menurutnya, rasa percaya diri, konsistensi mengembangkan potensi diri, serta kemampuan mengikuti perkembangan teknologi menjadi kunci utama untuk lolos seleksi.

“Percaya dengan kemampuan diri sendiri, fokus pada kelebihan yang dimiliki, dan terus mengikuti perkembangan teknologi serta kebijakan terbaru dari Google. Itu akan sangat membantu dalam proses seleksi,” pungkasnya.


Penulis: Fika Annisa Sholihah

Editor: Maysali Sudarwati

Berita Unggulan

image-featured
5 Agustus 2026

Siti Rahmawati dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,88, sekaligus menjadi doktor ke-68 Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam UMS.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
4 Agustus 2026

Day Care UMS dan sejumlah layanan lainnya siap dihadirkan DSDMO UMS untuk mendukung kesejahteraan pegawai.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
2 Agustus 2026

10 penghargaan diberikan kepada alumni UMS yang memiliki dampak luar biasa di bidangnya.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.