Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan hasil gemilang di kancah internasional. Kali ini melalui kiprah tim bernama BaraTea pada ajang Green Entrepreneurship Competition kategori Internasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII. 

Dihelat di Universitas Kristen Petra Surabaya, ajang tersebut diikuti oleh 417 peserta dari empat negara, yaitu Indonesia, China, Filipina, dan Vietnam. 

BaraTea, yang diketuai oleh Hana Rafiah, berhasil menyingkirkan 27 tim lainnya sebelum akhirnya menjadi juara 3 dengan inovasi olahan limbah. Bersama anggotanya, Cavella Noor Putri Anisa, Ayunda Mustikaning Astuti, Elduardo Octavio Rasyid, dan Wida Tri Prasetyo, Hana menyulap limbah ampas teh menjadi briket arang premium. 

Salah satu anggota tim, Cavella Noor Putri Anisa bersyukur lantaran timnya dapat mendulang hasil maksimal di tengah padatnya aktivitas kuliah.

“Jujur saya merasa senang dan terharu. Kami bisa bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas, baik negeri maupun swasta, dari luar negeri. Di tengah padatnya aktivitas dan tugas skripsi, kami berhasil menyelesaikan lomba internasional ini dan membawa bendera Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Cavella pada Jumat (8/11).

Pencapaian ini, lanjutnya, merupakan langkah awal bagi BaraTea untuk terus berkembang. Mereka berencana untuk mengembangkan produk mereka dan mencari mitra untuk produksi briket berskala luas. Mereka juga berharap agar BaraTea dapat diterima lebih banyak oleh masyarakat sebagai alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Inovasi BaraTea mengingatkan kita bahwa solusi lingkungan tidak selalu harus mahal dan rumit. Dengan kreativitas dan semangat wirausaha, limbah sekalipun bisa menjadi sumber daya yang dapat diandalkan untuk turut mengurangi emisi karbon.

“BaraTea bukan hanya tentang memenangkan lomba, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi. Kami berharap inovasi ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk melihat potensi besar dalam limbah yang sering kali diabaikan,” ungkap dosen pembimbing tim, Nuqthy Faiziyah, M.Pd.

Secara garis besar, produk ini tidak hanya untuk mengurangi penumpukan limbah, tetapi juga memberikan alternatif bahan bakar yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Briket ini, melalui proses yang mudah dan ekonomis, menawarkan berbagai keunggulan, seperti daya tahan yang lebih lama dan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi dibandingkan briket arang konvensional,” tambah Nuqthy.

Selain berdampak positif pada lingkungan, BaraTea memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi sirkular dan meningkatkan perekonomian lokal. Dengan biaya produksi yang rendah, Baratea dapat diproduksi oleh industri kecil dan menengah (IKM), sehingga akan membuka peluang usaha baru serta menciptakan lapangan kerja.

Penulis: Yusuf

Editor: Sheva

Sumber: News UMS

Berita Unggulan

image-featured
8 Juni 2026

Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.

image-featured
25 Mei 2026

Ide untuk menghemat komponen pembangunan rumah berhasil mengantarkan dua mahasiswa UMS meraih juara nasional.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
23 Mei 2026

Berani ungkap isu sensitif, mahasiswa UMS angkat tema kebijakan alat kontrasepsi remaja dari sudut pandang orang tua.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.