
Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026
Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Umat Islam menjadikan kitab suci Al-Qur’an sebagai obat penyejuk jiwa. Inilah yang mendasari organisasi Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an (MPQ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk kembali menggelar Qur’anic Fest tahun ini.
Qur’anic Fest adalah agenda tahunan untuk menyambut milad MPQ UMS yang tahun ini menginjak usia kedua puluh. Spirit menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa tercermin dari tema Qur’anic Fest tahun ini, yakni “Satu Hati, Satu Arah, Al-Qur’an Penyejuk Jiwa”.
Ketua Panitia Qur’anic Fest 2026 Malik Ibrahim menjelaskan Al-Qur’an menjadi penyatu umat di tengah keberagaman dan kompleksitas karakter hamba Allah. Menurutnya, tema Qur’anic Fest tahun ini membawa harapan besar untuk memperkuat persatuan, solidaritas, dan rasa memiliki, namun tetap berpaut pada Al-Qur’an.
“Tema ini menjadi relevan karena mampu memperkuat rasa persaudaraan, meningkatkan kolaborasi, serta menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung sehingga setiap tantangan dapat dihadapi secara kolektif,” ujar Malik saat dihubungi melalui WhatsApp pada Rabu (17/6/2026).
Penyelenggaraan Qur’anic Fest senantiasa menanamkan semangat untuk mencintai dan mengembangkan kemampuan di bidang Al-Qur’an pada generasi muda. Tak kalah penting, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah atau rasa persaudaraan antarpeserta.

"Kami berharap Qur'anic Festival dapat menjadi ruang pembelajaran dan silaturahmi, serta mendorong peserta untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," imbuh Malik optimis.
Tahun ini, Qur’anic Festival menghadirkan empat cabang perlombaan. Mulai dari Musabaqah Tartil Al-Qur'an (MTarQ), Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) 5 Juz, MHQ 10 Juz, dan Cerdas Cermat Islami (CCI). Kegiatan tersebut digelar di Gedung Induk Siti Walidah UMS, Sabtu (13/6/2026).
Peserta Qur’anic Fest tahun ini sangat antusias menunjukkan kemampuannya. Antusiasme peserta ini tidak terbatas pada sekat budaya dan latar belakang kehidupan peserta. Di dalam Qur’anic Fest, seluruh peserta memiliki satu tujuan yang sama: membumikan kalam Allah.
Untuk pertama kalinya, Qur’anic Fest diikuti oleh mahasiswa asing yang menempuh studi di UMS. Ia adalah Iyas Ali, mahasiswa asing asal India yang mengenyam studi di Program Studi Pendidikan Agama Islam UMS. Iyas mengaku menjadikan Qur’anic Fest sebagai momentum untuk mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an.
"Masyaallah, ini adalah momentum yang sangat baik. Apalagi lomba ini juga didukung dengan juri profesional, yang mendukung transparansi nilai para peserta lomba. Menambah semangat kami untuk terus membaca Al-Qur’an,” kata Iyas.
Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada Minggu (14/6/2026) dengan digelarnya Seminar Pemuda dan Al-Qur’an di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS. Mengusung tema “Overthinking Talk: Calm Your Mind with Al-Qur’an”, seminar ini menghadirkan kreator dakwah Fakhri Al Qosam dan ulama tarjih Ustaz Anton Ismunanto.
Kini, di usia yang ke-20 tahun, MPQ berkomitmen untuk terus tumbuh menjadi rumah bagi para pencinta Al-Qur’an dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi lingkungan kampus. Visi besar MPQ ialah mahasiswa dari seluruh fakultas dan program studi di UMS dapat bergabung, belajar Al-Qur’an bersama, serta mengambil peran dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan dakwah.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Maysali Sudarwati

Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.