
Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026
Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pencak silat di lingkungan kampus. Berdiri sejak 1987, unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang olahraga bela diri itu telah menorehkan segudang prestasi di tingkat nasional.
Menurut Pendekar Madya Tapak Suci UMS, Yusuf Ibrahim, S.Psi., sebelum diresmikan sebagai UKM, Tapak Suci UMS hadir dalam bentuk lembaga. Seiring waktu, Yusuf yang saat itu aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merasa Tapak Suci juga perlu memiliki wadah yang sama.
Yusuf adalah generasi pertama yang terlibat dalam pendirian Tapak Suci UMS. Dia mengaku sempat mengusulkan gagasan pembentukan UKM Tapak Suci kepada Rektor UMS saat itu, Drs. H. Djazman Al-Kindi.

Arsip foto kegiatan parade ormawa di UMS. Dok.Humas UMS
Djazman mendukung penuh usulan Yusuf dan menyetujui usulan itu. “Akhirnya diberikan fasilitas, termasuk sekretariat di Griya Mahasiswa,” ujar Yusuf, Kamis (30/1/2025).
Perjuangan membangun UKM Tapak Suci tidaklah mudah. Yusuf bercerita bahwa ia merangkap banyak peran, mulai dari pelatih, ketua, hingga sekretaris, sembari membina kader-kader baru.
“Saat itu jumlah anggota banyak, sekitar 200 orang. Jauh lebih banyak dibandingkan sekarang,” ungkapnya.

Rapat kerja pimpinan Tapak Suci UMS pada 1994. Dok.Humas UMS
Meski begitu, dukungan terus mengalir dari civitas academica UMS, termasuk dukungan perlombaan. Bahkan Tapak Suci UMS turut merintis kejuaraan nasional pertama antarperguruan tinggi di Indonesia. Yusuf pun didapuk sebagai ketua panitianya.
Perkembangan Tapak Suci di UMS terus mengalami perubahan. Secara organisasi, Yusuf melihat bahwa saat ini pengelolaan lebih tertata, meskipun jumlah peserta berkurang dibandingkan dahulu.
“Hampir 40 persen pengurus Tapak Suci di Jawa Tengah berasal dari alumni UMS. Ini menunjukkan kaderisasi berjalan baik,” tambahnya.

Pendekar Madya Tapak Suci UMS, Yusuf Ibrahim, S.Psi., yang turut menjadi saksi berdirinya Tapak Suci UMS. Dok.Humas UMS
Disinggung mengenai Turnamen Nasional I Tapak Suci UMS yang telah berlangsung, Yusuf memandang agenda tersebut sebagai kemajuan yang harus terus dikembangkan.
Awalnya, turnamen tersebut hanya digelar untuk pelajar di Jawa Tengah. Namun, setelah mendapat tantangan dari Pimpinan Pusat Tapak Suci dan Rektor UMS, ajang tersebut berkembang menjadi turnamen nasional.
“Mahasiswa harus berani menerima tantangan. Jangan takut menghadapi rintangan, karena itu bagian dari proses berkembang. Turnamen ini masih terbatas, baru 11 provinsi yang ikut. Harapannya tahun depan lebih banyak peserta dari seluruh Indonesia,” harap Yusuf.

Deretan kenangan anggota Tapak Suci UMS pada era 90-an. Dok.Humas UMS
Sebagai tokoh yang membantu melahirkan UKM Tapak Suci UMS, Yusuf berharap para pengurus dan atlet bisa lebih selektif dalam membina kader dan meningkatkan kualitas atlet. Ia juga menekankan pentingnya kaderisasi dan kompetisi yang lebih ketat untuk meningkatkan daya saing.
“Prestasi itu penting, tapi yang utama adalah menjaga silaturahmi. Jangan hanya puas di tingkat nasional, tapak suci harus bisa berkiprah di level internasional,” pesannya.
Penulis: Fika
Editor: Gede

Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.