
Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026
Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, bersama para dai Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar safari dakwah untuk memperingati Isra’ Mi’raj. Digelar pada Sabtu (25/1/2025), acara tersebut melibatkan mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sao, Kecamatan Bosua, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dua mahasantri Pondok Shabran UMS yang bertugas di Kepulauan Mentawai, Muhammad Agus, S.Ag. dan Tomi Irawan, S.H., berperan penting dalam kegiatan ini.
Sebagai dai muda, mereka menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan iman dan menghidupkan amal salih di kalangan masyarakat.
Hadir dalam acara tersebut PDM Kepulauan Mentawai, Pengurus MUI Tanah Datar, Kepala KUA Sipora Selatan, serta sekitar 100 masyarakat dari wilayah Sioban dan Sao.
Mahasantri Pondok Shabran UMS, Agus, menjelaskan safari dakwah menjadi momen berharga untuk mendekatkan masyarakat Kepulauan Mentawai pada ajaran Islam.
“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari gerakan ini. Sebagai mahasantri, tugas kami adalah menyampaikan ilmu dan membangun semangat dakwah di tengah masyarakat,” ujarnya, Jumat (31/1/2025).

Kegiatan tabligh akbar di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sao, Kecamatan Bosua, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Dok.Humas UMS
Hal senada diungkapkan Tomi, yang menyebut safari dakwah menjadi peluang untuk memperkuat jaringan dakwah di Kepulauan Mentawai, khususnya di Desa Sao. “Kami ingin masyarakat di sini merasakan manfaat dari dakwah dan memahami pentingnya menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” kata Tomi.
Sebagai wujud kepedulian sosial, PDM dan dai LDK turut membagikan bingkisan sembako kepada sembilan mualaf yang hadir. Paket itu berisi bahan makanan pokok dan menjadi bentuk perhatian kepada saudara-saudara mualaf di Kepulauan Mentawai.
Safari dakwah juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pentingnya dakwah. Para peserta berdiskusi serta belajar memahami dan mengamalkan ajaran Islam lebih dalam.
Ketua PDM Kepulauan Mentawai, Rudi Zamri, yang menutup acara safari dakwah, berharap agar kegiatan tersebut membawa perubahan positif di tengah masyarakat.
“Dengan menguatkan iman dan menghidupkan amal shaleh, kita semua dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik dan harmonis,” ungkapnya.
Menurutnya, safari dakwah menjadi bukti bahwa gerakan dakwah dapat berfungsi sebagai wadah pembelajaran, diskusi, dan penguatan spiritual masyarakat. Dakwah sangat penting untuk memunculkan kesadaran umat akan pentingnya ilmu dan amal saleh demi terciptanya komunitas yang religius dan berdaya.
Acara kajian tabligh akbar tersebut mengangkat tema “Menguatkan Iman, Menghidupkan Amal Shaleh”. Dalam kajian tersebut, Doni Nurhadi, S.H.I, M.H., menyampaikan pentingnya melaksanakan kewajiban sebagai hamba Allah, terutama menjaga konsistensi dalam menjalankan salat lima waktu.
“Salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah adalah melaksanakan kewajiban utama kita, yaitu salat lima waktu. Jangan sampai kita meninggalkannya,” ungkap Doni.
Ia juga mengajak umat muslim untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan baik.
“Ada empat hal yang harus kita persiapkan: meningkatkan iman, memperdalam ilmu tentang fiqih Ramadan, mempersiapkan fisik dan harta, serta memperbanyak doa,” tambahnya.
Penulis: Najihus, Fika
Editor: Gede

Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.