Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar seminar nasional bertajuk Call for Paper Risalah Islam Berkemajuan dalam Dakwah dan Pendidikan dengan tema “Membangun Masa Depan Pendidikan Berkualitas: Reaktualisasi Institusi dan Pola Kaderisasi Muhammadiyah”, di Auditorium Mohamad Djazman UMS, Kamis (6/6/2024).

Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., menegaskan  Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) menjadi pedoman berperilaku sivitas akademika UMS. Dirinya mengatakan AIK menjadi syarat untuk kenaikan pangkat atau jabatan tertentu di UMS. 

“Tentu kita semua berharap kaitannya dengan kehidupan Al-Islam Kemuhammadiyahan di kampus UMS. Kita sudah mencanangkan AIK itu sebagai ruh dan living value kehidupan sivitas akademika UMS. Sehingga yang terkena kewajiban AIK bukan hanya mahasiswa saja, dosen dan tendik pun juga kena kewajiban AIK,” tutur Em Sutrisna.

Untuk menjadikan AIK menjadi ruh dari sivitas akademika, beberapa upaya yang dilakukan antara lain: menggelar Kajian Tarjih bersama Ustaz Syamsul setiap Selasa; Kajian Qiyamul Lail setiap Jumat pukul 3 pagi; Webinar Kemuhammadiyahan; Baitul Arqam untuk dosen, tendik, dan pimpinan; Munadhoroh; serta Kajian Tafsir Quran.


Em Sutrisna tengah memberi sambutan pada seminar nasional Risalah Islam Berkemajuan. dok.Humas UMS

Wakil Rektor IV UMS itu juga menyebut AIK sebagai usaha mewujudkan kampus yang islami, bukan hanya kampus yang modern dan mendunia, tetapi juga kampus yang mengajarkan nilai-nilai Islam.

Menurutnya, UMS bukan kampus yang eksklusif karena mahasiswanya tidak homogen dari satu agama. Hal itu membuat AIK diambil sebagai pedoman hidup bagi mahasiswa.

Seminar ini menekankan pentingnya institusi pendidikan Muhammadiyah agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap memastikan nilai-nilai keislaman dan keunggulan akademik terjaga. Selain itu, institusi pendidikan harus mengeksplorasi pola kaderisasi Muhammadiyah untuk menghasilkan pemimpin masa depan yang berkualitas dan berintegritas.

Terdapat tiga pembicara, yaitu: Direktur Perguruan Muhammadiyah Kottabarat sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam (FAI) UMS Dr. Mohamad Ali, M.Pd., Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Maskuri, M.Ag., dan Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A.

Mohammad Ali memaparkan materi seputar empat kata kunci sekolah Muhammadiyah berkemajuan menurut risalah Islam berkemajuan, yaitu menggembirakan, berkemajuan, gerakan ilmu, dan inklusif-multikulturalisme.

“Jadi sekolah berkemajuan itu harus menjadi yang mencerahkan dan menggembirakan. Jadi ketika kita mendirikan sekolah Muhammadiyah itu bukan sekedar untuk mencari uang,” tutur Ali.

Wakil Dekan I FAI UMS itu menegaskan institusi pendidikan harus menjadi wahana mencari ilmu yang mencerahkan dan menggembirakan. Hal itu bertujuan membuat karyawan dan siswanya tercerahkan dan bergembira melakukannya.

Pemateri kedua, Maskuri menerangkan kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang dihadapi banyak pesantren di bawah Muhammadiyah.

“Dengan jumlah perkembangan yang cukup menggembirakan, kita jangan berbangga dengan jumlah. Tapi bagaimana peningkatan kualitas lima tahun ke depan, dan luarannya adalah menghasilkan kader lulusan yang unggul,” kata Maskuri.

Sementara Bachtiar Dwi Kurniawan menerangkan kembali cara mewujudkan tujuan Muhammadiyah. Bachtiar mengatakan untuk menguatkan kader, harus dilakukan reformasi kaderisasi melalui ideologisasi, internasionalisasi, dan diaspora. 


Penulis: Maysali

Editor: Gede

Sumber: News UMS

Kompetisi

image-featured
26 Juli 2026

Atlet pencak silat UMS sukses menyabet emas pada gelaran kesepuluh Asian Pencak Silat Championship 2026.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
24 Juli 2026

Rintisan Klanceng Edufarm berencana melakukan ekspansi internasional usai meraih juara nasional dalam Studentpreneur Bootcamp 2026 Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
21 Juli 2026

Mahasiswa UMS meracik obat penyembuh luka diabetes dari daun kelor dan daun mimba. Sukses memboyong emas dalam WYIE 2026 di Malaysia.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.