Sebanyak delapan tim robot pada Divisi Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) berhasil lolos menuju perempat final, Kamis (4/7/2024). Menurut rencana, babak perempat final akan digelar di Edutorium KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (5/7/2024).
Tim yang lolos ke perempat final KRTMI berhasil mengalahkan 24 peserta lainnya. Kedelapan tim tersebut antara lain:
1. ANJANI dari Universitas Negeri Surabaya
2. TITANIUM dari Universitas Telkom
3. ASTRO 24 dari Universitas Telkom
4. MR.CRUSH dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
5. RR EL GANADOR dari Universitas Muhammadiyah Surakarta
6. ETERNOS dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
7. ABHINAYA dari Universitas Negeri Yogyakarta
8. RIVAL dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Dalam kesempatan tersebut, juri KRTMI, Ir. Indrawanto, M.Eng., Ph.D., menerangkan terdapat perbedaan aturan dari seleksi wilayah, sehingga tim harus memprogram dengan aturan yang baru.
Pada seleksi tingkat wilayah, sampah berada dalam kondisi diam sehingga robot bisa diprogram berdasarkan posisi sampah. Menurutnya, hal tersebut lebih mudah karena posisi sampah sudah diketahui.
“Di tingkat nasional ini, poisisi sampah itu tidak tentu karena berada di conveyor, sehingga tim harus menggunakan sensor yang mampu mendeteksi jenis sampah. Saya melihat beberapa tim masih kesulitan mendeteksi apakah itu sampah daun, plastik, atau logam. Nah, itu memerlukan pengetahuan atau pemahaman tentang sensor untuk berbagai jenis material,” paparnya.
Tak lupa, Indrawanto mengungkapkan kegembiraan dewan juri karena peserta memiliki antusias yang tinggi terhadap masalah ini. Menurut dia, masalah sampah memiliki magnitude yang besar. Dia berharap mahasiswa dapat menekuni keahlian mereka untuk meningkatkan nilai ekonomi dari teknologi robot sampah.
“Jika ada robot yang mampu memilah sampah, maka tidak hanya solusi kebersihan dan kesehatan tetapi juga nilai ekonomi, karena sampah yang terpilah dengan baik, misalkan logam masih memiliki nilai jual. Kemudian plastik itu juga banyak yang berminat untuk mendaur ulang, dan mungkin untuk sampah organik bisa untuk pupuk,” pungkas dia.
Penulis: Maysali
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Organisasi Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







