Ketertarikan Mengikuti Lomba
Inovasi di Ajang WYIE
Dukungan Segi Rohani dan Mentalitas
Pesantren Mahasiswa K.H. Mas Mansyur


Mahasantri Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional K.H. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Khoirunnisa’ Ramadhan Maghfiroh menjadi salah satu tim dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) yang berhasil mendapatkan silver medal kategori Agriculture di ajang World Young Inventors Exhibition 2023 yang diselenggarakan oleh International Invention, Innovation, and Technologi Exhibition, Malaysia.

Ketertarikan Mengikuti Lomba

Khoirunnisa’ menyampaikan ketertarikan mengikuti perlombaan semacam karya tulis ilmiah ini sudah sejak semester dua.

“Saya ingat betul, dulu ketika mendapatkan tugas dari dosen dan mahasiswa mengikuti LKTI, maka akan diberi nilai A. Sejak saat itu, tekad untuk mengikuti lomba menjadi tinggi,” ungkapnya, Senin (22/5).

Sebelum memperoleh silver medal di ajang WYIE 2023, dia juga pernah mendapatkan juara 3 pada LKTI Nasional yang diadakan di Universitas Riau tahun 2022 lalu. 

“Sebenarnya dari dulu saya ingin sekali mendapatkan juara saat mengikuti perlombaan, suka mengikuti lomba desain poster dan puisi. Namun ternyata lewat karya tulis ilmiah saya justru bisa mendapatkan penghargaan,” tambah mahasantri Pesma itu.

Inovasi di Ajang WYIE

Khoirunnisa’ juga sedikit menceritakan pengalamannya mengikuti lomba WYIE yang dilaksanakan selama 11-13 Mei 2023 di Kuala lumpur, Malaysia lalu.

“Karya tulis ilmiah ini sebenarnya banyak temanya, mulai dari sains, teknologi, dan keilmuan lainnya. Nah, topik ini masuk dalam sains, di mana kami mengambil kategori Agriculture dengan membuat permen jelly dari lidah buaya, estrak daun jambang, dan daun stevia untuk mencegah diabetes pada anak,” paparnya.

Mempelajari pengolahan bahan – bahan alami sudah pernah dia pelajari saat duduk di banku kuliah pada mata kuliah Ilmu Bahan Pangan yang kemudian diterapkan pada pembuatan permen jelly ini. Permen ini akhirnya menjadi alternatif bagi anak-anak guna mencegah diabetes anak yang di tahun terakhir angkanya terus meningkat. 

“Setelah ini, tentu bukan akhir dari perjuangan saya, justru menjadi awal. Saya ingin mengembangkan potensi saya sambil menikmati dalam mengenyam Pendidikan di bangku kuliah ini. Saat ini, saya dan tim berniat untuk menyempurnakan produk kami dan melombakanya di event selanjutnya. Besar harapan kami bahwa produk ini dapat dipasarkan dan bermanfaat bagi banyak orang khususnya sebagai tujuan awal kita untuk menurunkan prevalensi diabetes pada anak,” ungkapnya.

Dukungan Segi Rohani dan Mentalitas

Selain itu, harapannya, perolehan prestasi ini dapat membuatnya menjadi lebih baik lagi, tidak gampang puas dengan apa yang didapatkan, dan selalu belajar karena sejatinya orang yang beruntung itu adalah orang yang selalu belajar menjadi lebih baik lagi. Keberhasilan yang diraih juga tidak lepas dari apa yang telah dia dapatkan dari Pesma K.H. Mas Mansur UMS.

“Banyak hal yang saya dapatkan di Pesma, bagaimana cara memanajemen waktu, bersosialisasi dengan orang lain, dan tentunya bagaimana cara lebih dekat dengan Tuhan,” tambahnya.

Dia merasa terdukung saat di Pesma dari segi rohani dan mentalitas dalam mencapai keberhasilan. Salah satu program Pesma yang sangat mendukung, yakni English Class yang menjadi bekal dalam berkomunikasi di luar negeri.

“Saya berharap semoga Pesma menyediakan wadah bagi para mahasantri yang memiliki potensi dalam karya tulis ilmiah agar mahasantri dapat lebih berkembang lagi,” harapnya.

Direktur Pesma, Muamaroh, Ph.D. megucapkan selamat dan turut bangga kepada Khoirunnisa’ yang baru saja mendapatkan prestasi di kancah internasional. Dia juga menjelaskan bahwa mahasantri di Pesma tidak hanya baik secara akhlak, tetapi juga secara prestasi. Menurutnya, dalam dunia kerja tidak semata-mata melihat akademik saja, tetapi soft skill dan keagamaan juga menjadi modal utama.

You do more, you get more. Maka harus terbiasa memberi, berbuat, dan melakukan banyak hal. Pesma memiliki banyak program dan fasilitas yang dapat mahasantri ikuti untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki,” paparnya.

Bagi mahasiswa, lanjutnya, kuliah adalah tanggung jawab ke orang tua, maka harus sungguh-sungguh dan lulus dengan nilai yang baik. Tetapi, ketika kita menjadi aktivis, pengurus, pimpinan organisasi, volunteer, atau aktif dalam kegiatan sosial artinya sudah menjadi tanggung jawab pribadi untuk bekal masa depan agar siap dan sukses terjun ke dunia kerja dan masyarakat. 

Berita Unggulan

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.