Jelang pelaksanaan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2024, dosen pendamping Tim Robot Research Universitas Muhammadiyah Surakarta (Tim RR UMS), Umi Fadlilah, S.T., M.Eng., berharap UMS kembali mendapatkan juara dan maju ke podium nasional.
Umi mengatakan persiapan dari Tim RR UMS telah dimatangkan dan lebih intensif untuk berlaga di tingkat nasional, guna memaksimalkan performa robot buatan mereka.
“Latihannya biasanya lebih intensif dan mengikuti peraturan terbaru. Contohnya Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI), misalnya waktu tingkat wilayah kemarin aturannya tempat sampahnya itu tidak bergetar, kalau tingkat nasional aturannya harus bergetar. Maka kami mengatur ulang robotnya,” ujar Umi, Selasa (2/7/2024)
Presiden RR UMS, Harry Budi Saputra, mengungkapkan seluruh robot yang mengikuti KRI 2024 telah siap mengikuti running test besok. Dia mengatakan kontes tahun ini cukup memacu adrenalin. Sebab, seluruh Tim Robot UMS lolos hingga tingkat nasional.
“Alhamdulillah kami sudah siap untuk besok melakukan running test terus tanggal 4 sama 5 Juli nanti Insyaallah pas lomba semoga dilancarkan. Nah, semua Tim Robot UMS itu totalitas melakukan prepare. Jadi semua melakukan riset dan saling support,” ungkapnya.
Tim Robot UMS juga telah melakukan sejumlah perbaikan agar sesuai dengan peraturan terbaru. Meskipun demikian, Harry mengaku semakin deg-degan ketika melihat robot peserta lain. yang dibawa terlihat besar dan mewah meskipun masih terselubung kain hitam ataupun box kayu.
Menurut Harry, robot adalah sebuah alat yang dimanfaatkan untuk efisiensi energi manusia. Namun, Harry menekankan tidak menutup kemungkinan pengembangan lebih mutakhir di masa depan.
“Dengan adanya tema-tema khusus di KRI ini, mungkin robot bisa dikembangkan seperti menggunakan kamera untuk mendeteksi benda misalnya. Apalagi di Kontes Robot ABU temanya menanam padi. Mungkin kita bisa mengerti sebuah konsep bagaimana penanaman padi untuk di sawah atau yang lainnya,” paparnya.
Senada dengan Harry, Umi memandang keberadaan robot untuk membantu manusia dengan dalangnya adalah manusia itu sendiri.
“Robot secara umum untuk membantu memudahkan kegiatan manusia. Jadi biar lebih cepat tapi tetap yang memikirkan programnya dari manusianya. Programming kemudian dimasukkan ke tubuh robot, sehingga sebenarnya robot itu menjalankan program yang dibuat oleh manusia,” tandasnya.
Penulis: Maysali
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Organisasi Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







