Tentang Materi
Harapan
Pondok Shabran

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Pimpinan Komisariat IMM Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq menyelenggarakan kegiatan Tablig Akbar sebagai penutup dari rangkaian Festival Ramadan 1444 H, Selasa (4/4).

Festival Ramadan 1444 H mengundang anak-anak hingga pelajar SMA di Kartasura untuk ikut menyemarakkan Ramadan. Kegiatan perlombaan diadakan selama dua hari dari tanggal 2-4 April, dengan berbagai macam lomba seperti tahfiz, tartil, azan, pemilihan dai (pendakwah) kecil, mewarnai, dan sebagainya.

Dalam acara penutupan Festival Ramadan 1444 H yang diselenggarakan di halaman Masjid Jami’ Syarif Shabran, Direktur Pondok Shabran UMS, Nur Rizki Febriandika, S.Sy., MBA., MSEI. mengatakan bahwa kegiatan yang didasari atas kerja sama antar pimpinan komisariat IMM ini ke depannya bisa diselenggarakan lagi dengan lebih matang.

“Acara-acara seperti inilah yang sangat mendukung dan sangat kita rindukan. Jadi, untuk ke depannya nanti semoga teman-teman IMM bisa menyiapkan acara yang lebih terencana lagi, lebih matang, dan lebih besar lagi,” ungkapnya penuh harap.

Tentang Materi

Dr. K.H. Tafsir selaku Ketua PWM Jawa Tengah dipilih menjadi pembicara dalam Tablig Akbar tersebut. Materi yang dibawakan berupa fikih Islam (seperti: ketentuan imsak, zakat, dan penentuan 1 Syawal).

“Dalam hal pemahaman dan pengamalan, Islam bisa berubah sesuai dengan perubahan ruang dan waktu,” ungkap Tafsir.

Pada kasus zakat fitrah, hadis tidak menyebutkan bahwa mengeluarkan zakat fitrah dapat menggunakan beras melainkan kurma, gandum, anggur kering, atau makanan. Tetapi, masyarakat Indonesia menggunakan beras sebagai zakat fitrah.

“Beras adalah proses ijmak ulama di Indonesia,” kata Ketua PWM Jawa Tengah itu dan kembali melanjutkan bahwa ijmak (kesepakatan ulama) adalah bagian dari landasan hukum Islam.

Dia juga menerangkan bahwa sekarang Kementerian Agama (Kemenag) dalam menentukan jatuhnya 1 Syawal melalui “Imkanur Rukyat Hilal” menjadi 3 derajat untuk tingginya, menyamakan dengan MABIM (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Menurutnya, hal tersebut akan memunculkan banyak perbedaan karena ibadah (rukun Islam) hampir seluruhnya berkaitan dengan waktu, seperti pada penentuan kapan mulai berpuasa Ramadan atau Idul Fitri.

Harapan

Sebagai salah satu program kerja tahunan IMM Shabran, ketua panitia dari Festival Ramadan 1444 H, Umar Husain Fahruddin berharap kegiatan ini menjadi penggerak bagi anak-anak untuk semakin gemar belajar agama Islam.

“Harapan kami kegiatan ini tidak berakhir di sini saja, dan untuk ke depannya para pengasuh atau pengurus TPQ bisa berperan sebagai penyemangat bagi anak-anak supaya rajin mengaji,” harapnya.

Berita Unggulan

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.