Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) sebagai bagian dari evaluasi capaian sekaligus penyusunan arah pengembangan universitas tahun 2026-2027.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pimpinan UMS, mulai dari rektorat, dekan, kepala biro, ketua lembaga, kepala badan, wakil dekan, ketua program studi, hingga pimpinan unit. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Ahmad Syafii Maarif, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS, Selasa (18/8/2026).

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. mengatakan RTM menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh unsur pimpinan dalam mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memastikan tindak lanjut dapat dilakukan secara terarah.

“Prinsipnya semua komponen UMS hari ini berkumpul di sini dalam rangka membangun kekokohan, membangun kebersamaan, serta membangun keberlanjutan UMS ini sejak pertama kali 68 tahun didirikan, hari ini, esok dan akan datang,” ujarnya.

Menurutnya, proses evaluasi tidak berhenti pada pencapaian program. Tantangan yang lebih besar terletak pada pengendalian dan pengembangan tindak lanjut dari hasil evaluasi tersebut.

RTM selanjutnya akan dilanjutkan dengan Rakerpim hingga hari ketiga. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan pembahasan yang bermanfaat dan menjadi pijakan dalam menentukan program kerja UMS ke depan.

“Semoga kegiatan RTM pada hari ini sampai selesai nanti penuh kemanfaatan, penuh keberkahan, dan mendapatkan keridhaan Allah SWT,” ungkapnya. 

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. saat memberikan sambutan dalam RTM dan Rakerpim di Gedung Ahmad Syafii Maarif, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS, 18 Agustus 2026. Humas UMS/Imam Safii

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS Drs. Marpuji Ali, M.Si. menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen universitas dalam menjaga dan meningkatkan kemajuan UMS.

Ia menyampaikan perjalanan UMS sejak bertransformasi dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah menjadi Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 1980 menunjukkan perkembangan yang pesat. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari ikhtiar seluruh warga universitas serta pertolongan Allah SWT.

“Untuk mencapai cita-cita kampus yang luhur dan unggul di masa depan, diperlukan sinergi dan kebersamaan dari seluruh elemen, mulai dari jajaran rektorat hingga para petugas kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Marpuji juga mengingatkan seluruh warga UMS untuk senantiasa mengedepankan kesabaran dan menjaga salat dalam menjalankan amanah institusi. Kesabaran tersebut, jelasnya, dapat diwujudkan melalui keteguhan dalam menjalankan disiplin kebajikan, menjauhi perbuatan maksiat dan hal-hal yang tidak bermanfaat, serta tahan menghadapi berbagai tantangan.

Salah satu tantangan yang perlu dipersiapkan bersama adalah pelaksanaan akreditasi AIPT yang dijadwalkan pada Desember mendatang. Karena itu, seluruh program studi dan unit diharapkan terus memperkuat kesiapan dan bekerja secara sinergis.

“Jangan menghindari tantangan. Tantangan harus kita hadapi, bahkan kalau perlu kita ciptakan tantangan baru untuk mendorong laju kemajuan universitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, UMS juga terus merespons berbagai dinamika, termasuk performa sejumlah program studi, dengan menghadirkan gagasan pengembangan program studi baru yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menarik minat mahasiswa.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMS Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D. menjelaskan pelaksanaan Rakerpim dikoordinasikan oleh BPP bersama unit kerja di bawah Rektor, termasuk Badan Pengendalian dan Penjaminan Mutu serta Sekretariat Universitas.

“Rakerpim pada dasarnya membahas apa yang sudah kita jalankan setahun yang lalu. Capaian yang kita peroleh seperti apa, kita evaluasi, kemudian kita tindak lanjuti dengan rencana kerja atau rencana operasional untuk tahun 2026-2027,” jelasnya.

Menurut Munajat, penggabungan RTM dan Rakerpim diharapkan membuat hasil evaluasi mutu dapat langsung diterjemahkan ke dalam program kerja. Dengan demikian, proses perencanaan tidak hanya berangkat dari target, tetapi juga berdasarkan evaluasi terhadap capaian dan persoalan yang telah dihadapi pada periode sebelumnya.

“Harapannya dengan RTM dan juga Rakerpim ini, arah pengembangan UMS tahun ke depan memiliki alur yang jelas. Siapa mengerjakan apa, tujuannya ke mana, itu sudah dikonsolidasikan,” ungkapnya.

Ia berharap hasil konsolidasi tersebut dapat mendorong peningkatan capaian UMS pada tahun akademik 2026-2027 dibandingkan periode sebelumnya.

“Pada tahun 2026-2027 nanti, capaian-capaiannya akan lebih meningkat dari capaian yang sebelumnya,” pungkasnya.


Penulis: Fika Annisa’ Sholihah

Editor: Maysali Sudarwati

Kerja Sama

image-featured
15 Agustus 2026

UMS dan Universitas Padjadjaran berkomitmen memperkuat kerja sama riset bereputasi global.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
13 Agustus 2026

Seminar ini menjadi komitmen kerja sama internasional Fakultas Farmasi UMS. Diharapkan dapat melahirkan inspirasi pengembangan terapi melawan kanker.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
23 Juli 2026

UMS dan Southern Institute of Technology Selandia Baru menjajaki kerja sama melalui pilot project yang mencakup sertifikasi bahasa Inggris NZCEL, program dual degree, riset, dan pertukaran dosen.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.