
Deskripsi
Mata kuliah irigasi dan bangunan air adalah mata kuliah wajib Teknik Sipil UMS. Pada mata kuliah ini, mahasiswa akan mempelajari konsep, prinsip, dan rumus-rumus dalam perencanaan irigasi dan hidraulika bangunan air untuk irigasi
Capaian Pembelajaran
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan air irigasi
- Mahasiswa mampu merencanakan jaringan irigasi beserta infrastrukturnya
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi metoda pengambilan air dan menganalisis hidraulika bendung pengambilan air
Yang Kamu Pelajari
Materi yang akan diberikan pada MK Irigasi dan Bangunan Air adalah :
Irigasi di Indonesia dari persawahaan yang sederhana, irigasi semi teknis dan irigasi teknis.
Kebutuhan air irigasi untuk pengolahan lahan mengacu persamaan Van de Goor dan Zijlstra
Kebutuhan air irigasi untuk pertumbuhan padi adalah evapotranspirasi ditambah perkolasi serta dikurangi hujan efektif untuk padi, sedang untuk pertumbuhan polowijo adalah evapotranspirasi ditambah perkolasi serta di kurangi hujan efektif untuk polowijo
3. Jenis dan sistem irigasi dibedakan menurut 3 macam, antara lain irigasi tetes, irigasi genangan serta irigasi pancaran. Ketiga jenis irigasi ini sangat tergantung kondisinya masing-masing Jenis dan sistem irigasi
Sistem pemberian air irigasi dengan genangan untuk padi sesuai dengan cara KP, sistem pemberian air irigasi cara tetes dan pancaran disesuaikan dengan jenis tanaman biasanya untuk tanaman pada lahan kering seperti polowijo, sayuran, padii gogo
Bangunan bagi adalah bangunan di saluran irigasi untuk membagi air irigasi. Bangunan persilangan biasanya menggunakan, gorong-gorong jika saluran irigasi melintasi jalan, menggunakan shyphon jika saluran irigasi bersilangan dan harus melintasi dibawah sungai atau saluran air laainnya, menggunakan talang jika perlintasannya harus diatas jalan, sungai atau saluran air lainnya.
Persamaan Chezy, dan manning serta strikler dapat digunakan untuk menganalisis kecepatan rerata aliran, analisis kapasitas tampang jika lapis lindung dan tampang aliran, serta kemiringan aliran diketahui.
Elevasi minimum dari bendung dapat dianalisis dari elevasi sawah maksimum, ditambah kehilangan energi karena di bangunan bagi, kehilangan energi di saluran irigasi serta di bangunan persilangan lainnya (jika ada).
Desain bendung dengan mercu tertentu, mempertimbangkan elevasi puncak minimum bendung, dan hidraulika bendung
Prasyarat Pengetahuan Sebelumnya
Rekayasa Hidrologi
Hidraulika
Item Penilaian
Tugas, UTS, UAS


