Deskripsi
Capaian Pembelajaran
Yang Kamu Pelajari
Item Penilaian

Deskripsi

Mata kuliah ini membahas konsep, sejarah, dan metode takwil dalam tradisi keilmuan Islam, serta perbedaannya dengan tafsir. Kajian difokuskan pada pendekatan filosofis dalam memahami ayat-ayat mutasyabihat, dengan menelusuri pemikiran tokoh-tokoh seperti al-Farabi, al-Ghazali, Ibn Arabi, dan Mulla Sadra. Mahasiswa diajak mengintegrasikan falsafatut takwil dalam analisis ayat-ayat Qur’ani dan isu-isu kontemporer secara kritis, kontekstual, dan berbasis nilai Islam berkemajuan.

Capaian Pembelajaran

  • Memahami dasar konseptual takwil dalam tradisi Islam.
  • Memahami tokoh-tokoh utama dan tradisi falsafatut takwil.
  • Menganalisis model pendekatan takwil dalam memahami ayat mutasyabihat.
  • Menerapkan pendekatan takwil dalam isu-isu sosial-keagamaan mutakhir.
  • Menulis kajian ilmiah berbasis pendekatan takwil Qur’ani.

Yang Kamu Pelajari

1. Pengantar: Definisi, urgensi, dan ruang lingkup takwil., 2. Perbedaan tafsir dan takwil menurut ulama klasik dan kontemporer., 3. Al-Qur’an dan wilayah makna dzanni – ayat mutasyabihat sebagai objek takwil., 4. Sejarah perkembangan falsafatut takwil dalam pemikiran Islam., 5. Tokoh 1: al-Ghazali dan filsafat takwil etik-transendental., 6. Tokoh 2: Ibn Arabi dan pendekatan esoterik terhadap al-Qur’an., 7. Tokoh 3: Mulla Sadra dan epistemologi iluminasi (hikmah isyraqiyah) dalam takwil., 9. Metode takwil: Hermeneutika falsafi dan pendekatan batiniyah., 10. Studi kasus: Ayat-ayat mutasyabihat dalam tema eksistensi, jiwa, dan akhirat., 11.Takwil terhadap isu sains dan agama (kosmologi, biologi, dsb)., 12. Takwil dan pluralisme agama: tafsir simbolik dan etika lintas iman., 13. Workshop penulisan ilmiah berbasis falsafatut takwil., 14. Presentasi artikel ilmiah dan refleksi penutup

Item Penilaian

Komponen penilaian dalam mata kuliah Falsafatut Takwil dirancang untuk mencerminkan pencapaian pembelajaran dari aspek sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus.

Pertama, kehadiran dan partisipasi aktif diberi bobot 10%, untuk menilai keterlibatan mahasiswa dalam diskusi kelas, pemahaman terhadap materi kuliah, serta kontribusi aktif seperti bertanya, memberi tanggapan kritis, dan menjaga adab akademik selama proses perkuliahan. Kehadiran minimal 80% menjadi syarat mengikuti evaluasi akhir.

Kedua, tugas rutin mingguan berupa resume atau refleksi atas bacaan dan diskusi filsafat takwil diberi bobot 15%. Penilaian ini menitikberatkan pada kemampuan mahasiswa memahami pemikiran tokoh-tokoh takwil serta mengaitkannya dengan konsep-konsep dasar tafsir dan konteks keilmuan kontemporer.

Selanjutnya, analisis pemikiran tokoh takwil, sebagai bagian dari tugas tengah semester, memiliki bobot 20%. Tugas ini mengukur kemampuan mahasiswa menelaah kontribusi tokoh seperti al-Ghazali, Ibn Arabi, atau Mulla Sadra terhadap pendekatan takwil secara kritis dan argumentatif.

Penyusunan esai ilmiah berbasis pendekatan falsafatut takwil juga memiliki bobot 20%, dengan fokus pada orisinalitas gagasan, sistematika penulisan, ketepatan metodologi, dan kesesuaian dengan tema ayat atau isu yang dikaji. Penilaian juga mempertimbangkan integrasi teori takwil dan argumentasi Qur’ani yang mendalam.

Untuk menumbuhkan kesadaran terhadap etika ilmiah, aspek dokumentasi dan penggunaan referensi akademik diberi bobot 10%. Mahasiswa diharapkan menggunakan perangkat bantu seperti Zotero atau Mendeley untuk mengelola kutipan secara sistematis dan menghindari plagiarisme.

Presentasi kelompok mendapat bobot 15%, dan digunakan untuk menilai kemampuan mahasiswa menjelaskan pendekatan takwil terhadap tema-tema filosofis atau sosial seperti ayat tentang jiwa, eksistensi, atau pluralisme agama. Penilaian mencakup kemampuan menyampaikan gagasan secara komunikatif, logis, dan berbasis sumber primer.

Terakhir, ujian akhir berupa presentasi artikel ilmiah atau portofolio individu diberi bobot 10%, untuk mengukur pemahaman integratif mahasiswa terhadap pendekatan, tokoh, dan penerapan takwil dalam studi al-Qur’an secara akademik.

Seluruh komponen penilaian ini dirancang untuk membentuk kompetensi tafsir filosofis yang kritis, reflektif, kontekstual, dan etis, sesuai dengan tujuan mata kuliah dan profil lulusan magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.