Visi
Misi
Tujuan
Capaian Pembelajaran Lulusan

Visi

Pada tahun 2029 menjadi pusat pendidikan dan pengembangan IPTEKS unggul, islami, dan memberi arah perubahan berbasis potensi lokal di bidang gizi dalam pencegahan penyakit tidak menular.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter Islami serta unggul dalam upaya preventif masalah gizi terkait penyakit tidak menular.
  2. Mengembangkan penelitian di bidang gizi sebagai upaya preventif terkait penyakit tidak menular.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi IPTEKS untuk upaya preventif penyakit tidak menular guna mendukung terwujudnya status gizi dan kesehatan yang optimal.
  4. Mengembangkan kerja sama di dalam dan di luar negeri serta mewujudkan rekognisi internasional dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter Islami serta unggul dalam upaya preventif masalah gizi terkait penyakit tidak menular.
  2. Menghasilkan penelitian di bidang gizi sebagai upaya preventif terkait penyakit tidak menular.
  3. Menghasilkan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi IPTEKS untuk upaya preventif penyakit tidak menular guna mendukung terwujudnya status gizi dan kesehatan yang optimal.
  4. Mewujudkan tata pamong Program Studi Ilmu Gizi yang memenuhi kriteria kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab dan adil.
  5. Mewujudkan kerjasama di dalam dan luar negeri serta mewujudkan rekognisi internasional untuk mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.

Capaian Pembelajaran Lulusan

  1. Mampu menginternalisasikan nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, Pancasila dan cinta tanah air dalam pelayanan gizi.
  2. Mampu mengelola KIE dalam pelayanan gizi berbasis potensi lokal untuk pencegahan penyakit tidak menular (PTM).
  3. Mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim kerja baik sesama profesi gizi maupun dengan profesi lainnya sesuai dengan etika profesi yang berlaku.
  4. Mampu mengelola pelayanan gizi dalam proses pemecahan masalah gizi perorangan, kelompok, dan masyarakat berdasarkan standar baku.
  5. Mampu mendokumentasikan pengelolaan pelayanan gizi berdasarkan standar baku.
  6. Mampu melaksanakan penelitian dan pegabdian di bidang gizi sesuai perkembangan IPTEKS dan mendiseminasikannya.
  7. Mampu mengembangkan nutripreneurship untuk produk dan jasa bidang gizi yang inovatif.
  8. Mampu mengembangkan dan mengelola IPTEKS bidang gizi berbasis potensi lokal untuk pencegahan penyakit tidak menular (PTM) sesuai dengan standar baku.
  9. Mampu berfikir kritis dalam penerapan IPTEKS gizi untuk pencegahan dan penanggulangan masalah gizi.