Merespon banjir besar yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Guru Besar Program Studi Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si., memberikan analisis terkait kondisi Kabupaten Demak.
Sebelumnya, Kuswaji melakukan penelitian yang dilakukan pada tahun 1997-1998 di empat kabupaten, yaitu Demak, Jepara, Pati, dan Kudus.
Penelitian tersebut membuktikan dahulu ada sebidang perairan yang memisahkan antara Pulau Muria dengan Pulau Jawa yang dikenal dengan nama Selat Muria. Akibat endapan yang dihasilkan oleh aktivitas gerakan air laut, wilayah perairan tersebut berubah menjadi daratan yang sekarang menjadi wilayah Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang.
“Selat muria adalah cikal bakal munculnya kabupaten-kabupaten pantura, seperti Demak, Grobogan, dan Pati. Hilangnya selat muria ini diperkirakan terjadi pada abad ke-17 karena sedimentasi yang menyebabkan bersatunya Gunung Muria dan Pulau Jawa. Selat Muria merupakan perairan purba yang kemudian mengalami pendangkalan dari proses sedimentasi material beberapa sungai yang bermuara di daerah yang sekarang disebut Grobogan, Demak, Kudus, dan Pati,” papar Guru Besar Geografi UMS itu, Rabu (3/4/2024).
Pendangkalan itu, lanjutnya, juga disebabkan karena longsoran letusan Gunung Muria. Proses pendangkalan Selat Muria diperkirakan sudah terjadi sejak abad ke-13 di mana secara berangsur-angsur, terjadi penyusutan perairan di Selat Muria. Material sedimentasi itu diperkirakan berasal dari Kali Jragung, Tuntang, Serang, Lusi dan Juwana yang membawa material tanah dan bebatuan sehingga perairan selat berubah menjadi daratan.
Kuswaji mengungkapkan ada prediksi Kabupaten Demak akan tenggelam pada tahun 2050 mendatang. Kuswaji mengutip laporan riset yang dirilis Climate Central, suatu perkumpulan ilmuwan dan jurnalis sains yang berfokus pada isu perubahan iklim. Berdasarkan simulasi dari organisasi tersebut, tenggelamnya Kabupaten Demak ini juga diikuti dengan kabupaten lainnya, seperti Kudus dan Pati.
“Dengan tenggelamnya Kabupaten Demak beserta daerah lainnya, memungkinkan Selat Muria yang dulu pernah memisahkan Pulau Jawa dan Gunung Muria akan muncul kembali,” ungkapnya.
Terkait prediksi tenggelamnya Kabupaten Demak pada tahun 2050, Kuswaji menekankan koordinasi lintas kabupaten yakni Kabupaten Demak, Jepara, Pati, dan Kudus.
“Diharapkan kepada empat kabupaten terdampak untuk bersinergi menangani dan membenahi fungsi wilayah hulu sebagai discharge area sebagai daerah resapan air hujan. Musim hujan harus dijadikan musim panen air yang disimpan sebagai cadangan air di musim kemarau,” pungkas Guru Besar UMS itu.
Penulis: Yusuf
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.







