Pengurus Pusat Indonesian Society for Adapted Physical Education (ISAPE) melakukan workshop penyusunan pedoman buku Pendidikan Jasmani dan Olahraga Adaptif. Sebanyak 21 pengurus ISAPE terlibat dalam penyusunan pedoman yang diperuntukkan bagi guru PJOK dalam mengajar peserta didik penyandang disabilitas (PDPD) yang berlangsung selama tiga hari, yakni pada 19-22 November 2021.
Pengurus pusat ISAPE tersebar secara nasional dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur. Wilayah ini mewakili dari beberapa universitas, di antaranya: POR FKIP UMS, FKOR UNS, FIK UNY, FIP Universitas Manado, FKIP Universitas Lambung Mangkurat, FIP UNJ, FIP UPI, FIP UM, FIK UNNES, dan FIK UPI
Dua Dosen UMS Terlibat dalam Penyusunan Pedoman
Dosen Pendidikan Olahraga UMS yang turut dalam kepengurusan ISAPE Pusat, di antaranya: Pungki Indarto, S.Pd., M.Or. (Bidang Data dan Informasi) dan Vera Septi Sistiasih, S.Pd., M.Or. (Bidang Dana dan Kerja Sama). Mereka juga terlibat langsung dalam penyusunan buku panduan yang bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (Direktorat PMPK).
Tentang Kegiatan
Di hari pertama, kegiatan dibuka dengan Forum Grup Discussion (FGD) bersama guru dan stakeholder Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus yang kini menjadi peserta didik penyandang disabilitas. Dua hari selanjutnya diisi dengan penyusunan draf buku pedoman Pendidikan Jasmani dan Olahraga Adaptif yang dihadiri juga oleh dua narasumber inspiratif, yakni Prof. Dr. Adang Suherman, M.A. dan Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi.
Pedoman Praksis Guru PJOK
Kaprodi POR UMS, Nur Subekti, S.Pd., M.Or. berharap penyusunan buku Pendidikan Jasmani dan Olahraga Adaptif ini nantinya menjadi pedoman praktis yang praksis bagi guru dalam mengajar sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.







