Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Giri Bahama Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendelegasikan 14 personel dalam misi pencarian di Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Ketua KMPA Giri Bahama Viki Pratama, yang terlibat dalam operasi SAR itu, menyebutkan Tim KMPA Giri Bahama bergabung bersama ratusan personel search and rescue (SAR) untuk melakukan penyisiran darat. Penyisiran tahap pertama dilakukan pada 19-25 Januari 2026.
“Tim bergerak menyusuri puncak Candi 1, Candi 2, Sangitan, jalur Jobolarangan, hingga jalur Mrutu,” ujar Viki, Selasa (3/2/2026).
Operasi tersebut bertujuan untuk mencari Yasid Ahmad Firdaus, pendaki asal Colomadu, Karanganyar, yang hilang pada Minggu, 18 Januari 2026. Tim pencari telah memfokuskan pencarian pada lokasi dengan probabilitas tinggi di sekitar puncak Candi 1 sampai pos 3 Tapak Nogo.
Sejumlah upaya telah dilakukan, seperti penyisiran manual, pemantauan udara menggunakan drone, dan pengerahan anjing pelacak. Namun kondisi cuaca yang tidak stabil menjadi salah satu penghambat pencarian dan hingga kini belum menemukan titik terang keberadaan Yasid.
Pada pencarian hari ketujuh, tim pencarian sempat mencium bau misterius di sekitar pos 3 Tapak Nogo. Penemuan ini menjadi petunjuk baru keberadaan Yasid. Masa pencarian pun diperpanjang hingga 28 Januari 2026. Masa pencarian kembali diperpanjang hingga 31 Januari 2026. Namun, hasilnya masih nihil.

Tim KMPA Giri Bahama melakukan penyisiran medan vertikal menggunakan akses tali di Bukit Mongkrang, Karanganyar, Jawa Tengah, Januari 2026. Dok.KMPA Giri Bahama
Viki menuturkan Bukit Mongkrang memiliki medan yang cukup sulit. Bukit Mongkrang masuk ke dalam wilayah Pegunungan Lawu Selatan. Wilayah ini memiliki geomorfologi yang didominasi oleh lereng curam stratovolcano tipe B dengan batuan andesitik-basaltik. Ciri-cirinya ditandai hutan primer lebat, morfologi perbukitan terjal, terbentuk dari adanya aktivitas vulkanik purba.
"Secara keseluruhan Pegunungan Lawu Selatan adalah lanskap pegunungan api terjal dan tertutup vegetasi lebat," jelas Viki.
Bagi Viki, kasus hilangnya Yasid adalah pengingat untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatan dalam melakukan kegiatan di luar ruangan. Bekal pengetahuan, fisik, dan persiapan yang matang menjadi langkah strategis dalam menyukseskan kegiatan. Sebab, gunung yang rendah dan jalur yang mudah tidak selalu bebas risiko.
Viki menyampaikan KMPA Giri Bahama berkomitmen selalu memberikan bekal pengetahuan dasar kepecintaalaman kepada calon anggota. Dimulai dari pendidikan dan latihan dasar jungle track sampai dengan masa pengembaraan. Tujuannya meningkatkan kompetensi individu maupun kelompok sebelum menjalankan kegiatan alam bebas untuk meminimalisir risiko ketika berkegiatan.
“Adanya kejadian ini diharapkan anggota KMPA Giri Bahama dapat meningkatkan keterampilan di bidang SAR, navigasi darat, dan menambah kemampuan dalam vertical rescue,” pesan Viki
Dosen Fakultas Geografi UMS Nirma Lila Anggani, S.Si., M.Sc., mengapresiasi keterlibatan KMPA Giri Bahama. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kontribusi nyata dan berdampak dari mahasiswa UMS, khususnya Fakultas Geografi.
“Keterlibatan mahasiswa KMPA Giri Bahama dalam operasi SAR ini merupakan bentuk kontribusi nyata dan berdampak dari mahasiswa dalam membantu persoalan di masyarakat dan berguna bagi sesama. Ketabahan, ketulusan, dan keberanian anggota KMPA Giri Bahama merupakan salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesungguhnya," ujar Nirma.
Ia berharap, dengan adanya kejadian ini, masyarakat akan lebih berhati-hati dalam berkegiatan untuk menjaga etika dan meningkatkan nilai-nilai tanggung jawab serta kedisiplinan ketika di alam bebas dan di manapun.
Penulis: Maysali Sudarwati
Editor: Fika Annisa’ Sholihah