
Deskripsi
Mata kuliah Struktur Beton Balok dan Pelat merupakan mata kuliah yang
sangat penting sebagai dasar perencanaan bangunan teknik sipil, terutama
bangunan gedung yang menggunakan balok dan pelat dari bahan beton bertulang.
Mata kuliah ini mensyaratkan 5 (lima) mata kuliah lain dalam struktur kurikulum
(yaitu: Kalkulus I, Kalkulus II, Statika, Analisis Struktur Portal dan Teknologi Bahan), karena pada dasarnya
mata kuliah ini merupakan perkembangan lebih lanjut dan banyak menggunakan
perhitungan-perhitungan yang berkaitan erat dengan ketiga ilmu prasyarat
tersebut. Materi mata kuliah Struktur Beton Balok dan Pelat mencakup persoalan tentang
seluk-beluk bahan beton dan baja tulangan, untung-rugi pemakaian beton
bertulang, persyaratan dan perhitungan struktur balok beton bertulang dengan
tulangan tunggal maupun tulangan rangkap, panjang penyaluran tegangan dan
sambungan lewatan untuk tulangan tertanam pada beton, perhitungan tulangan
geser (begel) balok, beberapa persyaratan dan perhitungan berbagai macam tipe
plat, serta perhitungan tangga beton bertulang dengan memperhatikan aspek
keamanan dan kenyamanan.
Capaian Pembelajaran
- Mampu menerapkan konsep provisi keamanan terhadap gaya luar dan gaya dalam sesuai prinsip desain beton bertulang.
- Mampu menganalisis kebutuhan tulangan dan dimensi pelat dan balok beton bertulang sesuai SNI yang berlaku
- Mampu memvisualisasikan hasil desain dalam bentuk gambar teknik dan detailing penulangan sesuai kebutuhan pengguna
Yang Kamu Pelajari
1) Pengertian, jenis, dan persyaratan bahan susun, serta cara pembuatan beton.
2)
Untung-rugi pemakaian
beton bertulang pada struktur bangunan.
3)
Sifat dan fungsi
utama beton serta baja tulangan, uji slump, uji kuat tekan beton, dan kuat
tarik baja tulangan.
4)
Pengertian faktor
beban, faktor reduksi kekuatan, kuat perlu, kuat nominal, dan kuat desain
struktur.
5)
Prinsip dasar
hitungan beton bertulang.
6)
Prinsip dasar dan
aplikasi hitungan tulangan longitudinal pada balok dengan tulangan tunggal.
7)
Kondisi keruntuhan
lentur balok: overreinforced, balanced, underreinforced.
8)
Rasio tulangan minimal,
maksimal, dan batasan faktor momen pikul pada desain balok bertulangan tunggal.
9)
Prinsip dasar dan
aplikasi hitungan tulangan longitudinal pada balok dengan tulangan rangkap.
10)
Kuat desain balok
beton tulangan rangkap dengan tulangan tekan belum dan/atau sudah leleh.
11)
Perhitungan panjang
penyaluran tegangan tulangan tertanam pada beton untuk tulangan tarik, tekan,
dan tulangan kait, serta penggambaran selimut momen balok.
12)
Pengertian dan cara
mengatasi retakan geser pada balok, serta prinsip/aplikasi hitungan tulangan
geser (sengkang atau begel) balok.
13)
Pengertian, jenis,
dan analisis momen puntir (torsi) balok dengan analogi rangka ruang, serta desain
tulangan balok akibat torsi.
14)
Pengertian, jenis
tumpuan, serta cara penggambaran tulangan pada plat 1 arah dan 2 arah.
15)
Desain tulangan dan
kuat desain pada plat: luifel, plat dengan 2 tumpuan, plat dengan 4 tumpuan.
16)
Pengertian, fungsi,
jenis, persyaratan, dan komponen struktur tangga beton bertulang.
17) Penentuan ukuran anak
tangga dan desain tulangan tangga beton bertulang.
Prasyarat Pengetahuan Sebelumnya
Kalkulus I, Kalkulus II, Statika, Analisis Struktur Portal, Teknologi Bahan
Item Penilaian
1). Unsur penilaian meliputi: tugas (home work) dan quiz, ujian tengah semester dan akhir semester.
2). Kriteria penilaian dan bobot, menggunakan rumus:
Na = a.TGQ + b.UTS + c.UAS
Keterangan :
Na = Nilai akhir, skor = 0 ~ 100.
TGQ = Nilai (rata-rata) tugas dan/atau quiz, skor = 0 ~ 100, bobot a = 20% ~ 35%. UTS = Nilai ujian tengah semester, skor = 0 ~ 100, bobot b = 35
UTS = Nilai ujian tengah semester, skor = 0 ~ 100, bobot b = 30% ~ 40%.
UAS = Nilai ujian akhir semester, skor = 0 ~ 100, bobot c = 35% ~ 40%.
3). Grade nilai akhir:
A = 80 ~ 100 AB = 70 ~ 79 B = 65 ~ 69 BC = 60 ~ 64
C = 59 ~ 50 D = 35 ~ 49 E = 0 ~ 34.


