Deskripsi
Capaian Pembelajaran
Yang Kamu Pelajari
Prasyarat Pengetahuan Sebelumnya
Item Penilaian

Deskripsi

Purifakasi dan standardisasi bahan obat alam (PSBOA) mempelajari aspek ekstraksi, fraksinasi, pemurnian, uji biologis, dan dasar-dasar penentuan struktur molekul mikro. Kontribusi metabolit sekunder di dalam penemuan obat modern baik pemurnian langsung maupun derivatisasi, pemilihan teknik kromatografi adsorbsi maupun ekslusi menjadi pokok pembicaraan. Demikian pula paradigma standardisasi secara normatif dan saintifik menjadi alasan pelaksanaan. Paremeter non spesifik dan spesifik menjadi bagian pokok standardisasi. Kelemahan metode standardisasi klasik yang mengandalkan 1-2 marker akan diberi wawasan lebih luas dengan memberikan konten metabolomik atau analisis total metabolit.

    Mahasiswa mampu menganalisis, menginterpretasi dan menyimpulkan penentuan struktur senyawa organik berdasarkan prinsip-prinsip elusidasi struktur. 

Capaian Pembelajaran

  • Mahasiswa mampu menjelaskan peran penting metabolit alam dan urgensi pekerjaan pemurnian di bidang farmasi
  • Mahasiswa mampu memilih metode pemurnian metabolit sekunder dan primer, kontrol stabilitas, status halal dan menunjukkan paramater puriti isolat..
  • Mahasiswa mampu memilih metode bioassay, analisis potensi, dan kontrol kualitas uji farmakologis.
  • Mahasiswa mampu memprediksi struktur senyawa isolat berdasarkan data spektroskopi
  • Mahasiswa mampu menjelaskan standarisasi ekstrak alam berdasar parameter spesifik, non spesifik, dan kontrol kualitas berbasis metabolomik.

Yang Kamu Pelajari

1. Kontribusi senyawa metabolit sekunder dan primer otentik sebagai bahan kuratif, promotif, preventif, dan kosmetik.

2. Problem penemuan obat dan komersialisasi produk farmasetik: lead finding, hit, dan marketed drugs.

3. Proyeksi dan urgensi penetapan kriteria bahan prioritas obyek purifikasi.

4. Teknik ekstraksi dan fraksinasi berbasis solubilitas target: known and unknown compounds

5. Teknik pemurnian berbasis kromatografi

6. Monitoring efek berbasis bioassay guided fractionations.

7. Urgensi puriti terhadap bioaktifitas (efek) dan dosis serta teknik monitoring puriti berbasis KLT, HPLC, MS dan NMR.

8. Penentuan/estimasi golongan isolat berbasis spektroskopi.

9. Kelemahan isolat, kelebihan crude extract in term of coworking effects dan urgensi standarisasi bahan ekstrak.

10. Parameter standarisasi spesifik.

11. Parameter standarisasi non spesifik.

Prasyarat Pengetahuan Sebelumnya

Farmakognosi 1

Item Penilaian

Komponen penilaian 

1. Presentasi  dan diskusi  kasus = 10%

2. Tugas  : 20%

3. Nilai Ujian Tengah Semester (T)  = 35%

4. Nilai Ujian Akhir Semester (A)    = 35%

NF = (3P + 3,5T + 3,5A)/10

 

Penilaian mutlak :

Lebih dari  80             : A

75 s/d <80  : AB

70 s/d <75  : B

65 s/d 70    : BC

55 s/d <65  : C

40 s/d <55  : D

0 s/d < 40   : E