
Deskripsi
praktik. Pemberian program terapi latihan tentunya harus menguasai aspek komponen anatomi manusia,
gerakan, serta dasar fisiologi tubuh. Mata kuliah Terapi Latihan II ditempuh pada semester IV dengan
beban 2 SKS dan terdiri dari Teori serta Praktikum. Dalam mata kuliah Terapi Latihan II ini, mahasiswa
akan belajar terkait konsep dan pendekatan latihan terkini yang efektif diterapkan pada berbagai
kondisi/kasus klien/pasien. Mahasiswa juga akan belajar untuk merancang latihan dan dosis latihan yang
efektif sesuai dengan kondisi dan telaah referensi terbaru.
Capaian Pembelajaran
- Mahasiswa mampu memahami dan mendemonstrasikan program latihan dan bobath concept
- Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendemonstrasikan Proprioceptive Neuromuscular Fascilitation
- Mahasiswa mampu mengetahui dan mendemonstrasikan Motor re-Learning Program
- Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendemonstrasikan program latihan pada nyeri regio tubuh
- Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendemonstrasikan program latihan pada cidera olahraga, fraktur, dan alat bantu jalan
Yang Kamu Pelajari
1) Perkembangan Pendekatan Program Latihan
2) Bobath Concept Introduction
3) Bobath Concept Aplication
4) Proprioceptive Neuromuscular Fascilitation (PNF) Introduction
5) Proprioceptive Neuromuscular Fascilitation (PNF) Aplication
6) Motor re-Learning Program (MRP)
7) Motor re-Learning Program (MRP) Aplication
8) Constraint Induced Movement Therapy (CIMT)
9) Program Latihan pada kondisi Nyeri Bahu
10) Program Latihan pada kondisi Nyeri Pinggang
11) Program Latihan pada Kondisi Pelvic Floor Disfunction
12) Program Latihan pada kondisi pasca Cidera Olahraga
13) Program Latihan pada kondisi pasca Fracture
14) Latihan Penggunaan Alat Bantu Jalan
Prasyarat Pengetahuan Sebelumnya
Terapi Latihan I; Fisiologi Latihan
Item Penilaian
Presensi/kehadiran : 5%
Ujian Tengah Semester : 30%
Ujian Akhir Semester (teori dan Praktikum) : 40%
Tugas : 25%


