Deskripsi
Capaian Pembelajaran
Yang Kamu Pelajari
Item Penilaian

Deskripsi

Objek studi agama akan mencakup sekurang-kurangnya teks ajaran dan perilaku keagamaan. Teks menjadi objek studi agama karena ia menjadi sumber ajaran, dan perilaku menjadi objek studi agama karena ada di antaranya didorong, dimotivasi, oleh ajaran agama. Selain perilaku, pemikiran manusia ada juga yang di satu sisi dimotivasi, didorong oleh ajaran agama, dan di sisi lain mencoba mendeskripsikan, menjelaskannya, bahkan mendorong perilaku dan/atau perubahan individu/kelompok. Karena itu, pemikiran keagamaan, termasuk pemikiran Islam, menjadi salah satu objek studi agama. Karena pemikiran lazimnya tersimpan dalam dokumen tertulis, ada yang memasukkannya sebagai bagian dari teks ajaran. Berdiri sendiri atau menjadi bagian dari teks ajaran, pemikiran keagamaan/Islam menjadi penting untuk dikaji. Pemikiran Islam, bersama `Ulumul Qur’an, Tafsir, `Ulumul Hadis, Hadis, Ushul Fiqh, Fiqh Ibadah, dan Sejarah Peradaban Islam, adalah rumpun mata kuliah keilmuan dan ketrampilan yang mendasar bagi pengkaji studi Islam, termasuk mahasiswa Fakultas Agama Islam. Karena luasnya cakupan, Pemikiran Islam di sini lebih memfokuskan pada warisan pemikiran Islam klasik di bidang Ilmu Kalam, Filsafat Islam, dan Mistisisme Islam (tasawuf) antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-16, terutama lima abad pertamanya, saat dunia Islam dikenal sebagai avant-garde dunia beradab.

Capaian Pembelajaran

  • Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor historis yang mendorong kelahiran pemikiran kalam
  • Mahasiswa mampu menjelaskan konsep-konsep: fungsi aql dan wahyu, konsep iman dan status pendosa besar, sifat Tuhan (ta’thil dan taushif), perbuatan manusia, lima aksioma muktazilah, status al-Qur’an dan konsep penciptaan alam dan hukum kausalitas versus kebiasan
  • Mahasiswa mampu menjelaskan faktor historis yang melatar belakangi kelahiran pemikiran Falsafah Islam, falsafah dan agama, dan teori ketuhanan, teori wujud dan lima kekal, teori emanasi, teori jiwa, teori kenabian, teori wujud, dan teori lima kekal
  • Mahasiswa mampu menjelaskan teori politik, moral dan illuminasi
  • Mahasiswa mampu menjelaskan faktor historis yang melatar belakangi kelahiran Mistisisme dalam Islam (Tasawuf) dan konsep-konsep maqâm dan hâl (dan macam-macamnya), 3T (takhallî, tahallî, dan tajallî), konsep mahabbah dan ma`rifah, konsep fanâ’ & baqâ’, konsep ittihâd, hulûl, dan wahdat al-wujûd, dan konsep al-insân al-kâmil.

Yang Kamu Pelajari

Materi perkuliahan ini meliputi: Faktor-faktor historis yang mendorong kelahiran pemikiran kalam, aliran-aliran dalam Ilmu Kalam, konsep fungsi aql dan wahyu, konsep iman dan status dosa besar, sifat Tuhan (ta'thil dan taushif) dan perbuatan manusia. Faktor historis yang melatar belakangi kelahiran pemikiran Falsafah Islam, falsafah dan agama, Teori ketuhanan, emanasi, jiwa, dan kenabian, teori wujud dan lima kekal (a-Razy), teori politik (al-Farabi), teori moral (Ibnu Maskawaih), dan teori illuminasi (Suhrawardi al-Maqtul). Faktor historis yang melatar belakangi kelahiran Mistisisme dalam Islam (Tasawuf) dan konsep maqâm dan hâl (dan macam-macamnya), 3T (takhallî, tahallî, dan tajallî), konsep mahabbah dan ma`rifah, konsep fanâ’ & baqâ’, konsep ittihâd, hulûl, dan wahdat al-wujûd, dan konsep al-insân al-kâmil

Item Penilaian

1. Presensi : 5 % 2. Tugas : 25% 3. UTS : 35% 4. UAS : 35%