Deskripsi
Capaian Pembelajaran
Yang Kamu Pelajari
Item Penilaian

Deskripsi

Mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Matematika ini mengandung nilai-nilai ke-Islam-an yang merupakan perpaduan antara Ilmu Pendidikan

dengan nilai-nilai ke-Islam-an yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits. Selain itu, pembiasaan atau budaya keislaman dibangun dengan rutinitas

pada awal perkuliahan yaitu membaca Al-fatihah, surah pendek pada Al-Qur’an, dan doa Tholabul Ilmi. Pada akhir perkuliahan ditutup dengan

membaca doa Kafaratul Majelis.

Capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) Pengembangan Bahan Ajar Matematika dicapai melalui proses pembelajaran interaktif. Pembelajaran

interaktif ini merupakan interaksi antara mahasiswa dengan dosen dan mahasiswa dengan mahasiswa. Mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar

Matematika ini juga mengandung prinsip interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif dan kolaboratif.

Prinsip Interaktif terlihat dalam interaksi antara mahasiswa dengan dosen dan mahasiswa dengan mahasiswa. Kegiatan interaktif nampak pada

perkuliahan daring maupun luring, diskusi kelompok, presentasi, sesuai dengan RPS. Prinsip holistik, terlihat pada proses pembelajaran yang

komprehensif dan terbuka terhadap wacana-wacana kekinian. Prinsip integratif, terlihat dari integrasi antar mata kuliah satu dengan yang lainnya

seperti mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Matematika terintegrasi dengan mata kuliah Problematika Pendidikan Matematika. Prinsip saintifik

dalam mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Matematika mencakup beberapa elemen kunci mengembangkan bahan ajar berdasarkan penelitian

terkini dalam pendidikan matematika untuk memastikan efektivitas dan relevansi, menggunakan metode empiris untuk menguji dan mengevaluasi

bahan ajar sebelum diterapkan, termasuk feedback dari pengguna (dosen dan mahasiswa), menerapkan hasil penelitian untuk mengadaptasi

bahan ajar agar sesuai dengan kebutuhan dan konteks siswa yang beragam, melakukan evaluasi berkala terhadap bahan ajar untuk meningkatkan

kualitas dan efektivitas berdasarkan data yang dikumpulkan dari penggunaan di kelas, dan mengintegrasikan teknologi dan metode pengajaran

terbaru dalam pengembangan bahan ajar untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa. Prinsip kontekstual dalam mata kuliah

Pengembangan Bahan Ajar Matematika menekankan pentingnya mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa. Berikut

beberapa aspek kuncinya mengembangkan bahan ajar yang mencakup masalah dan aplikasi matematika yang dihadapi mahasiswa dalam

kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat melihat kegunaan matematika, mempertimbangkan latar belakang budaya mahasiswa dalam

merancang materi, agar lebih mudah dipahami dan diterima, mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui

proyek atau kegiatan yang mencerminkan konteks lokal mereka, memanfaatkan lingkungan sekitar, seperti objek, tempat, atau situasi yang ada di

komunitas, sebagai sumber belajar, dan mengaitkan matematika dengan disiplin ilmu lain dan situasi yang relevan, seperti sains, ekonomi, atau

seni, untuk menunjukkan hubungan antar bidang. Prinsip efektif, setiap mata kuliah dilaksanakan dengan metode, pendekatan dan model

pembelajaran yang sesuai dengan karakter materi agar tujuan pembelajaran setiap mata kuliah bisa tercapai. Prinsip kolaboratif, terlihat dalam

proses pembelajaran dikelas seperti diskusi kelompok.

Selanjutnya, CPMK Pengembangan Bahan Ajar Matematika dicapai melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreativitas,

kapasitas, kepribadian, kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam rangka pencapaian kompetensi mahasiswa dalam mata

kuliah Pengembangan Bahan Ajar Matematika.

Capaian Pembelajaran

  • Mahasiswa menguasai konsep bahan ajar matematika dan mampu menjelaskan fungsi, peran, dan kegunaan bahan ajar matematika, serta memahami dasar-dasar penulisan bahan ajar dan etika dalam penulisan ilmiah.
  • Mahasiswa dapat mengembangkan kreatifitas berfikir dalam menciptakan bahan ajar matematika sesuai dengan model RME, CTL, PBL, PjBL dan sejenisnya untuk mendukung ketrampilan 4C (creativity, critical thinking, communication, dan collaboration).
  • Mahasiswa dapat mengembangkan kreatifitas berfikir dalam menciptakan bahan ajar matematika sesuai dengan model RME, CTL, PBL, PjBL dan sejenisnya untuk mendukung ketrampilan 4C (creativity, critical thinking, communication, dan collaboration).

Yang Kamu Pelajari

Materi perkuliahan ini meliputi:

1. Fungsi bahan ajar, Jenis bahan ajar.

2. Dasar-dasar penulisan bahan ajar.

3. Model pengembangan bahan ajar.

4. Etika dalam penulisan ilmiah dan teknik perujukan.

5. Critical thinking and problem solving.

6. Creativity and Innovation.

7. Communication and collaboration.

8. Media Literacy.

9. Techlogy Literacy.

10. Model-model pembelajaran untuk berpikir kritis dan kreatif: RME, CTL, PBL, PjBL, STEM, STEAM, dll

11. Mengembangan topik terpilih matematika sekolah untuk mendukung ketrampilan 4C

Item Penilaian

Kriteria:

1.Presentasi

2.Pemahaman

permasalahan

3.Kemampuan

dalam menjawab

pertanyaan

maupun

tanggapan dari

mahasiswa dan

dosen

Teknik

Penilaian:

Partisipasi, Unjuk

Kerja, Tes Tertulis

Bentuk:

Rubrik, Portofolio