
Deskripsi
Mata kuliah Pengkajian Keperawatan Medikal Bedah Lanjut berfokus pada pencapaian kemampuan merancang Pengkajian keperawatan secara komprehensif dalam mendukung penegakkan diagnosis keperawatan. Pembahasan meliputi anatomi topografi fungsi normal organ tubuh dan data yang muncul sebagai proses patofisiologinya sebagai dasar yang kuat untuk melakukan pengkajian lanjut. Pada mata kuliah ini akan dikembangkan kemampuan melakukan pengkajian meliputi: kemampuan wawancara, kemampuan pengkajian fisik seluruh sistem tubuh dan analisis pemeriksaan penunjang yang terkait dengan kondisi patologi sistem tersebut dan riwayat yang terkait dengan gangguan yang terjadi. Metode pembelajaran yang digunakan adalah diskusi interaktif casebased learning, problembased learning, research-tutored.
Capaian Pembelajaran
- Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik sistem kardiovaskuler, respirasi, hematologi, dan perioperatif secara sistematis dan komprehensif, menganalisis temuan klinis secara kritis, mengevaluasi keterkaitannya dengan kondisi patofisiologis, serta mengintegrasikan hasil pemeriksaan dalam pengambilan keputusan keperawatan berbasis evidence-based practice secara mandiri dan profesional.
- Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik sistem endokrin, pencernaan, imunologi, dan perkemihan secara sistematis dan komprehensif, menganalisis temuan klinis secara kritis, mengevaluasi keterkaitannya dengan proses patofisiologis, serta mengintegrasikan hasil pemeriksaan dalam pengambilan keputusan keperawatan berbasis evidence-based practice secara mandiri dan profesional.
- Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik sistem persarafan, muskuloskeletal, integumen, dan persepsi sensori secara sistematis dan komprehensif, menganalisis temuan klinis secara kritis, mengevaluasi keterkaitannya dengan proses patofisiologis dan gangguan fungsional, serta mengintegrasikan hasil pemeriksaan dalam pengambilan keputusan keperawatan berbasis evidence-based practice secara mandiri dan profesional.
Yang Kamu Pelajari
Materi perkuliahan ini meliputi: 1. Penjelasan RPS, RPM, Timeline, dan Kontrak Perkuliahan 2. Penerapan model/teori keperawatan dalam pengkajian keperawatan 3. Analisis kelebihan dan kekurangan, dan syarat-syarat penerapan model/teori keperawatan dalam pengkajian keperawatan Pengkajian lanjut sistem pernafasan a. Anamnesa b. Pemeriksaan fisik pernafasan: observasi, palpasi, perkusi, auskultasi c. pemeriksaan penunjang: Chest X-Ray, pulmonary function test (Spirometri; Plethysmograph), dan Analisa Gas Darah (AGD) Pengkajian lanjut sistem kardiovaskuler: a. Anamnesa b. Pemeriksaan fisik kardiovaskuler: observasi, palpasi, perkusi, auskultasi c. Pemeriksaan penunjang: EKG, Echocardiographi, Chest X -Ray, Ankle Brachial Test, cardiac stress test, pemeriksaan invasive: Angiography Pengkajian KMB lanjut dengan penerapan model/teori keperawatan pada sistem neuro: a. riwayat keperawatan b. pemeriksaan fisik neuro: status mental, saraf cranial, fungsi motorik, fungsi sensorik, reflex, rangsang meningeal c. Pemeriksaan penunjang: CTScan/MRI kepala, electroencephalogram (EEG), Electromyography (EMG), cerebral angiography Pengkajian KMB lanjut dengan penerapan model/teori keperawatan pada sistem Imun: a. Riwayat keperawatan b. Pemeriksaan fisik sistem Imun: Kasus HIV/AIDS c. Pemeriksaan penunjang sistem imun tes imunologi dan serologi, biopsi, test darah Pengkajian KMB lanjut dengan penerapan model/teori keperawatan pada Integumen: Pemeriksaan fisik sistem integumen: a. Riwayat keperawatan b. Pengkajian kulit (inspeksi: warna & lesi, luka tekan; palpasi: temperature, kelembaban, tekstur, turgor) c. Pengkajian kuku dan rambut d. Pemeriksaan penunjang integumen: patch/scratch test Simulasi pengkajian KMB lanjut sistem respirasi, kardiovaskuler, neuro, imunologi dan integumen Pengkajian KMB lanjut dengan penerapan model/teori keperawatan pada sistem gastro hepato-bilier: a. Riwayat keperawatan b. Pemeriksaan fisik gastro hepato-bilier: pemeriksaan abdomen, hepar, gastro & pemeriksaan tambahan khusus c. Pemeriksaan penunjang: fungsi hati, tes darah, endoscopy, X-rays (Gastrointestinal atas dan bawah). Pengkajian KMB lanjut dengan penerapan model/teori keperawatan pada sistem endokrin: a. Riwayat keperawatan b. Pemeriksaan fisik sistem endokrin: pemeriksaan tiroid, pemeriksaan kaki DM & pemeriksaan tambahan khusus c. Pemeriksaan penunjang dan interpretasinya: pengukuran kadar hormon, pemeriksaan gula darah Pengkajian KMB lanjut dengan penerapan model/teori keperawatan pada sistem perkemihan: a. Riwayat keperawatan b. Pemeriksaan fisik sistem perkemihan c. Pemeriksaan penunjang dan interpretasinya: urinalisis, tes BUN, intravenous pyelogram, sistoskopi, X-ray abdominal Pengkajian KMB lanjut dengan penerapan model/teori keperawatan pada sistem penglihatan: a. riwayat keperawatan a. pemeriksaan fisik mata, pemeriksaan gerakan otot mata, tes ketajaman penglihatan (uji refraksi), pemeriksaan lapang pandang, tes buta warna, dan tonometri Pengkajian KMB lanjut dengan penerapan model/teori keperawatan pada sistem pendengaran; a. riwayat keperawatan b. pemeriksaan fisik telinga, tes bisik, tes penala, dan audiometri Pengkajian KMB lanjut dengan penerapan model/teori keperawatan pada sistem muskuloskeletal: a. Riwayat keperawatan b. Pemeriksaan fisik muskuloskeletal: pengkajian postur, gait, & fungsi cerebellar; pengkajian ektremitas; pengkajian sendi & otot; & pemeriksaan tambahan khusus ektremitas c. Pemeriksaan penunjang: X-ray/CT scan/MRI ektremitas & tulang spinal, bone scan, bone density, arthroscopy, arthrocentesis Simulasi pengkajian KMB lanjut sistem gastro hepato-bilier, endokrin, perkemihan, persepsi sensori, dan musculoskeletal
Item Penilaian
Rubrik penilaian, portofolio


