
Deskripsi
Mata kuliah ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang Ulumul Qur'an dan Ulumul Hadis, baik dari aspek teoritis maupun metodologis. Mahasiswa akan mengkaji prinsip-prinsip keilmuan dalam studi Al-Qur’an dan Hadis, memahami metodologi penelitian dengan pendekatan interdisipliner, serta menganalisis teori dan model kajian yang berkembang dalam studi Islam. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dan etika akademik, mengembangkan pemikiran kritis dan kreatif dalam kajian Al-Qur'an dan Hadis, serta mengintegrasikan keilmuan Islam dalam konteks multidisipliner. Selain itu, mahasiswa akan dibekali dengan keterampilan akademik dalam menyusun penelitian dan mempublikasikan hasil kajian berbasis studi Islam.
Capaian Pembelajaran
- Mahasiswa mampu menginternalisasi nilai ketakwaan, etika akademik, dan penghargaan terhadap keberagaman dalam studi Islam.
- Mahasiswa mampu menguasai dan menerapkan metode penelitian dalam studi Islam dan Tasawuf dengan pendekatan interdisipliner.
- Mahasiswa mampu memahami dan mengembangkan teori serta model kajian dalam studi Islam dan Tasawuf.
- Mahasiswa mampu berpikir logis, kritis, dan sistematis dalam penelitian serta penyusunan karya ilmiah.
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan memetakan bidang keilmuan Islam dalam perspektif multidisipliner
Yang Kamu Pelajari
1) Pendahuluan: Integrasi Ulūmul Qur’an dan Ulūmul Hadis, 2) Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an dan Hadis, 3) Ilmu Qirā’āt dan Periwayatan Hadis, 4) Ilmu Asbābun Nuzūl dan Asbābul Wurūd, 5) Ilmu Nāsikh wa Mansūkh dalam Al-Qur’an dan Hadis, 6) Ilmu Wujūh dan Nazhā’ir dalam Al-Qur’an dan Hadis, 7) Ilmu Takhrīj Hadis dan Kitab Muʿjam Mufahras li Alfāẓ al-Qur’an, 8) Metode Kritik Sanad dan Matan Hadis dalam Kajian Tafsir, 9) Kritik Orientalisme terhadap Al-Qur’an dan Hadis, 10) Digitalisasi Kajian Al-Qur’an dan Hadis, 11) Integrasi Al-Qur’an dan Hadis dalam Kajian Sosial Keagamaan, 12) Teknik Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah dalam Studi Al-Qur’an dan Hadis, 13) Seminar dan Presentasi Hasil Kajian Mahasiswa, 14) Evaluasi Akhir dan Refleksi Perkuliahan.
Item Penilaian
Komponen penilaian dalam mata kuliah Ulūmul Qur’an dan Ulūmul Hadis dirancang untuk mencerminkan pencapaian pembelajaran dari aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara menyeluruh dan terintegrasi. Aspek pertama adalah kehadiran dan partisipasi aktif, yang diberi bobot sebesar 10%, mencakup kehadiran minimal 80% serta keterlibatan mahasiswa dalam diskusi kelas dan aktivitas ilmiah lainnya seperti bertanya, memberi tanggapan, atau menyumbangkan pemikiran. Selanjutnya, terdapat tugas rutin mingguan berupa resume atau refleksi terhadap bacaan tafsir dan hadis dengan bobot 15%, yang bertujuan untuk mengukur pemahaman teks serta kemampuan mengaitkannya dengan nilai-nilai kemanusiaan dan etika akademik.
Pada pertengahan semester, mahasiswa diberikan tugas analisis perbandingan karya tafsir, dengan bobot 20%, yang menilai kemampuan dalam membandingkan metode dan pendekatan dua mufassir secara kontekstual dan metodologis terhadap satu tema tertentu. Penugasan ini melatih daya analisis, berpikir kritis, serta kepekaan terhadap perbedaan corak penafsiran. Selain itu, mahasiswa juga menyusun esai ilmiah yang memiliki bobot 20%, di mana penilaian difokuskan pada aspek keaslian gagasan, sistematika penulisan, kekuatan argumen, serta ketepatan penggunaan sumber tafsir atau hadis yang relevan. Untuk menanamkan kesadaran terhadap integritas ilmiah, mahasiswa juga dinilai melalui pengelolaan referensi dan dokumentasi ilmiah, sebesar 10%, dengan menggunakan alat bantu seperti Zotero atau Mendeley untuk menghindari plagiasi dan memastikan keteraturan bibliografi.
Selain tugas individu, mahasiswa juga mengikuti presentasi kelompok dengan bobot 15%, yang ditujukan untuk mengukur kemampuan menjelaskan tema-tema khusus seperti ayat hukum, aqidah, atau sosial dalam tafsir dan hadis secara komparatif dan komunikatif. Terakhir, ujian akhir diberikan dalam bentuk portofolio atau ujian tertulis dengan bobot 10%, untuk menilai pemahaman menyeluruh mahasiswa terhadap perkembangan tafsir dan hadis, baik dari sisi historis, corak pemikiran, maupun pendekatan keilmuan. Seluruh komponen penilaian ini disusun untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi akademik yang kritis, sistematis, dan berlandaskan etika keilmuan.


