
Deskripsi
Mata kuliah Tafsir Tahlili wa Tatbiquhu membahas metode tafsir tahlili sebagai pendekatan dalam memahami Al-Qur’an secara rinci dan mendalam, dengan menelusuri makna ayat berdasarkan aspek bahasa, sejarah, asbabun nuzul, serta korelasinya dengan ayat-ayat lain. Mahasiswa akan mengkaji perkembangan tafsir tahlili dari era klasik hingga modern, memahami prinsip dan kaidah dalam menafsirkan Al-Qur’an, serta menerapkannya dalam menganalisis isu-isu kontemporer yang relevan dengan kebutuhan umat Islam. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa juga dilatih untuk melakukan penelitian akademik berbasis tafsir tahlili guna menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu tafsir dan studi keislaman
Capaian Pembelajaran
- Mahasiswa mampu Menjelaskan konsep dan karakteristik tafsir tahlili secara teoritis.
- Mahaiswa mampu Mengidentifikasi unsur-unsur analisis dalam tafsir tahlili.
- Mahasiswa mampu Menganalisis ayat secara komprehensif dengan pendekatan tahlili.
- Mahasiswa mampu Membandingkan penafsiran ulama klasik dan kontemporer secara kritis.
- Mahasiswa mampu Menyusun karya tafsir tahlili berbasis metodologi akademik.
Yang Kamu Pelajari
Item Penilaian
Komponen penilaian dalam mata kuliah Tafsīr Taḥlīlī wa Taṭbīquhu dirancang untuk membentuk kompetensi akademik mahasiswa dalam memahami dan menerapkan tafsir secara mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, dengan pendekatan analitis dan aplikatif. Penilaian pertama adalah kehadiran dan partisipasi aktif sebesar 10%, yang menilai tingkat kehadiran minimal 80%, serta keterlibatan mahasiswa dalam diskusi kelas, tanya jawab, dan kontribusi dalam forum ilmiah. Kedua, diberikan tugas rutin mingguan berupa analisis ayat atau refleksi terhadap bacaan tafsir, dengan bobot 15%, untuk mengukur sejauh mana mahasiswa mampu memahami struktur ayat, konteks maknanya, serta relevansinya dengan isu keumatan dan etika akademik.
Sebagai bentuk penilaian formatif, mahasiswa akan menyusun tugas tengah semester berupa penafsiran ayat secara taḥlīlī terhadap satu tema spesifik (misalnya ayat sosial, aqidah, atau hukum), yang diberi bobot 20%. Tugas ini mengukur kemampuan mahasiswa dalam melakukan analisis tekstual ayat Al-Qur’an secara menyeluruh, dengan memperhatikan aspek bahasa, konteks turunnya ayat (asbāb al-nuzūl), serta penjelasan mufassir klasik dan kontemporer. Selain itu, penyusunan esai ilmiah tematik tentang satu topik tafsir aplikatif diberikan bobot 20%, menilai aspek keaslian ide, kualitas argumentasi, keterpaduan referensi, serta kemampuan menerapkan ayat dalam konteks modern.
Untuk membangun integritas akademik, aspek dokumentasi dan pengelolaan referensi juga dinilai sebesar 10%, di mana mahasiswa diwajibkan menggunakan perangkat seperti Zotero atau Mendeley dalam menata kutipan dan bibliografi. Selanjutnya, presentasi kelompok diberikan bobot 15%, bertujuan mengukur kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan dan menerapkan hasil tafsir terhadap tema tertentu secara sistematis dan komunikatif, baik dari segi isi maupun penyampaian. Terakhir, ujian akhir dalam bentuk portofolio tafsir atau ujian tertulis diberikan bobot 10%, untuk menilai penguasaan komprehensif mahasiswa terhadap metodologi taḥlīlī dan keterampilan dalam menerapkannya secara ilmiah. Seluruh komponen ini disusun untuk menumbuhkan sikap ilmiah, keterampilan kritis, dan pemahaman mendalam terhadap makna ayat-ayat Al-Qur’an dalam konteks kehidupan masa kini.


