
Deskripsi
Mata kuliah Manahij al-Mu'ashirah fi al-Tafsir al-Qur'an pada program Magister Ilmu Quran dan Tafsir bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang teori-teori tafsir kontemporer, serta penerapannya dalam konteks sosial, politik, dan budaya. Mahasiswa akan mempelajari pendekatan tafsir modern yang berkembang dalam menghadapi tantangan zaman, serta cara menganalisis teks-teks tafsir klasik dan kontemporer dengan menggunakan metodologi yang tepat. Mata kuliah ini juga mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah dan penelitian yang berkualitas, serta menyajikan hasil penelitian secara ilmiah dan komunikatif
Capaian Pembelajaran
- Mahasiswa dapat Memahami dan Menganalisis Metodologi Tafsir
- Mahasiswa mampu Menguasai dan menganalisis Metode Tahlili dan Aplikasinya dalam Penafsiran Al-Qur’an
- Mahasiswa mampu Menerapkan Metode Tafsir Maqasidi untuk Memahami Tujuan Ayat Al-Qur’an
- Mahasiswa mampu Mengembangkan Kemampuan Membandingkan Metode Tafsir dengan Pendekatan Muqarin
- Mahasiswa mampu menganalisa dan menjelaskan Hasil Penelitian Tafsir Secara Komunikatif dan Efektif
Yang Kamu Pelajari
Item Penilaian
Komponen penelitian dalam mata kuliah Manahij al-Mu'ashirah fi al-Tafsir al-Qur'an meliputi Aspek sikap memiliki bobot 20%, yang mengukur kemampuan mahasiswa dalam menunjukkan sikap religius, etis, serta kemampuan untuk menghargai perbedaan pendapat dalam diskusi akademik. Mahasiswa diharapkan dapat menunjukkan sikap yang terbuka dan menghormati nilai-nilai etika ilmiah. Aspek pengetahuan diberi bobot 30%, yang mengevaluasi seberapa baik mahasiswa menguasai materi kuliah, mampu mengaitkan teori-teori tafsir kontemporer dengan isu-isu kontemporer, serta menjelaskan dengan jelas dan mendalam topik yang dibahas. Aspek keterampilan umum, juga dengan bobot 30%, menilai kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas, melakukan penelitian, dan menyusun laporan atau karya ilmiah dengan pendekatan yang tepat dan terstruktur. Mahasiswa diharapkan dapat menunjukkan kemampuan praktis yang baik dalam menyelesaikan tugas akademik. Terakhir, aspek keterampilan khusus dengan bobot 20%, menilai kemampuan mahasiswa dalam melakukan analisis mendalam dan kritis terhadap teks-teks tafsir dan menghasilkan karya ilmiah yang orisinal dan bermanfaat. Setiap aspek ini berperan penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa dalam penguasaan tafsir dan keterampilan penelitian ilmiah


