
Deskripsi
Mata kuliah Dinamika Terjemah Qur’an di Indonesia membahas perkembangan sejarah dan proses penerjemahan Al-Qur’an di Indonesia, termasuk tokoh-tokoh penting, metode terjemahan, serta pengaruh sosial, budaya, dan keagamaan terhadap gaya dan makna terjemahan. Mahasiswa akan mempelajari tantangan dalam mentransfer pesan Al-Qur’an ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah, serta dampaknya terhadap pemahaman dan praktik keislaman di masyarakat. Selain itu, mata kuliah ini juga mengkaji kritik dan evaluasi terjemahan Al-Qur’an untuk menumbuhkan kesadaran akan sensitivitas bahasa dan konteks budaya dalam penyampaian pesan suci. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis kompleksitas terjemahan Al-Qur’an dan kontribusinya dalam studi Al-Qur’an dan identitas keislaman di Indonesia.
Capaian Pembelajaran
- Memahami perkembangan sejarah dan dinamika terjemahan Al-Qur’an di Indonesia
- Menganalisis teori, metode, dan pendekatan dalam terjemahan Al-Qur’an
- Mengevaluasi kualitas dan dampak terjemahan Al-Qur’an di Indonesia
- Menerapkan teknik dan prinsip terjemahan Al-Qur’an dalam praktik
- Menginternalisasi dan menerapkan etika serta tanggung jawab dalam penerjemahan dan publikasi terjemahan Al-Qur’an
Yang Kamu Pelajari
1) Pengantar Mata Kuliah dan Pentingnya Studi Terjemah Al-Qur’an (Pengenalan mata kuliah, tujuan, dan cakupan materi, dan Pentingnya terjemahan Al-Qur’an dalam konteks Indonesia). 2) Sejarah Terjemahan Al-Qur’an di Indonesia (Awal mula terjemahan Al-Qur’an di Indonesia, Tokoh-tokoh pelopor dan karya-karya awal, Faktor sosial dan keagamaan yang mempengaruhi terjemahan, Perkembangan terjemahan pada masa kolonial dan pasca-kemerdekaan, studi kasus terjemahan klasik dan modern). 3) Teori dan Metode Terjemahan Al-Qur’an (Pendekatan linguistik dan hermeneutik dalam terjemahan, Metode literal vs. interpretatif, Tantangan menerjemahkan makna tekstual dan kontekstual). 4) Bahasa dan Gaya dalam Terjemahan Al-Qur’an (Analisis bahasa sumber (Arab) dan bahasa sasaran (Indonesia), Gaya bahasa dan retorika dalam terjemahan, Perbedaan dialek dan bahasa daerah dalam terjemahan), 5) Faktor Sosial dan Budaya dalam Terjemahan Al-Qur’an (Pengaruh budaya lokal terhadap pilihan kata dan makna, Sensitivitas budaya dan keagamaan dalam penerjemahan, Diskusi: kasus-kasus kontroversial dalam terjemahan) 6) Peran Tafsir dalam Terjemahan Al-Qur’an (Hubungan antara tafsir dan terjemahan, Penggunaan tafsir klasik dan kontemporer sebagai rujukan, Contoh penerapan tafsir dalam terjemahan) 7) Dinamika Kritik Terjemahan Al-Qur’an di Indonesia (Kritik akademik dan masyarakat terhadap terjemahan, Kriteria kualitas terjemahan yang baik, Diskusi: analisis kritis terjemahan populer) 8) Terjemahan Al-Qur’an dan Identitas Keislaman di Indonesia (Terjemahan sebagai medium pembentukan identitas keagamaan, Peran terjemahan dalam dakwah dan pendidikan Islam, Studi kasus: terjemahan dan gerakan keagamaan) 9) Terjemahan Al-Qur’an dalam Media Digital dan Modernisasi (Terjemahan Al-Qur’an di era digital (aplikasi, website, media sosial), Dampak teknologi terhadap penyebaran dan variasi terjemahan, Tantangan dan peluang modernisasi terjemahan) 10) Studi Kasus Terjemahan Al-Qur’an Kontemporer di Indonesia (Analisis mendalam satu atau dua terjemahan kontemporer, Perbandingan gaya dan pendekatan) dan Etika dalam Terjemahan Al-Qur’an (Isu etika dalam penerjemahan dan publikasi) 11) Praktik Penyusunan Terjemahan dan Evaluasi (Latihan menerjemahkan ayat-ayat pilihan dengan bimbingan, Evaluasi dan diskusi hasil terjemahan mahasiswa, Refleksi atas proses dan tantangan terjemahan)
Item Penilaian
Komponen penilaian dalam mata kuliah Dinamika Terjemah Qur’an di Indonesia dirancang untuk mencerminkan pencapaian pembelajaran dari aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pertama, aspek kehadiran dan partisipasi aktif sebesar 10% menilai keterlibatan mahasiswa dalam diskusi kelas, kehadiran minimal 80%, serta kontribusi dalam kegiatan ilmiah seperti bertanya atau memberi tanggapan. Kedua, tugas rutin mingguan berupa resume atau refleksi terhadap bacaan tafsir diberikan bobot 15%, yang mengukur kemampuan mahasiswa memahami isi teks dan mengaitkannya dengan nilai-nilai kemanusiaan dan etika akademik.
Selanjutnya, analisis perbandingan karya tafsir, sebagai tugas tengah semester, memiliki bobot 20%. Tugas ini menilai kemampuan mahasiswa membandingkan metode dan pendekatan dua mufassir terhadap tema tertentu secara kontekstual dan metodologis. Penyusunan esai ilmiah diberi bobot 20%, dengan penilaian pada aspek keaslian, sistematika, kekuatan argumen, serta penggunaan sumber tafsir yang tepat. Untuk menanamkan kesadaran etika ilmiah, dokumentasi dan pengelolaan referensi tafsir juga dinilai sebesar 10%, di mana mahasiswa diharapkan menggunakan alat bantu seperti Zotero atau Mendeley untuk mencegah plagiasi.
Kemudian, presentasi kelompok mendapat porsi 15% dan ditujukan untuk menilai kemampuan mahasiswa menjelaskan tema-tema khusus dalam tafsir (seperti ayat hukum, aqidah, sosial) secara komparatif dan komunikatif. Terakhir, ujian akhir berupa portofolio atau ujian tertulis diberikan bobot 10%, untuk mengukur pemahaman menyeluruh mahasiswa terhadap corak, pendekatan, dan faktor historis dalam perkembangan tafsir klasik dan modern. Seluruh komponen penilaian ini dirancang untuk membentuk kompetensi akademik yang integratif, kritis, dan etis sesuai dengan tujuan mata kuliah


