Sejak Kecil Tak Asing dengan Komputer
Berorganisasi hingga Terjun Membantu Proyek Dosen
Delapan Tahun Menekuni Profesi Dosen
Melanjutkan Karier sebagai IT Project Manager

Sejak Kecil Tak Asing dengan Komputer

Memilih program studi yang merefleksikan minat belajar sehari-hari menjadi jawaban penentu bagi seorang Annisa Mauliani kala dirinya dinyatakan lulus dari bangku SMA. Meskipun sempat bergumul dengan pikirannya sendiri, akhirnya ia mantap mendaftar Sarjana Teknik Informatika UMS di tahun 2008. 

Kami berkesempatan berbincang dengan Nisa di tengah kesibukannya yang padat merayap. Wanita asal Solo itu asyik bercerita mengenai dunia masa kecilnya yang memandang kagum karyawan-karyawan ayahnya yang lihai menggunakan komputer.

"Saya itu tumbuh di keluarga pebisnis, bapak lulusan Teknik Sipil dan kebetulan punya sebuah perusahaan consulting. Dari sanalah, setiap hari pandangan saya dipenuhi oleh karyawan-karyawan yang pandai mengoperasikan komputer. Saya kagum sekali, dan mulai berpikir saya ingin belajar komputer, sesimpel itu," jelas Nisa.

Kini Nisa, sapaan akrabnya, telah mengadu nasib ke Jakarta sejak sembilan tahun silam. Melalang buana menjadi seorang dosen di universitas-universitas negeri hingga swasta di Jakarta dan berakhir menjadi seorang IT Project Manager di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang IT Consulting di Jakarta. Wanita berparas tegas itu kemudian dengan sumringah membawa kami berbincang lepas mengenai masa pencarian jati diri yang ia habiskan di kota kelahiran, Solo.

Berorganisasi hingga Terjun Membantu Proyek Dosen

“Saat kuliah, saya berteman dengan anak-anak Teknik Elektro, dan entah bagaimana saya menjadi akrab dengan dosen-dosen muda di lingkungan teknik, khususnya Teknik Informatika dan Teknik Elektro. Di tahun kedua kuliah, saya mulai digandeng ke beberapa proyek dosen, yang masih saya ingat dan memiliki cerita tersendiri adalah saat saya berkesempatan ikut melihat langsung pembangunan jaringan IT  Bandara Adi Sumarmo Solo. Kemudian, saya juga pernah menjadi asisten dosen untuk empat mata kuliah, kalau tidak salah ingat, yaitu Sistem Basis Data, Jaringan Komputer, Algoritma dan Pemrograman, dan Komunikasi Data.”

Tak hanya berkutat dalam dunia akademis, Nisa juga melatih kemampuan sosial dan leadership-nya dalam berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMATIF) UMS. Di sana, ia menjabat sebagai Koordinator Sosial Masyarakat yang membuat Nisa terlibat dengan berbagai kegiatan himpunan.

“Alhamdulillah saya dapat lulus tepat waktu di tahun 2012. Mengenang masa kuliah membuat saya tiba-tiba teringat sosok yang berjasa, beliau adalah Pak Husni Thamrin, M.T., Ph.D., dosen pembimbing skripsi yang memudahkan dan membantu saya meraih gelar sarjana.”

Saat terbesit nama Pak Husni, Nisa hanya terkagum-kagum dengan metode ajar yang digunakan dosen Algoritma dan Struktur Data tersebut. Pembawaan Pak Husni yang sabar dan tidak berbelit-belit menjadi keistimewaan beliau.

“Meskipun saya sudah bergelar sarjana pada saat itu, saya tak langsung memutuskan untuk bekerja. Tanpa berpikir panjang saya mencoba untuk studi lanjut S2, dan kabar baiknya saya diterima di Ilmu Komputer UGM yang masuk dalam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).”

Delapan Tahun Menekuni Profesi Dosen

Usai bergelar magister, Nisa menjajal keberuntungannya menjadi seorang dosen di Ibu Kota. Profesi pertama Nisa membawanya berkiprah di dunia akademis selama sewindu. 

“Saya pernah menjadi dosen IT (Information and Technology) di Universitas Terbuka Jakarta, Universitas Borobudur, UNISMA Bekasi hingga Kwik Kian Gie School Of Business. Terakhir saya mendapatkan promosi untuk menjadi Kepala Jurusan IT di Kwik Kian Gie School Of Business.”

Menjadi Kepala Jurusan IT membuat sepak terjang Nisa kian melebar. Ia mulai terlibat dengan proyek-proyek besar seperti Kementerian dan Google Indonesia. “Langkah awal yang baik untuk menyelami Industri IT,” pikirnya kala itu.

“Setelah menekuni profesi dosen sampai Kepala Jurusan IT selama itu, saya berpikir apa lagi yang akan saya cari? Menjadi Dekan? Menjadi Rektor? Ah, sepertinya bukan itu passion saya. Lalu saya banting setir, dari dunia akademis ke industri IT.”

Melanjutkan Karier sebagai IT Project Manager

Nisa mengawali karier perdananya di industri IT sebagai IT Project Manager di PT Metrocom Global Solusi. Ia bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dan memimpin tata kelola proyek, memastikan aktivitas berjalan sesuai dengan ruang lingkup yang direncanakan, hingga meninjau masalah manajemen dan risiko. 

“Di sana, saya meng-handle beberapa proyek-proyek strategis, di antaranya: empat proyek banking industry, satu proyek provider telekomunikasi, dan dua lainnya di industri pemerintahan (bidang asuransi dan jaminan sosial),” ungkap wanita yang kini menetap di Jakarta itu.

Nisa kemudian melanjutkan kariernya sebagai Professional IT Project Manager di Perusahaan IT Bisnis Partner Consultant Astra Group. Perannya diperusahaan yang baru ialah menggarap proyek yang berfokus pada pembuatan dan pengembangan aplikasi. 

“Kali ini saya bertanggung jawab meng-handle proyek untuk Astra Group, dan fokusnya adalah pembuatan aplikasi. Sebagai gambaran, aplikasi yang saat ini sedang dikembangkan adalah aplikasi berbasis mobile di Android dan IOS untuk salah satu fitur berkendara.”

Bagi Nisa, berkecimpung dalam industri IT adalah dunianya yang sesungguhnya. Impian masa kecilnya yang ingin sekadar pintar mengoperasikan komputer sudah sepenuhnya terpenuhi.

“Bersyukur sekali, selama kuliah ada beberapa mata kuliah yang dapat diimplementasikan, salah satu contohnya adalah Basis Data. Pada dunia IT, apapun yang dikerjakan (aplikasi, jaringan, dan lain-lain), basis data selalu terpakai,” ujar wanita yang sudah berkecimpung di dunia IT selama lebih dari 11 tahun itu.

Kini, berbuat baik kepada siapapun dan dalam keadaan apapun menjadi kalimat sakti yang digunakan Nisa dalam mengadu nasib di Jakarta. Dunia industri membentuk pola pikir dan kebiasaan yang sangat berbeda dengan dunia akademisi. Sebab itu, adaptasi menjadi senjata yang sangat diperlukan untuk menghadapi setiap tantangan dan kegagalan dalam kehidupan.

“Apabila dalam prosesnya kita sempat terjatuh, ya tidak apa-apa, asalkan setelah itu kita bisa bangkit untuk melanjutkan hidup kembali. Prinsip itulah yang menguatkan dan membawa saya mencapai titik ini.”

Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Ingin berkarier seperti Nisa?

Berita Unggulan

image-featured
13 Juni 2026

Begadang jadi hobi mayoritas orang Indonesia. Penggunaan gawai diduga menjadi biang keladinya. Apa dampak begadang bagi tubuh manusia?

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
12 Juni 2026

Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?

image-featured
10 Juni 2026

Tim FEB UMS berdiskusi dengan perwakilan PPI Jepang. Bahas strategi branding destinasi wisata Indonesia agar semakin dikenal oleh masyarakat internasional, khususnya di Jepang.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.