Dua peneliti Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. apt. Andi Suhendi, M.Sc. dan Dr. Tanti Azizah Sujono, S.Si., M.Sc., mengembangkan dua produk herbal berbasis bahan alam lokal. Dua produk tersebut bernama SEFA-DIAB dan SEFA-FIT.

Andi Suhendi mengatakan dua produk tersebut berpotensi menjadi terapi alternatif penderita penyakit kronis dan gangguan imun. “Penelitian ini masing-masing berfokus pada penanggulangan diabetes dan peningkatan daya tahan tubuh,” ujar Andi, Jumat (17/1/2025).

SEFA-DIAB memadukan ekstrak kulit kayu manis, daun salam, buah pare, dan brotowali. Andi mengatakan kombinasi ini diteliti untuk menurunkan kadar glukosa darah, serta meningkatkan produksi insulin pada model tikus yang diinduksi diabetes.

Andi menjelaskan penelitian SEFA-DIAB dilakukan dengan mengamati perbaikan histologi pankreas hewan uji. Hewan tersebut telah dikondisikan untuk mengalami diabetes.

“SEFA DIAB ini fokus pada aktivitas penurunan kadar glukosa darah. Kajian mekanismenya melalui peningkatan kadar insulin pada tikus yang sengaja dibuat diabetes,” ujar Direktur Pusat Studi Standarisasi Ekstrak Farmasi (SEFA) UMS itu.

Sementara SEFA-FIT adalah produk kombinasi ekstrak kulit manggis, daun kelor, dan herba meniran. Andi memamaparkan penelitian ini berfokus pada peningkatan kekebalan tubuh. Caranya dengan mengamati peningkatan kemampuan sel imun menelan partikel asing, serta kemampuan produksi antibodi dan sitokin untuk melawan infeksi.

Riset yang berlangsung sekitar satu tahun tersebut mendapat pendanaan masing-masing Rp10 juta dari program RisetMu untuk penelitian tahun 2024 dan 2025. Uji dilakukan di Laboratorium Farmakologi dan Biologi Farmasi Fakultas Farmasi UMS dengan metode pretest-posttest control group design, mencakup pengukuran kadar glukosa darah, insulin, serta analisis histopatologi pankreas.


Produk SEFA-FIT dan SEFA-DIAB usai mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“SEFA-FIT fokus pada aktivitas imunostimulan pada hewan uji yang diinduksi. Hal ini juga didukung oleh data interferon gama yang meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas fagositosis. Kadar IgG (Imunoglobulin G) setelah pemberian SEFA-Fit juga meningkat, menunjukkan potensi besar sebagai imunostimulan,” kata dosen Program Studi Farmasi UMS itu.

Uji in vivo dilakukan pada mencit dengan metode carbon clearance, sheep red blood cell (SRBC) untuk pengukuran titer antibodi, serta induksi vaksin hepatitis B guna mengamati respons sitokin. Riset SEFA-FIT didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) sebesar Rp120,79 juta.

Kedua penelitian ini menargetkan publikasi pada Tropical Journal of Natural Product Research yang terindeks Scopus. Andi menegaskan, hasil temuan diharapkan menjadi landasan ilmiah pengembangan fitofarmaka berbasis bahan alam lokal, sekaligus mendukung kemandirian bahan baku obat di Indonesia.


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Gede Arga Adrian

Berita Unggulan

image-featured
18 Juni 2026

Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, overthinking kerap menghantui sejumlah generasi muda. MPQ UMS mengajak pemuda kembali ke Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa.

image-featured
18 Juni 2026

Qur’anic Fest kembali hadir untuk mencetak generasi muda berpaut pada Al-Qur’an. Menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa di tengah jenuhnya dunia.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
16 Juni 2026

UMS Fun Run kembali hadir untuk menggalakkan hidup sehat dan memperkuat kebersamaan antarmasyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.