
MPQ UMS Ajak Generasi Muda Atasi Overthinking dengan Al-Qur’an
Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, overthinking kerap menghantui sejumlah generasi muda. MPQ UMS mengajak pemuda kembali ke Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa.
Baru-baru ini dosen dan mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan kader posyandu memperkenalkan aplikasi DISTROPHIS ke masyarakat Desa Kwaren, Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan itu bertempat di Gor 1, Gor 2, dan Ruang Rapat Balai Desa Kwaren.
Dihubungi pada Minggu (5/5/2024), dosen pembimbing, Arif Pristianto, S.St.Ft., M.Fis., mengatakan DISTROPHIS merupakan inovasi baru pelayanan fisioterapi yang memiliki fitur monitoring kesehatan untuk bidan, kader posyandu, dan pemerintah. DISTROPHIS juga dilengkapi fitur edukasi kesehatan balita dan lansia, terutama dalam bidang rehabilitasi disabilitas stroke.
Aplikasi itu direncanakan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Arif menyebutkan manfaat aplikasi DISTROPHIS meliputi:
Tim DISTROPHIS berkolaborasi dengan mahasiswa Fisioterapi dan Alih Jenjang UMS yang sudah berprofesi sebagai praktisi fisioterapi, serta kader posyandu sebagai pelopor untuk memperkenalkan aplikasi DISTROPHIS ke masyarakat Desa Kwaren. Anggota Tim DISTROPHIS yaitu:
Arif mengatakan DISTROPHIS merupakan output dari program Innovillage, sebuah kompetisi sociopreneurship terbesar di Indonesia untuk menghasilkan solusi digital bagi permasalahan sosial.

Innovillage hadir sejak 2020 sebagai respon terhadap kondisi pandemi Covid-19. Innovillage melibatkan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi untuk memperkuat peran mahasiswa dalam mendorong inovasi dan digitalisasi demi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Indonesia.
Program Innovillage 2023 diikuti oleh 2.385 Mahasiswa dengan didampingi oleh 446 dosen pendamping dari 101 perguruan tinggi di Indonesia. Setelah dilakukan seleksi dari total 795 proposal social project yang diusulkan, terpilih 163 social project yang berhak mendapatkan pendanaan implementasi dengan total Rp2.4 miliar.
“Tim DISTROPHIS mengusulkan proposal skema peningkatan dampak sosial berbasis SDGs kategori Disabilitas, yang bertajuk “DISTROPHIS” Solusi Smart Monitoring Kesehatan dan Rehabilitas Pasca Stroke,” papar Arif.
Setelah pelaksanaan implementasi lapangan serta kegiatan Sharing Knowledge and Bootcamp 163 Social Project selesai dilaksanakan, diambil 38 social project yang terdiri dari 35 tim skema peningkatan dampak sosial berbasis SDGs (Sustainable Development Goals) dan tiga tim skema keberlanjutan yang akan mengikuti proses pembekalan dan presentasi final atau online pitching.
“Alhamdulillah (kami) lolos 38 besar dan berkesempatan untuk menyampaikan presentasi final atau online pitching tentang social project yang telah dilakukan,” ungkapnya.
Presentasi final atau online pitching, dilakukan untuk menentukan tim social project yang akan mendapatkan penghargaan berdasarkan kategori yang telah ditentukan.
Arif berharap aplikasi DISTROPHIS dapat memberikan manfaat lebih luas terhadap program pemerintah seperti program Indonesia Emas 2045, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), dan SDGs.
“Tidak hanya digunakan di Desa Kwaren saja, tetapi dapat dimanfaatkan oleh desa-desa lain dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Penulis: Yusuf
Editor: Gede
Sumber: News UMS

Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, overthinking kerap menghantui sejumlah generasi muda. MPQ UMS mengajak pemuda kembali ke Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa.
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.