Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka Program Studi Fisioterapi untuk jenjang Magister (S2) di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK). Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek) Nomor 53/E/O/2024 tentang Izin Pembukaan Program Studi Fisioterapi Program Magister pada Universitas Muhammadiyah Surakarta di Kota Surakarta yang diselenggarakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.
Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Dekan FIK UMS, Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes. mengucapkan rasa syukur yang tiada terkira karena UMS bisa mengawali pembukaan Program Magister Fisioterapi pertama di Indonesia.
“Ini adalah program yang sangat dinantikan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Fisioterapi Indonesia untuk kebutuhan peningkatan dan pengembangan ilmu fisioterapi yang akan membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas layanan fisioterapi untuk masyarakat,” ungkapnya, Minggu (14/1).
Umi berharap Prodi Magister Fisioterapi UMS dapat memenuhi kebutuhan tenaga fisioterapi khususnya di dunia akademik dengan keahlian yang sesuai, berkontribusi positif dalam pengembangan keilmuan fisioterapi secara umum dan memperkokoh keilmuan fisioterapi dengan basic biomolekuler dan ilmu gerak sebagai pondasi (secara khusus) sesuai dengan keunggulannya.
“Semoga dapat eksis mengikuti perkembangan ilmu fisioterapi di level nasional sesuai dengan masalah kesehatan di Indonesia dan di level global dalam domain layanan fisioterapi di bawah World Physical Therapy,” harap Umi.
Rencana Pengembangan Prodi
Sebagai Dekan FIK, Umi memiliki rencana ke depan untuk Prodi Magister Fisioterapi agar semakin eksis dan unggul. Rencana tersebut meliputi: (1) Menjalankan tata kelola yang baik sehingga proses pengelolaan prodi tetap berjalan baik dan update; (2) Memenuhi dan mengembangkan sarana prasarana yang mutakhir untuk pengembangan ilmu fisioterapi; (3) Menjalin kerja sama dengan masyarakat untuk bisa berkontribusi melayani kebutuhannya; (4) Menjalin kerja sama dengan pemerintah sehingga bisa berkontribusi khususnya untuk layanan fisioterapi; dan (5) Menjalin kerja sama dengan institusi fisioterapi dan komunitas fisioterapi luar negeri untuk selalu update pengembangan keilmuan fisioterapi.
Dr. Mahendra Wahyu Dewangga, S.Fis., M.Biomed. sebagai Tim Task Force menceritakan pengajuan Program Studi Magister Fisioterapi sebenarnya sudah direncanakan cukup lama. Selama tahun 2023 proses pembuatan dan pengajuan berkas-berkas pembentukan program studi menjadi cukup serius hingga akhirnya proses submit berkas diajukan pada 13 November 2023.
“Alur pengajuan di mulai sejak awal tahun 2023, dari mempersiapkan berkas, mempersiapkan tenaga dosen dan mempersiapkan segala penunjang yang diperlukan untuk proses submit,” jelas Mahendra.
Rencana dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan berbagai pihak, baik rektorat, stakeholder, Asosiasi Pendidikan Tinggi Fisioterapi Indonesia (APTIFI), dan Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) guna membahas proses penerimaan mahasiswa baru.
“Kemudian kami berencana menjadikan prodi kami sebagai rujukan keilmuan fisioterapi di Indonesia dan di kancah internasional yang unggul dalam bidang biomolekuler dan ilmu gerak yang berfokus pada sistem muskuloskeletal dan neuromuskuler,” tutup Mahendra.
Penulis: Yusuf
Editor: Genis
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







