Ada beragam cara yang dilakukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam menutup semester genap. Salah satunya adalah pentas drama oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS. Digelar selama empat hari, 8-11 Juli 2024, di Hall C Kampus 1 UMS, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris menyuguhkan sajian yang berbeda setiap harinya.
Suguhan drama hari pertama bertajuk Escalations. Mengisahkan konflik yang terjadi di SMA Altarikas, sebuah sekolah yang terkenal dengan prestasi akademiknya. Kepala sekolah, Pak Denis, yang dikenal tegas, mengumumkan aturan baru untuk ujian mendatang, termasuk pemasangan kamera dan biaya tambahan bagi siswa. Keputusan ini memicu kemarahan para guru dan tekanan bagi siswa. Ketika Bella, seorang siswa berprestasi, tiba-tiba gagal ujian, sekelompok siswa yakni Putri, Ryan, Mia, dan Bella, mulai curiga dan menyelidiki. Mereka mendengar percakapan mencurigakan antara Pak Denis dan seorang siswa bernama Rafa, yang mengungkapkan adanya kecurangan di balik ujian tersebut.
Di hari kedua, mereka menyajikan drama berjudul The Doctor in Spite of Himself, sebuah drama komedi karya Molière yang mengisahkan tentang seorang dokter palsu bernama Sganarelle yang secara tidak sengaja dipaksa untuk mengobati seorang wanita bisu. Drama ini penuh dengan identitas yang salah, dialog yang cerdas, dan situasi yang absurd. Pada akhirnya, cinta menang dan tindakan konyol Sganarelle berhasil menyelamatkan keadaan. Drama ini menyuguhkan hiburan yang penuh tawa dan pesan moral yang kuat.
Penampilan hari ketiga mengusung Ruby of Elsinore, sebuah adaptasi modern dari kisah klasik Hamlet karya William Shakespeare. Drama ini berfokus pada karakter Ruby, yang harus menghadapi pengkhianatan dan mencari kebenaran di lingkungan kerajaan yang penuh dengan intrik dan konspirasi. Dengan sentuhan kontemporer, drama ini menggabungkan elemen klasik dengan isu-isu modern yang relevan, menciptakan pengalaman teater yang mendalam dan reflektif.
Drama hari keempat menyuguhkan The Madams, menceritakan sekelompok wanita yang menjalankan bisnis ilegal di bawah kedok kesopanan masyarakat. Drama ini mengeksplorasi isu-isu sosial dan perjuangan perempuan dalam menghadapi ketidakadilan dan stigma. Dengan karakter yang kuat dan alur cerita yang menegangkan, The Madams menawarkan pandangan kritis tentang peran dan hak wanita dalam masyarakat.

Suasana panggung pada pementasan drama Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMS. dok.Humas UMS
Dengan persiapan yang matang, para mahasiswa menampilkan karya terbaik mereka di hadapan penonton yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.
Pementasan ini merupakan bagian dari tugas proyek mata kuliah Drama yang diampu Dr. Abdillah Nugroho dan Dr. Titis Setyabudi. Mata kuliah Drama tidak hanya fokus pada penguasaan bahasa tetapi juga pada pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, dan negosiasi.
“Pementasan ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari dalam praktik nyata. Kami berharap, melalui proyek ini, mereka tidak hanya belajar tentang seni peran tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup yang penting,” ungkap Abdillah, Kamis (11/7/2024).
Kesempatan untuk belajar dan berkembang pementasan drama tidak hanya melibatkan kemampuan akting, tetapi juga memerlukan perencanaan yang matang, koordinasi antar anggota tim, dan eksekusi yang tepat. Selama persiapan, mahasiswa dilibatkan dalam berbagai aspek produksi, mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, hingga pengaturan teknis seperti pencahayaan dan tata suara.
“Kami ingin mahasiswa merasakan tantangan nyata dalam mengelola sebuah proyek besar. Ini adalah bagian dari pembelajaran yang tidak bisa mereka dapatkan di dalam kelas,” lanjutnya.
Titis menambahkan, mahasiswa juga belajar bagaimana berkomunikasi dan bernegosiasi dengan pihak eksternal, seperti mencari sponsor dan mengatur promosi acara.
“Setiap kelompok telah bekerja keras untuk menyajikan drama yang berkualitas. Kami bangga dengan dedikasi dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para mahasiswa. Ini adalah bukti nyata bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman praktis seperti ini,” tambah Titis.
Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam mengeksplorasi bakat dan minat mereka di bidang seni dan bahasa. Dengan adanya pementasan drama ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMS berharap dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa Pendidikan Bahasa Inggris tidak hanya sebatas teori, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk kreativitas.
Penulis: Fika
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Karya Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







