Berbagi pengalaman dengan ahli pendidikan dari luar negeri menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan Tanah Air. Itulah yang dilakukan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UMS lewat kegiatan kuliah umum dosen tamu bertajuk “Belajar dari Sistem Pendidikan di Belanda dan Norwegia”, Jumat (23/02/2024). 

Kuliah umum yang dihadiri 91 mahasiswa S1 PBSI dan S2 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) itu menghadirkan Eline Visser. Ph.D., peneliti asal Belanda di University of Oslo, Norwegia. Terlihat para peserta antusias mendengarkan penjelasan Eline seputar sistem pendidikan di Eropa Barat.


Bukan kali pertama acara serupa diselenggarakan PBSI UMS. Sejak tahun 2021, acara ini menjadi bagian program rekognisi yang diusung PBSI UMS. Dosen PBSI UMS, Yunus Sulistyono, M.A., Ph.D., mengatakan acara ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa UMS tentang sistem pendidikan di negara lain. 

“Kegiatan ini untuk memberikan pengalaman belajar berharga bagi mahasiswa. Jadi tidak seperti kuliah rekognisi sebelumnya yang membahas linguistik, kali ini kami ingin membuka cakrawala pengetahuan mahasiswa tentang sistem pendidikan di luar negeri,” ujar Yunus.  

Mengundang dosen asal Belanda adalah cara yang dilakukan PBSI. Menurut Yunus, Belanda dan Norwegia mampu menduduki peringkat lebih tinggi daripada Indonesia pada PISA 2022 (Programme for International Student Assessment). “Makanya kami tertarik untuk mengulik langsung sistem pendidikannya secara lebih dalam bersama pakar yang memiliki pengalaman menempuh pendidikan di kedua negara tersebut,” lanjut dia.

Saat sesi pemaparan, Eline mengungkapkan penyelenggaraan pendidikan di Belanda dan Norwegia dimulai  dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Sistem pendidikan di Eropa Barat memiliki persentase yang lebih detail mengenai porsi teori dan praktik. Beberapa keunggulan yang diceritakan oleh Eline antara lain: TK di Norwegia cenderung murah bahkan hampir gratis, hingga sistem pembelajaran luar ruangan yang dilakukan sejak TK sampai SMP. 

Mahasiswa yang hadir juga dilibatkan dalam sesi diskusi mengenai pemeringkatan pendidikan di Eropa Barat. Sebab, banyak negara di Eropa Barat menempati peringkat tertinggi dibanding Indonesia. Lewat diskusi, PBSI mengajak mahasiswa UMS berpikir kritis tentang penyebab peringkat pendidikan Indonesia lebih rendah dibanding Eropa Barat.

Eline berharap kualitas sistem pendidikan di Indonesia dapat terus ditingkatkan. “Perkuat pembiasaan literasi dasar, baik itu baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya, serta kewarganegaraan menjadi salah satu pondasi yang dapat terus ditingkatkan,” pungkas Eline.


Penulis: Raindini Citra Handayani

Editor: Gede

Tertarik belajar bahasa dan sastra Indonesia?

Berita Unggulan

image-featured
18 Juni 2026

Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, overthinking kerap menghantui sejumlah generasi muda. MPQ UMS mengajak pemuda kembali ke Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa.

image-featured
18 Juni 2026

Qur’anic Fest kembali hadir untuk mencetak generasi muda berpaut pada Al-Qur’an. Menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa di tengah jenuhnya dunia.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
16 Juni 2026

UMS Fun Run kembali hadir untuk menggalakkan hidup sehat dan memperkuat kebersamaan antarmasyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.