Keluarga Mahasiswa Teknik Arsitektur (KMTA) Svargacitra Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk “Kewirausahaan dalam Arsitektur: Membuka Peluang Karir Untuk Mahasiswa” yang berlangsung di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung Pascasarjana Kampus 2 UMS, Kamis (3/10/2024).
Digerlar secara hibrida melalui Zoom Meeting, acara tersebut mengundang dua narasumber, yaitu Principal Architect & President Director at PT JOSO Jakarta Ar. Thoat Fauzi, S.T., M.Ars., IAI dan Wirausahawan Bidang Retail Sutanto Adi.

Ar. Thoat Fauzi, S.T., M.Ars., IAI (Principal Architect & President Director at PT JOSO, Jakarta). dok.Humas UMS
Ketua Panitia Najwa Rahma Monica mengatakan kegiatan ini merupakan agenda wajib mata kuliah Kewirausahaan. Acara tersebut diikuti lebih dari 200 mahasiswa Arsitektur UMS, mahasiswa Universitas Brawijaya, mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), serta dari Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI).
Najwa menyebut seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru kepada mahasiswa yang masih belum mengetahui rencana karier mereka.
“Kebanyakan mereka setelah lulus berkeinginan untuk mendaftar ke studio-studio arsitek. Padahal mereka juga bisa membuat material baru yang sudah pernah dikerjakan pada saat perkuliahan,” kata Najwa.
Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Teknik Arsitektur (KMTA) Svargacitra, Fauzan Khusnazilan Haris, berujar bahwa acara tersebut merupakan acara tahunan yang tahun lalu digelar secara daring dengan menghadirkan narasumber di luar ranah arsitektur.
“Alhamdulillah pada tahun ini berkat dukungan dari prodi dan teman-teman IAI, KMTA UMS dapat mengadakan seminar nasional dengan mengundang narasumber yang berkompeten di bidangnya,” ujar Fauzan.

Sutanto Adi (Wirausahawan dalam Bidang Retail). dok.Humas UMS
Kepala Program Studi Arsitektur, Dr. Nur Rahmawati Syamsiyah, S.T., M.T., menyampaikan kegiatan ini sangat menginspirasi. Salah satu tolok ukur kesuksesan sebuah program studi adalah persentase jumlah mahasiswa yang berwirausaha.
“Jadi kalau dilihat dari Indeks Kinerja Utama (IKU), pada poin pertama adalah mahasiswa atau lulusan yang berwirausaha,” terang Rahmawati.
Setiap tahun, tambahnya, UMS mengadakan audit kinerja dari prodi dan poin kewirausahaan adalah poin penting. Ini sesuai dengan program pemerintah, yaitu semua perguruan tinggi difokuskan pada kewirausahaan mahasiswa.
Dalam paparannya, Thoat Fauzi menjelaskan strategi membangun branding dan marketing selain lewat promosi. Caranya dengan mempublikasikan portofolio di media sosial, hingga mengikuti sayembara atau kompetisi desain arsitek. Strategi tersebut akan membuat orang mengenal nama dan usaha yang dirintis lewat karya yang dihasilkan.
Selain itu, sekaligus menutup acara, Sutanto Adi menyampaikan bahwa profesi harus dibawa kedalam diri kita. Ketika menjadi pengusaha yang baik, setiap tingkah laku bisa menjadi marketing. “Misalnya menghormati pelanggan, tepat waktu, dari situ akan menjadi pengikat hubungan kita dengan pelanggan,” kata Alumni Prodi Arsitektur UMS itu.
Sutanto juga menekankan pentingnya menjalin hubungan dengan orang-orang sesuai dengan ranah usaha yang sedang dirintis. “Jika saya di ranah bangunan kubah dan menara masjid, ya berhubungan dengan takmir-takmir masjid,” pungkasnya.
Penulis: Yusuf
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Karya Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







