Program studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar pameran karya teknologi di Gedung F Kampus II UMS, Rabu (18/1/2025). Digelar untuk kedua kalinya, pameran tersebut menjadi bagian dari mata kuliah Proyek Karya Teknologi pada semester 7 perkuliahan.
Kegiatan tahunan ini menjadi wadah 30 kelompok mahasiswa angkatan 2021 dengan dosen pengampu meliputi: Ir. Agus Supardi, S.T., M.T.; Dr. Ratnasari Nur Rohmah, S.T. M.T.; Umi Fadlilah, S.T., M.Eng.; Fajar Suryawan, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D.; Heru Supriyono, S.T., M.Sc., Ph.D.; dan Rizki Nurilyas Ahmad, S.T., M.T.
Kepala Program Studi Teknik Elektro UMS, Heru Supriyono Ph.D., menerangkan kegiatan itu menampilkan prototipe sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Proyek Karya Teknologi, yang berfokus pada perancangan produk dan solusi inovatif untuk berbagai permasalahan di masyarakat. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan melibatkan penguji eksternal dari dunia industri.
”Saya berharap melalui mata kuliah ini kemampuan mahasiswa dalam berinovasi meningkat, mulai dari bagaimana mengenali masalah, membuat analisis, perancangan dan juga meningkatkan insting mahasiswa dalam menyelesaikan masalah dengan inovasi yang mereka buat,” ujar Heru Supriyono saat dimintai keterangan pada Senin (20/1/2025).
Salah satu penguji eksternal dari PT. Edutic, Gangsar, memberikan kesan baiknya selama menjadi penguji mata kuliah tersebut. “Produk yang dihasilkan dari mahasiswa cukup bagus dan baik, bisa menjadi solusi untuk permasalahan masyarakat secara luas melalui penerapan teknologi,” ujar Gangsar.
Salah satu peserta pameran, Iqbal Reza Pradana, mengatakan dia dan timnya membuat inovasi bernama “Divider Bargainser”. Alat tersebut memantau secara terintegrasi daya listrik yang digunakan di sebuah rumah, kos-kosan, atau rumah toko.
“Inovasi ini juga menampilkan jumlah tagihan, jumlah daya yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu,” ujar Reza.
Peserta lain yang tak kalah menariknya adalah Soraya, yang membuat inovasi berupa “Optimalisasi Pasca Panen Popi” melalui sistem pemisah warna cerdas. Sistem ini digunakan untuk memisahkan warna biji kopi berdasarkan tiga tingkat kematangan, yaitu merah untuk kopi yang matang, kuning atau oranye untuk kopi yang kurang matang, dan hijau untuk kopi yang belum matang.
“Mata kuliah PKT (Proyek Karya Teknologi) ini membuat saya bisa mempelajari lebih lanjut dan mendalam tentang komponen elektro, sensor, dan IoT (Internet of Things). Alat ini juga bisa saya ajukan untuk judul tugas akhir kuliah dan tentunya saya berharap bisa diterapkan di masyarakat yang membutuhkan,” ucap Soraya.
Kegiatan pameran tahun ini terasa berkesan bagi salah satu pengunjung pameran yaitu Anggraini Putri, siswa kelas 12 dari SMA Negeri 2 Sukoharjo.
”Kegiatan ini seru dan keren banget. Kami sebagai siswa jadi lebih tahu alat-alat yang digunakan itu apa saja dan kami juga mendapatkan wawasan tentang inovasi baru di dunia teknologi khususnya elektro,” pungkasnya.
Penulis: Basir, Yusuf
Editor: Gede
Karya Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







