Dalam seminar internasional “Multicultural Dialogue, Palestine and The Muslim World” yang digelar di Ruang Sidang BPH Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (14/12/2024), pegiat Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS sekaligus pendiri Palestine Peacebuilding Lab, Dra. Yayah Khisbiyah, M.A., mendorong pendekatan dialog multikultural dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di Gaza, Palestina. 

Perempuan yang akrab disapa Yayah itu mengatakan, dialog multikultural bertujuan untuk melatih generasi muda Palestina agar mampu berdialog, bernegosiasi, dan melakukan mediasi dalam masa-masa konflik. Mengasah kemampuan dialog dan pendekatan nirkekerasan adalah kunci untuk menyiapkan pemuda Palestina agar siap membangun perdamaian atas dasar upaya internal mereka. 

Indonesia selama ini terus mengupayakan pertolongan bagi rakyat Palestina. Yayah mengatakan pertolongan tersebut berupa bantuan kemanusiaan, yang meliputi sembako, obat-obatan, hingga mengirimkan tim medis. Tak cukup di situ, advokasi untuk kemerdekaan Palestina terus digaungkan.


Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus pegiat Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS, Dra. Yayah Khisbiyah, M.A., tengah menjadi moderator dalam kolokium internasional bertajuk "Multicultural Dialogue, Palestine and The Muslim World”, Sabtu (14/12/2024). Humas UMS/Yusuf Ismail

Menurut Yayah, pendekatan dialogis nirkekerasan menjadi upaya Muhammadiyah untuk membangun kualitas manusia Palestina yang siap membina perdamaian. Jika perlawanan terhadap pendudukan Israel dilakukan dengan kekerasan, maka akan menghasilkan kekerasan baru yang tiada akhir. 

“Saya kira Muhammadiyah menjadi yang terdepan untuk memberikan support bantuan kepada Palestina, bukan hanya bentuk-bentuk tradisional. Yang sekarang kita lakukan (dialog multikultural) ini kebaharuannya tinggi sekali,” lanjut Yayah yang menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu

Baca Juga: Rektor UMS Serukan 8 Tuntutan Bela Palestina

Program seperti Palestine Peacebuilding Lab, kata Yayah, sangat jarang dijumpai di kawasan Asia, melainkan di wilayah Eropa. “Program ini (dialog multikultural) belum banyak yang melakukan,” katanya saat dijumpai usai seminar. 


Direktur Departemen Urusan Budaya Organisasi Organisasi Kerja Sama Islam, Dr. Lhoucine Rhazoui, tengah memaparkan materi dalam kolokium internasional di Ruang Sidang BPH Gedung Induk Siti Walidah UMS, Sabtu (14/12/2024). Humas UMS/Yusuf Ismail

Direktur Departemen Urusan Budaya Organisasi Organisasi Kerja Sama Islam, Dr. Lhoucine Rhazoui menjelaskan, perang yang berkecamuk di Palestina telah merambah pada pengaruh-pengaruh budaya. Dia memandang orang Yahudi di Israel mencoba memengaruhi pandangan masyarakat dunia terhadap wilayah Palestina. 

Menurutnya, pendekatan multikultural perlu didorong mengingat Palestina merupakan wilayah yang sarat akan ragam budaya dan etnik. Palestina merupakan tempat lahirnya peradaban manusia. Hal ini tidak lepas dari pengaruh tiga agama samawi, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi yang berkembang di wilayah tersebut. 

“Inilah engapa kita membutuhkan pendekatan multikultural. Untuk memperbaiki kesalahan persepsi antara ketiga agama samawi dalam memandang satu sama lain,” ujar Lhoucine. “Sehingga mereka dapat hidup dengan damai di tanah suci, Yerusalem dan Al Aqsa.”

Baca Juga: Israel Bombardir Rafah Usai Putusan Mahkamah

Lhoucine memandang Indonesia sebagai contoh yang baik bagaimana masyarakat dapat hidup harmoni. Keberagaman di Indonesia, lanjut dia, merupakan contoh yang sempurna untuk diterapkan di Palestina. Menciptakan perdamaian dan keharmonisan antara umat Islam, Nasrani, dan Yahudi. 

“Indonesia adalah contoh yang sempurna bagaimana orang dari beragam latar belakang untuk hidup bersama dalam damai,” tandas dia.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Mahasiswa Internasional

image-featured
5 Juni 2026

Some journeys point outward. Akimana Cedrick’s has been the other direction. His years in Indonesia are measured inward.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
30 April 2026

She once thought Komodo lived everywhere in Indonesia. Now she studies in the homeland of the dragon.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
17 Maret 2026

Students learn ethics, pass the exam, and walk out unchanged. A Bangladeshi researcher wanted to know why.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.