
Kabar membanggakan kembali datang dari tim mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berhasil meraih prestasi di ajang kompetisi internasional. Mereka adalah Saminur Fauzan, Khoirunnisa Ramadhan Maghfiroh, Lu’lu’ul Rosyiqul Hayati, dan Haira Haritsa.
Keempat mahasiswa tersebut menyabet silver medal di ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) yang diselenggarakan oleh International Invention, Innovation, and Technology Exhibition (ITEX) di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia selama 10-13 Mei 2023.
Wakil Dekan III FIK UMS, Noor Alis Setiadi, S.K.M., M.K.M., Ph.D. menyatakan bangga dengan mahasiswa UMS yang memiliki keberanian tinggi untuk beradu kemampuan di ajang internasional.
“Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa UMS mempunyai nilai lebih, mereka mampu bersaing di kancah internasional dan setara dengan peserta lain yang berasal dari berbagai negara. Keberanian ini merupakan poin penting bagi mahasiswa kita,” ungkapnya, Senin (15/5).
Dekan FIK, Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes. juga mengungkapkan rasa syukur atas prestasi mahasiswanya. Dia memuji kepercayaan diri tim yang berlaga dan kesabaran pembimbing mahasiswa. Menurutnya, Tim mahasiswa UMS harus mempersiapkan diri secara matang dan maksimal.
“Saya ucapkan selamat bagi tim dan pembimbingnya yang sudah berusaha dengan baik di ajang internasional kali ini,” ungkapnya.
Tentang Inovasi hingga Sistem Lomba
Dalam kesempatan yang sama, ketua tim mahasiswa FIK, Saminur Fauzan mengungkapkan produk yang dilombakan berjudul “Innovation of Aloe Vera Jelly Candy with Stevia Sweetener and Jamblang Leaf Extract as Functional Food in an Effort to Prevent Diabetes Militus in Indonesian Children”.
“Permen jelly dari lidah buaya dengan pemanis daun stevia dan ekstrak daun jamblang sebagai pangan fungsional anti diabetes ini memiliki rasa manis sehingga pasti disukai anak-anak. Produk kami telah diuji kadar gula dan kadar antioksidan dengan hasil yang sangat baik dan memuaskan,” papar Saminur.
Sistem lomba yang dilaksanakan adalah sistem exhibition atau pameran, jadi disediakan booth untuk memamerkan produk inovasi yang dibuat dan dipresentasikan kepada dewan juri yang disesuaikan dengan kategori.
“Selain itu, kami juga melakukan presentasi atau marketing kepada para pengunjung booth yang merupakan peserta exhibition lain, visitor negara lokal, trade investor, dan beberapa asosiasi penelitian dari beberapa negara,” jelasnya.
Ajakan Kolaborasi dari Investor
Saminur juga menyampaikan pengalaman menarik selama perlombaan berlangsung bahwa timnya mendapatkan respon positif dari juri, investor, peserta dan tamu yang datang.
“Anak-anak dari China, India, Malaysia, dan Vietnam ketagihan untuk mencoba permen tim kami, sampai ada yang memborong tester yang kita punya. Padahal sebenarnya tester itu dibagikan secara gratis,” tambahnya.
Menurutnya, stand yang mereka buka selalu ramai dikunjungi, baik sejak awal tim membuka stand hingga beres-beres.
“Ada saja yang datang untuk melihat, mencoba dan mempelajari produk dari tim kami. Tentunya kami merasa bersyukur karena produk permen anti diabetes ini mendapatkan antusias yang luar biasa, sampai banyak investor yang merekomendasikan untuk bisa segera dikomersilkan. Bahkan, sudah terhitung 4 investor yang mengajak berkolaborasi,” ujar ketua tim itu.
Latar Belakang Penelitian
Berawal dari tim yang melihat fenomena di tahun 2023, yakni banyaknya anak-anak yang menderita diabetes meningkat 70% pada kisaran usia 10-14 tahun.
“Kemudian kami berfikir apa yang anak-anak sukai agar bisa masuk ke ranah tersebut, sehingga kami dapat melakukan langkah preventif untuk mengurangi resiko diabetes,” jelas Saminur.
Kunci Beprestasi
Saminur juga berpesan bahwa untuk memperoleh prestasi, setiap mahasiswa harus mempunyai prinsip yang dipegang semasa kuliah.
“Kalau dari saya sendiri, apabila teman-teman lain satu Langkah, saya harus sudah dua Langkah. Apabila teman-teman tidur, saya belajar, dan apabila teman-teman saya belajar, saya sukses,” tegasnya.
Lu’lu anggota tim lainnya juga menambahkan apabila ada dorongan dari internal atau pribadi, khususnya dorongan untuk berprestasi, mau ada temannya ataupun tidak, kita harus tetap mencoba ikut event lomba dan sebagainya. Selanjutnya, ketika sudah memiliki kemauan untuk ikut lomba, harus mencari lingkungan yang baik dan positif yang mendukung kita agar dapat mengikuti lomba.
Perlombaan ini diikuti oleh lebih dari 730 inventions dari 19 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Taiwan, Thailand, Korea, UAE, China, Philippine, Bangladesh, India, Qatar, Saudi Arabia, Hong Kong, Australia, USA, Laos, Vietnam, Oman, Ireland.
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







