Indikator Internasionalisasi
Materi FGD Hari Pertama
Materi FGD Hari Kedua
International Exposure
Kondisi Manajemen Mobilitas yang Harus Dibenahi


Biro Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (BKUI UMS) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas program mobilitas kelas internasional dalam rangka menyongsong visi-misi UMS menjadi “World Class University”.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu 11-12 Mei 2023 di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS. Setelah pemaparan materi, dekanat dan biro terkait akan mendiskusikan materi tersebut dan disesuaikan dengan visi-misi UMS.

Indikator Internasionalisasi

Wakil Rektor V, Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional, Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D. menyampaikan bahwa Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. (Rektor UMS) kerap sekali mengatakan jika UMS pada tahun 2029 akan menjadi sebuah kampus unggulan kelas dunia.

“Harapannya, kita mampu merumuskan atau mendefinisikan kelas internasional yang ada di UMS ke depannya akan seperti apa,” ungkap Prof. Supriyono.

Dia juga menyampaikan bahwa terdapat indikator untuk bisa menjadi “World Class University” berdasarkan QS World University Ranking (WUR), yaitu soal indikator internasionalisasi. Indikator internasionalisasi ini dapat dilihat dari jumlah mahasiswa asing, jumlah mobilitas outboard, dan lainnya.

Materi FGD Hari Pertama

Di hari pertama FGD, BKUI UMS mengundang Ndaru Zigma Amalia, M.A. dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai pemateri, yang di mana saat ini UGM menduduki peringkat terbaik I kampus Indonesia di QS WUR 2023. Maka, diharapkan akan ada ide-ide atau saran yang bisa diberikan untuk merumuskan internasionalisasi UMS. 

“Kami memohon partisipasinya dalam berpikir, menuangkan ide-ide atau memberikan saran untuk mobilitas program kelas internasional yang ada di UMS,” kata Supriyono kepada peserta FGD.

Melalui pemaparan yang disampaikan oleh koordinator kelas di Program Internasional S1 Manajemen dan Kebijakan Publik UGM, Ndaru Rizqa Amalia, S.IP., M.A., diharapkan para dekanat dan tenaga pendidik dapat mengetahui langkah-langkah yang diambil prodi tersebut untuk mendukung pemeringkatan. Langkah-langkah yang dimaksud, di antaranya : sistem pembelajaran, ruang pembelajaran, pengalaman internasional yang akan didapatkan oleh mahasiswa, dan kualifikasi dosen untuk kelas internasional.

Materi FGD Hari Kedua


Di hari kedua pelaksanaan FGD, BKUI UMS fokus membenahi mobilitas internasional yang ada di UMS dengan mengundang Pengelola Mobilitas Subdirektorat Kerjasama Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Afia Rifkiani, S.I.P., MAIS. Kehadiran narasumber, Afia Rifkiani diharapkan mampu memberikan masukan tentang bagaimana pengelolaan program mobilitas internasional yang telah terselenggara di UGM.

International Exposure

Saat ditemui untuk wawancara, Afia Rifkiani mendorong mahasiswa untuk mengikuti program mobilitas sebagai bentuk international exposure. Menurutnya, international exposure penting karena bisa menjadi sebuah pengalaman serta sebagai nilai tambah ketika melamar pekerjaan.

“Sekarang banyak perusahaan internasional, contohnya Astra (Jepang). Apabila mereka atau perekrut tahu kita pernah kuliah di Jepang, mereka akan memberikan nilai plus,” ungkap Afia Rifkiani.

Pengelola program mobilitas di UGM itu juga menerangkan perlu adanya diseminasi informasi mengenai program mobilitas kepada para mahasiswa sehingga bisa mendorong mahasiswa untuk mengikuti program unggulan tersebut.

“Yang penting informasi itu ada dan mahasiswa mendapatkan aksesnya, karena memang seharusnya mahasiswa sendiri yang proaktif. Kita paling tidak menyediakan fasilitasnya,” jelas dia.

Menurutnya, fakultas atau prodi bisa memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi tersebut.

Kondisi Manajemen Mobilitas yang Harus Dibenahi

Saat dilakukan FGD, beberapa dosen yang tergabung menyampaikan penilaiannya terkait bagaimana kondisi manajemen mobilitas di UMS sehingga pada akhirnya bisa mendapatkan solusi. Disebutkan permasalahannya, seperti: kurangnya kuantitas dan kualitas SDM dan pengelola mobilitas yang belum memiliki perencanaan yang baik, bahkan terkesan masih tidak teratur.

Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Kepala BKUI menyampaikan bahwa setelah diadakannya FGD ini, UMS bisa berbenah untuk mendukung visi-misi UMS dalam rangka menuju “World Class University”.

Berita Unggulan

image-featured
10 Juni 2026

Tim FEB UMS berdiskusi dengan perwakilan PPI Jepang. Bahas strategi branding destinasi wisata Indonesia agar semakin dikenal oleh masyarakat internasional, khususnya di Jepang.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
4 Juni 2026

UMS menggelar ICAC 2026 yang diikuti 155 peserta dari 30 negara dan 50 perguruan tinggi. Ajang bagi mahasiswa asing untuk bertukar budaya dan memaknai keberagaman.

image-featured
1 Juni 2026

Kerja sama antara UMS dan UTHM yang telah lama diinisiasi kini terus berkembang demi menjawab dinamika pendidikan global.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.