Rincian Prestasi
Permen Manis Tinggi Antioksidan
Mi Bekatul Bercita Rasa Unik
Kopi Biji Trembesi Beraroma Khas
Event Serupa dengan Inovasi Berbeda

Sering luput dari perhatian kita tentang zat-zat apa saja yang telah kita konsumsi setiap hari. Padahal, penting untuk tetap menjaga kondisi tubuh dari melimpahnya kadar gula darah yang dapat mengundang berbagai jenis penyakit.

Berangkat dari isu jamak tersebut, tim mahasiswa Ilmu Gizi dan Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menyulap biji trembesi dan bekatul menjadi minuman dan makanan alternatif yang ramah bagi penderita diabetes. Selain ikut andil dalam mengatur batas konsumsi gula per hari, inovasi tersebut juga berhasil mengantarkan mereka naik podium di sebuah kompetisi inovasi bergengsi.

Jerih payah yang telah dilalui tim mahasiswa UMS itu akhirnya berbuah manis di ajang Inventors Day (IID) yang dihelat di Bali selama 16-19 September 2023. Sebanyak dua belas mahasiswa berhasil memboyong berbagai medali, di antaranya: satu emas, dua perak, dan satu perunggu.




Indonesia Inventors Day sendiri dikenal sebagai kontes internasional, di mana peserta dari berbagai belahan dunia dapat memamerkan ide atau proyek inovatifnya dalam bentuk desain, mockup, prototype atau produk siap komersialisasi. Pengunjung dan investor global akan diundang untuk mencari beberapa proyek menarik.

Rincian Prestasi

  • Medali emas untuk inovasi berjudul “ALOEVIA Antidiabetic Jelly Candy” dengan tim Saminur Fauzan, Lu’lu’ul Rosyiqul Hayati, Haira Haritsa, dan Khoirunnisa’ Ramadhan Maghfiroh.
  • Medali perak untuk inovasi ber judul “Mie Katoel Antidiabetic Noodle” dengan tim Saminur Fauzan, Addila Salsabila, Saqya ‘Ainil Mazaya, dan Sylfira Qothrunnada Azizy.
  • Medali perak untuk inovasi berjudul “KOBISI (Trembesi Seed Coffee) with Stevia Leaf Extract: Optimization of Natural Materials for Diabetes Mellitus Prevention” dengan tim Ghina Kamila, Khoirunnisa’ Ramadhan Maghfiroh, Zalia Fatikha Rahma, dan Muhammad Ammar Nashirudin.
  • Medali perunggu untuk inovasi berjudul “CHEWY GUM KELIA: Innovation Sport Gum Made From Young Coconut Water, Young Coconut Meat, and Aloe Vera as a Source of Calories and Antioxidants To Increase Body Stamina and Speed Up The Recovery Process In Athletes” dengan tim Lu’lu’ul Rosyiqul Hayati, Aisyah Saleh Bazara’ah, Fathia Azzahra Shafa Sabiella, dan Ghina Kamila.

Permen Manis Tinggi Antioksidan



Di antara ribuan godaan kuliner bercita rasa manis, ALOEVIA (Aloe Vera and Stevia) Antidiabetic Jelly Candy hadir sebagai pesaing baru yang pasti digemari anak-anak apabila dikomersialisasikan secara ekstensif. Dengan perpaduan ekstrak daun jamblang, kelembutan lidah buaya, dan manisnya daun stevia sebagai pemanis alami, permen ini bukan hanya menjadi sebuah cemilan, tetapi juga sebuah perisai untuk mencegah diabetes.

Dalam percakapan kami dengan Lu’lu’ul, ia mengungkapkan faktor yang menjadi kunci keberhasilan ALOEVIA, bagaimana daun jamblang dan lidah buaya mampu memberikan perlindungan luar biasa bagi tubuh dalam menghadapi tantangan radikal bebas yang mengintai.

“Berdasarkan sumber literatur yang sudah kami baca, daun jamblang itu tinggi antioksidan, begitu pun dengan lidah buaya," ucapnya dengan penuh semangat, Senin (9/10). 

Tidak hanya mengandalkan untaian promosi belaka, Lu’lu’ul dan tim berkomitmen untuk memastikan kualitas dan gizi terbaik dalam setiap sajian permen dengan melakukan dua pengujian penting, yakni uji proksimat (pengujian kimiawi untuk mengetahui kandungan nutrien) dan uji antioksidan (metode untuk mengukur kemampuan suatu senyawa dalam menangkal radikal bebas).

Selain ALOEVIA, permen CHEWY GUM KELIA (Kelapa Muda dan Lidah Buaya) juga berhasil mengundang decak kagum para juri Indonesia Inventors Day karena khasiatnya yang mampu mempercepat masa pemulihan para atlet. Permen lezat ini terbuat dari bahan-bahan alami seperti air kelapa muda, daging kelapa muda, dan lidah buaya. 




“Sebetulnya, permen ini merupakan hasil dari tugas mata kuliah Gizi Olahraga, di mana pada saat itu kami diharuskan mengolah bahan pangan dengan kandungan yang ideal untuk memulihkan stamina dan menjaga daya tahan tubuh,” imbuh mahasiswa Ilmu Gizi UMS semester tujuh itu.

ALOEVIA dan KELIA diwujudkan melalui tahap formulasi yang tidak jauh berbeda, mengingat keduanya sama-sama permen. Hanya saja, kala itu tim lebih banyak melakukan eksplorasi bahan pangan.

“Kami mengadaptasi konsep KELIA (permen pertama yang dibuat), jadi kami sudah cukup berani untuk mengolah ide permen berikutnya,” jelas Lu’lu’ul.

Mi Bekatul Bercita Rasa Unik


Satu jenis makanan lagi yang menjadi selera hampir seluruh penduduk negeri ini, apa lagi kalau bukan mi. Tetapi, perlu menjadi catatan bahwa mayoritas masyarakat kita acuh terhadap efek konsumsi mi yang berimbas pada kenaikan gula darah.

“Awal mula tercetus ide Mie Katoel ini karena kami ingin melakukan pencegahan penyakit diabetes melitus untuk semua usia, di mana salah satu faktornya, penderita sering mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula dan karbohidrat simpleks,” terang Addila.

Mie Katoel sendiri merupakan inovasi mi sehat yang terbuat dari bekatul dan biji nangka. Dalam proses pengolahannya, biji nangka dihaluskan terlebih dahulu hingga berbentuk pati resistan. 

“Dua kendala sempat kami alami. Pertama, proses pembuatan patinya itu cukup sulit, karena tahapnya memakan waktu yang cukup lama. Kedua, formulasi mi yang harus ideal, kalau tidak tepat, unsur organoleptik seperti rasa, tekstur, warna, dan aroma akan berpengaruh sekali,” jelasnya.

Berbeda dengan produk inovasi tim lainnya, Mie Katoel perlu melewati analisis kadar serat pangan dan pati resistannya. Soal daya simpan, Mie Katoel tak kalah awet dari produk mi instan lain yang berjejer rapi di rak-rak swalayan.

“Meski hanya mengandalkan pengeringan suhu dan tanpa ada tambahan zat pengawet lainnya, produk kami mampu bertahan hingga jangka waktu satu bulan,” ucap Addila penuh kemantapan.

Kopi Biji Trembesi Beraroma Khas


Tak hanya makanan, tim mahasiswa UMS berambisi meracik kopi alternatif yang aman bagi penderita diabetes melitus. Hanya saja, mereka sempat menemui hambatan untuk menutupi aroma khas biji trembesi. Untuk itu, creamer menjadi salah satu solusi mereka dalam mengurangi kepekatan aroma khas biji trembesi yang mungkin akan mengganggu indera penciuman beberapa penikmat kopi.

“Kami memiliki dua varian rasa, original dan creamer. Karena berbahan utama biji trembesi, kami menamainya dengan KOBISI (Kopi Biji Trembesi), sedangkan bahan lain seperti daun stevia dan palm sugar kami gunakan sebagai pemanis alami. Menariknya, daun stevia menawarkan rasa manis tanpa beban kalori,”  ujar Ghina, mahasiswa Ilmu Gizi semester lima itu.

Pertimbangan senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan dalam biji trembesi menjadi hal paling menjanjikan pada inovasi mereka kali ini. Di samping itu, potensi creamer yang dapat mengubah komposisi ideal dari KOBISI menjadi tantangan yang cukup pelik. Pasalnya, tim harus memformulasikan keseluruhan bahan dengan kadar sesuai sehingga aman dikonsumsi.

“Selain Aloevia, KOBISI juga memerlukan uji proksimat di Bantul sekitar 1 bulan sampai hasilnya keluar, sedangkan untuk uji antioksidan kami lakukan di laboratorium FIK sendiri,” tambahnya.

Kopi-kopi produksi Indonesia umumnya mengandung kafein yang lebih tinggi, sehingga apabila dikonsumsi terlalu sering dapat menyebabkan hipertensi. Istimewanya, racikan KOBISI mengandung kafein yang rendah karena berasal dari biji trembesi.

“Andai kata masyarakat sering mengonsumsi KOBISI, resiko terkena hipertensi jauh lebih rendah jika dibanding menyeduh kopi biasa,” terang Lu’lu’ul.

Event Serupa dengan Inovasi Berbeda

Ketika perbincangan kami dengan para juara Indonesia Inventors Day itu hampir rampung, Lu’lu’ul menyinggung event besar di bulan Februari dan Mei 2024 yang rencananya akan diikuti oleh tim.

“Perlombaan IID 2023 ini sebetulnya menjadi batu loncatan kami untuk berlaga kembali di event selanjutnya, yaitu Thailand Inventors Day dan World Young Inventors Expo 2024 Kuala Lumpur. Tentu kami tengah mempersiapkan gebrakan baru lainnya,” ujar Lu’lu’ul ambisius.

“Maksimalkan peran kalian sebagai mahasiswa, empat tahun bukanlah waktu yang singkat untuk meraih berbagai prestasi yang bermanfaat bagi banyak orang,” tutupnya.

Penulis: Genis Dwi Gustati

Berita Unggulan

image-featured
13 Juni 2026

Begadang jadi hobi mayoritas orang Indonesia. Penggunaan gawai diduga menjadi biang keladinya. Apa dampak begadang bagi tubuh manusia?

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
12 Juni 2026

Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?

image-featured
10 Juni 2026

Tim FEB UMS berdiskusi dengan perwakilan PPI Jepang. Bahas strategi branding destinasi wisata Indonesia agar semakin dikenal oleh masyarakat internasional, khususnya di Jepang.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.