Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Capaian tersebut ditorehkan Tim Brainlyt, yang sukses menyabet medali perak dalam Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2026 kategori Engineering and Technology. 

GYIIF adalah kompetisi internasional riset dan inovasi untuk pelajar dan mahasiswa. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association. Gelaran tahun ini digelar di Institut Pertanian Bogor University pada 15-18 Januari 2026. 

Ketua tim, Hafidh Erli Nurdin Pratama, menjelaskan timnya menggagas inovasi bernama “Brainlyt”. Brainlyt adalah aplikasi yang terintegrasi dengan smartwatch dan dirancang untuk membantu deteksi dini risiko stroke berulang pada pasien pascastroke. Aplikasi ini mengadopsi konsep anamnesis medis menjadi model deteksi otomatis.

“Fungsinya adalah memantau tanda-tanda vital pasien dan memberikan notifikasi real-time kepada keluarga serta rumah sakit mengenai kondisi pasien dan langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan,” ujar Hafidh, Rabu (21/1/2026).

Hafidh menuturkan gagasan Brainlyt berangkat dari keprihatinan atas kondisi masyarakat yang kurang memahami pertolongan pertama saat terjadi serangan stroke. Hal ini menyebabkan penanganan medis seringkali terlambat hingga terjadi hal fatal. 

“Padahal stroke memiliki golden period penanganan yang krusial. Oleh karenanya, kami menciptakan konsep deteksi dini dan notifikasi bantuan darurat ini,” imbuh mahasiswa semester 5 Prodi Fisioterapi itu.

KIRI: Prototip smartwatch dan aplikasi Brainlyt yang dilombakan dalam Global Youth Invention and Innovation Fair 2026. KANAN: Tim Brainlyt tengah berfoto bersama usai memenangi medali perak dalam Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2026 di IPB University, 20 Januari 2026. Dok.Pribadi

Hafidh kemudian mengajak lima mahasiswa UMS lainnya, yakni Arya Veda Setyanindito dari Prodi Pendidikan Teknik Informatika, Muhammad Cesarico Herlambang dari Prodi Fisioterapi, Dhiyaul Haq Athaullah dari Prodi Teknik Informatika, Nabil Okta Ramadhan dari Prodi Bisnis Digital, dan Urip Pamungkas Jati Dharma dari Prodi Fisioterapi, untuk merancang Brainlyt. Tim tersebut berada di bawah bimbingan dosen Fisioterapi UMS, Arif Pristianto, S.ST.Ftr., M.Fis.

Inovasi bertajuk “Brainlyt: A Smart Brain AI System for Early Detection and Emergency Routing in Stroke Care” mulai dikembangkan sejak Oktober 2025. Sebelum melaju ke GYIIF, Brainlyt telah diikutkan dalam berbagai kompetisi lainnya, seperti Aldeation, yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan Prototype for Humanity, yang diselenggarakan oleh Dubai Future Foundation. 

Pengembangan Brainlyt, kata Hafidh, menemui sejumlah tantangan. Tahapan uji coba skala kecil membutuhkan responden riil, yakni pasien dengan kondisi pascastroke. Tujuannya untuk memastikan akurasi alat dalam mendeteksi kondisi kesehatan pasien. 

“Kami ingin alat yang kami buat tidak hanya sekedar alat yang jadi, melainkan melalui proses akademik yang kuat dan relevan serta diyakini keakuratannya di dunia akademisi,” jelas mahasiswa asal Brebes, Jawa Tengah, itu.

Hafidh menjelaskan aplikasi Brainlyt sedang dalam proses ajuan ke platform Google Playstore. Rencananya, Hafidh dan timnya akan mengembangkan fitur tambahan pada Brainlyt, mengikuti kompetisi internasional lainnya, serta menyelesaikan publikasi artikel ilmiah berbasis research and development sesuai dengan tahapan akademik. 

Disinggung mengenai pengembangan skala industri alias hilirisasi, Hafidh berujar, “Saat ini kami sedang dalam proses pematangan rencana bisnis untuk komersialisasi produk,” jawabnya.

Dosen pembimbing, Arif Pristianto, S.ST.Ftr., M.Fis., mendukung sekaligus mengapresiasi komitmen Tim Brainlyt dalam menghasilkan aplikasi yang bermanfaat bagi pasien pascastroke. Inovasi Brainlyt, ungkapnya, menunjukkan kreatifitas mahasiswa dan kolaborasi lintas disiplin ilmu. 

“Semoga (Brainlyt) tidak hanya berhenti di ajang ini (GYIIF), namun juga inovasi dapat dikembangkan dan diajukan dalam ajang kompetisi selanjutnya serta hilirisasi sampai dapat digunakan oleh masyarakat,” harap Arif optimis.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Fika Annisa’ Sholihah

Karya Mahasiswa

image-featured
26 Mei 2026

DentAware karya mahasiswa FKG UMS diperkaya lima fitur skrining berbasis AI. Mendeteksi masalah gigi dan mulut secara cepat dan praktis.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
17 April 2026

Tanaman belukar yang tumbuh liar rupanya dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami pada wastra. Idenya lahir dari keprihatinan akan cemaran pewarna tekstil pada lingkungan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
12 Desember 2025

Degsalture menjadi detergen ramah lingkungan yang ditawarkan mahasiswa UMS. Menggabungkan bahan alami dengan formulasi pembersih yang aman bagi air dan kulit.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.