Inovasi berbasis teknologi kembali lahir dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Adalah Yuanda Eka Saputra yang menghadirkan solusi pendidikan berkelanjutan yang menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, melalui Edu Solar & IoT Hub.
Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika ini memaparkan Edu Solar & IoT Hub dirancang sebagai ekosistem pembelajaran mandiri yang memanfaatkan energi panel surya dan teknologi internet of things (IoT). Inovasi ini memungkinkan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun terbatas akses listrik dan infrastruktur digital.
“Konsepnya mengintegrasikan sumber energi terbarukan dengan sistem digital yang adaptif. Dengan dukungan IoT, proses pembelajaran dapat terhubung secara daring maupun luring, sehingga membuka akses pendidikan yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia,” kata Yuanda, saat ditemui pada Selasa (7/4/2026).
Platform ini dilengkapi dengan fitur-fitur pembelajaran berbasis laman web yang mendukung interaksi antara siswa dan pengajar. Hal ini menjadikan Edu Solar & IoT Hub tidak hanya sebagai solusi energi, tetapi juga sebagai inovasi pendidikan terpadu.
Yuanda berkata idenya lahir dari keresahan terhadap ketimpangan akses pendidikan di daerah terpencil. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Mahasiswa angkatan 2023 ini menyusun lima karya inovasi bersama timnya. Masing-masing memiliki konsep dan produk berbeda. Setiap karya dilengkapi dengan pengembangan laman web serta fitur pendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
“Namun, proses tersebut tidak lepas dari tantangan. Keterbatasan waktu dan pembagian tenaga menjadi kendala utama, mengingat setiap anggota tim bertanggung jawab atas satu inovasi yang dikembangkan secara paralel,” ungkapnya.
Meski demikian, tantangan tersebut justru memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam tim. Yuanda menjelaskan anggota timnya berasal dari rumpun teknologi, kesehatan, hingga sosial ekonomi. Tujuannya agar dapat saling berbagi perspektif antardisiplin ilmu.
Adapun anggota tim tersebut, yakni Yuanda Eka Saputra (Pendidikan Teknik Informatika), Nadhifa Najwa (Pendidikan Biologi), Taufiq Imansyah (Psikologi), Asterika Indah Nuraini (Ilmu Gizi), dan Jihan Nabila Ramadhani (Fisioterapi).
Karya tersebut kemudian dilombakan dalam Lomba Essay Tingkat Nasional 7 (LETIN 7) dan Forum Indonesia Muda 2 (FIM 2) yang diselenggarakan oleh Capai Cita pada 14–15 Februari 2026 di Universitas Janabadra, Yogyakarta.
Tim tersebut berhasil meraih lima medali, baik emas, perak, maupun perunggu, untuk kategori teknologi, pangan, kesehatan, lingkungan, serta hukum, sosial, dan ekonomi.
Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Sukirman S.T., M.T., Ph.D. mengapresiasi capaian Yuanda dan timnya. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan Program Studi Pendidikan Teknik Informatika UMS dalam mencetak mahasiswa yang unggul dan inovatif.
“Kami sangat mengapresiasi dan merasa bangga atas penghargaan serta inovasi yang telah dilombakan. Capaian ini membuktikan bahwa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika UMS unggul dan kreatif dalam berinovasi maupun akademik,” tuturnya optimis.
Penulis: Yusuf Ismail
Editor: Maysali Sudarwati
Karya Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







