
MPQ UMS Ajak Generasi Muda Atasi Overthinking dengan Al-Qur’an
Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, overthinking kerap menghantui sejumlah generasi muda. MPQ UMS mengajak pemuda kembali ke Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa.
Menyabet penghargaan internasional adalah impian mahasiswa di Indonesia. Di tangan Raden Ajeng Luthfia Nur Putri Azizah, impian itu kini menjadi nyata. Mahasiswa Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu mewakili Indonesia dalam ajang Japan International Youth Innovation Summit 2024 dan berhasil meraih penghargaan Innovation with The Best Use of Waste Recycling.
Kaprodi Arsitektur UMS, Dr. Nur Rahmawati Syamsiyah, S.T., M.T., mengapresiasi penghargaan yang diraih Luthfia. Dia mengatakan, Luthfia dan timnya belum lama ini mendapatkan Juara 3 pada Archworks 8 Competition. Tidak mengherankan jika Nur Rahma menjuluki Luthfia sebagai “Mahasiswa segudang prestasi”.
“Luthfia ikut lomba inovasi pembuatan material dari limbah. Sejak SMA dia sudah fokus di pengolahan limbah, sehingga dia bisa mengembangkan ketertarikan itu di bidang Arsitektur. Dia lolos 15 terbaik dan perwakilan Indonesia hanya UMS dan Universitas Airlangga saja. Ini luar biasa dan pertama kali terkait penghargaan internasional,” ujar Kaprodi Arsitektur UMS, Senin (1/4/2024).

Dihubungi terpisah, Luthfia Nur Putri Azizah menuturkan persiapan yang dilakukannya. Hal pertama yang dilakukan adalah membuat karya. Kemudian setelah seleksi berkas dilanjutkan dengan wawancara. Ia kemudian lolos 50 besar finalis dan diundang langsung ke Jepang untuk presentasi produk.
“Awalnya ini produk mata kuliah di semester dua lalu. Sempat gagal juga saat ajuan program kreativitas mahasiswa (PKM). Dari situ saya janji pada diri sendiri dan dosen pembimbing bahwa akan saya buktikan karya ini akan mendapatkan apresiasi dari kejuaraan lain,” tegas Mahasiswa Arsitektur itu.
Luthfia memaparkan prestasi yang selama ini sudah diperoleh akan diberikan kepada Prodi Arsitektur UMS untuk kenang-kenangan.
“Alhamdulillah, dengan mengangkat karya material genteng dari serabut ampas tebu yang dicampur dengan serabut kelapa, dapat mengantarkan saya menjadi salah satu penerima penghargaan,” tambahnya.
Luthfia berharap, karya ataupun produk yang dihasilkan ini dapat bermanfaat di dunia arsitektur. Terlebih material ramah lingkungan sangat diperlukan dengan mendaur ulang sampah. Hal ini menunjukkan seorang arsitek juga dapat berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan.
Penulis: Fika
Editor: Gede
Sumber: News UMS

Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, overthinking kerap menghantui sejumlah generasi muda. MPQ UMS mengajak pemuda kembali ke Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa.
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.