Tim mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam gelaran Seoul International Invention Fair (SIIF) 2024, Sabtu (30/11/2024), di COEX, Seoul, Korea Selatan. Mereka sukses menyabet medali perunggu kategori cosmetic invention melalui produk bertajuk “Maurin Beauty”.
SIIF merupakan salah satu ajang pameran penemuan terbesar dan bergengsi di dunia yang menjadi gerbang menuju pasar global. Sebanyak 600 penemuan baru dan produk dari 32 negara unjuk gigi dalam ajang SIIF 2024. Acara tersebut menarik minat hampir 40 ribu pengunjung, pembeli, maupun investor dari seluruh dunia.
Adapun anggota Tim Fakultas Farmasi UMS yang berhasil meraih prestasi tersebut adalah Rossy Destriana Kamila, Lauda Aurynava Nibrasa, Jelita Frulli Salsabela, Sri Kusuma Dewi, dan Naswa Ibtihal Nafi'ah. Para mahasiswa mendapatkan arahan dan bimbingan dari Dr. Apt. Arifah Sri Wahyuni, M.Sc., Apt. Juwita Rahmawati, M.Farm., dan Apt. Lilla Prapdhani Agni Hajma, M.Clin.Pharm.
Ketua Tim Riset, Rossy Destriana Kamila, mengatakan Maurin Beauty merupakan produk perawatan kulit berupa masker peel-off. Ada tiga bahan utama yang terkandung di dalam Maurin Beauty, yakni daun bidara, bunga safron, dan niacinamide.
Daun bidara dan bunga safron mengandung flavonoid dan antioksidan yang cukup tinggi. Sedangkan niacinamide merupakan zat yang dapat mencerahkan kulit.
“Kami menggunakan bahan tersebut untuk meredakan bekas jerawat dan menghilangkan flek-flek hitam di kulit,” ujar Rossy dalam wawancara virtual, Senin (3/12/2024). “Klaim kita meredakan bekas jerawat.”
Proses riset yang dilakukan mahasiswi Farmasi UMS itu kurang lebih berlangsung selama dua bulan. Rossy memandang pemanfaatan daun bidara sebagai bahan baku perawatan kulit masih jarang. Selain itu, daun bidara juga sudah dimanfaatkan untuk merawat kulit melalui cara tradisional.

Tim mahasiswa Farmasi UMS tengah membawa medali perunggu di COEX, Seoul, Korea Selatan. Dok.Farmasi UMS
“Daunnya ditumbuk terus langsung ditaruh di muka. Jadinya, kami membuat masker yang lebih aman dan mudah digunakan. Kalau peel-off kan tinggal dikelupas dan tidak perlu dibilas,” lanjutnya.
Selama dua bulan Rossy dan timnya mempersiapkan produk tersebut. Tantangannya saat itu adalah proses membuat masker menjadi gel dengan bantuan bahan polivinil alkohol. Rossy mengaku sempat berkali-kali gagal menjadikan masker gel tersebut.
“Beberapa kali percobaan itu gagal sampai akhirnya berhasil. Itupun harus ditunggu semalaman sampai berhasil menjadi gel,” ujar mahasiswi yang mengaku baru pertama kali ke luar negeri itu.
Tim tersebut kemudian melombakan Maurin Beauty dalam ajang SIIF 2024. Mereka mempresentasikan masker tersebut di hadapan dua orang juri selama 5 menit. Mereka memaparkan alasan membuat produk, bahan baku, benefit produk, hasil uji, hingga proses pembuatan.
“Kami juga mempraktikkan cara penggunaan masker peel-off Maurin Beauty dan menunjukkan bahwa produk kami memiliki efek langsung ke kulit. Menjadi lebih cerah dan terasa lebih halus,” imbuh mahasiswi asal Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, itu.
Selama pameran di Seoul, Rossy mengaku produk yang timnya kembangkan menarik minat sejumlah pengunjung. Salah satunya adalah pengunjung dari Arab Saudi yang menaruh minat untuk membeli produk Maurin Beauty.
Sayangnya, produk tersebut masih perlu proses pengujian lanjutan. Rossy mengaku produk yang mereka bawa ke Korea Selatan masih berupa prototip. Mahasiswi semester lima itu mengatakan akan mengejar hak paten dahulu sebelum melanjutkan risetnya ke skala yang lebih luas. “Kalau sekarang masih ingin membikin hak paten produknya,” tutup dia.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Karya Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







