
Puasa Mendidik Kebersamaan
Puasa menjadi medium ibadah pribadi maupun sosial. Momentum penuh berkah ini menjadi bukti bahwa puasa mempererat kebersamaan menuju kebaikan.
Maulid Nabi adalah momen spesial bagi umat muslim untuk memperingati hari kelahiran Baginda Muhammad shallallahu alaihi wasallam, tepatnya setiap tanggal 12 Rabiul Awal kalender Hijriah. Memperingati Maulid Nabi menjadi salah satu bukti kecintaan kita terhadap sosok rasul yang menjadi suri teladan terbaik.
Peringatan Maulid Nabi 2024 sendiri bertepatan pada hari Senin, 16 September 2024. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang kita jalani, Maulid Nabi menjadi alarm pengingat akan pentingnya meneladani akhlak mulia rasul dalam keseharian kita. Mengingat nabi ialah sosok yang maksum (bebas dari dosa dan kesalahan).
Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., Kepala Bagian Kaderisasi dan Dakwah Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerangkan ada banyak hikmah Maulid Nabi yang bisa dipetik oleh setiap muslim yang merenungkannya.
“Jadikanlah perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah sebagai qudwah hasanah (teladan) dalam setiap gerak kehidupan sehari-hari kita. Mampu mengamalkannya saja sudah termasuk luar biasa,” jelas Mahasri diselingi senyum ramah.
Momen Maulid Nabi Muhammad tentu menjadi saat yang tepat bagi kita semua untuk mengingat dan meneladani perjuangan Rasulullah, baik keteladanan beliau dalam menyebarkan risalah Islam, menghadapi berbagai tantangan dengan penuh rasa sabar, hingga ajaran untuk saling mencintai dan mengasihi sesama umat manusia.
“Hikmah Maulid Nabi mengajarkan kita tentang pentingnya keikhlasan dalam beribadah, kesederhanaan dalam menjalani hidup, serta kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi segala situasi. Bisa disimpulkan kalau ini menjadi ajang refleksi spiritual kita semua ya,” sambung dosen Fakultas Agama Islam UMS itu.
Diceritakan di berbagai buku Sirah Nabawiyah, Baginda Rasulullah digambarkan sebagai sosok yang sangat paripurna dan khusyuk saat menjalani ibadah. Hati dan pikirannya semata-mata hanya tertuju pada Sang Pencipta.
“Salat sudah menjadi bentuk ibadah wajib dan rutin kita. Kita bisa mulai bercermin dari cara kita salat, sudahkah sempurna salat kita? Apakah salat kita pun tentu diterima oleh Allah? Jangan-jangan selama ini, kita hanya sekadar menjalankan salat, asal sudah salat, ya sudah gugur kewajiban,” ujar Mahasri mewanti-wanti.
Padahal tidak demikian, sambungnya, sifat khusyuk dituntut dalam semua bentuk ibadah, tak terkecuali salat. Orang yang khusyuk akan merasakan kemanisan iman dan menjadikan salatnya sebagai penyejuk atau pelipur lara. Salat bukan lagi sebatas kewajiban, melainkan bentuk penghambaan diri paling sederhana.
“Bagaimana kita bisa salat dengan tergesa-gesa? Padahal salat sendiri menjadi tempat kita untuk menenangkan hati dan mencari kedamaian dari carut-marut dunia,” imbuhnya penuh selidik.
Selanjutnya, poin kesederhanaan rasul dalam menjalani hidup juga menjadi contoh perilaku yang sepatutnya kita renungkan. Baginda Nabi mengingatkan dalam kesederhanaan terletak kemuliaan yang membuat manusia tak terikat oleh ambisi duniawi.
Nabi shallallahu alaihi wasallam tak memiliki keinginan untuk mementingkan dunia dan bermewah-mewahan. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis di bawah ini.
ما لي ولِلدُّنيا وما لِلدُّنيا وما لي، والَّذي نَفسي بيدِهِ ما مَثَلي ومَثَلُ الدُّنيا إلَّا كَراكبٍ سارَ في يَومٍ صائفٍ فاستَظلَّ تحتَ شَجرةٍ ساعةً من نَهارٍ ثمَّ راحَ وترَكَه
Artinya:
Apa urusanku terhadap dunia? Permisalan antara aku dengan dunia bagaikan seorang yang berkendaraan menempuh perjalanan di siang hari yang panas terik, lalu ia mencari teduhnya di bawah pohon beberapa saat di siang hari, kemudian ia istirahat di sana lalu meninggalkannya. (H.R. At Tirmidzi 2/60, Al Hakim 4/310, Ibnu Majah 2/526).
“Hidup beliau (Rasulullah) sangat sederhana. Lebih suka berbagi, bahkan tak jarang harta benda juga disedekahkan,” ucap Mahasri.
Sebagai umat rasul, kita diajarkan untuk meneladani sifat-sifat tersebut. Kesederhanaan bukan berarti menolak keberhasilan materi atau pencapaian, lebih tepatnya mengendalikan diri agar tak diperbudak oleh kemewahan.
Hikmah lainnya yang tak kalah penting adalah kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi situasi apapun. Siapa yang tak pernah mendengar kisah kesabaran nabi yang luar biasa, meski dicaci maki, diludahi, hingga dilempar batu saat sedang berdakwah? Beliau masih tersenyum hangat, wujud sabar yang tak mungkin dimiliki oleh manusia biasa seperti kita.
“Meski tak punya kesabaran seluas kesabaran nabi. Kita tetap harus berlatih sabar untuk mendapat keridaan Allah semata,” tegasnya.
Menurut Mahasri, meneladani sifat-sifat mulia rasul semakin berat, terutama bagi generasi muda yang acapkali dicap sebagai generasi stroberi. Julukan tersebut melekat pada diri seseorang yang terlihat kuat, namun aslinya rapuh.
“Kalau yang saya amati di media-media itu, generasi jaman sekarang dilabeli sebagai generasi yang cenderung cepat mengeluh saat menghadapi kesulitan ya. Seakan-akan tidak kuat menahan beban hidup atau menyelesaikan masalah. Padahal rasul mengajarkan kita untuk bersikap sabar dan tidak mudah menyerah,” jelasnya dengan nada prihatin.
Ia menyoroti betapa pentingnya melatih mental dan spiritual agar generasi muda tidak mudah rapuh ketika dihadapkan dengan tantangan. Dosen FAI UMS itu juga berharap Maulid Nabi bisa menjadi titik balik bagi generasi muda untuk memperkuat karakter agar siap menghadapi berbagai ujian hidup.
“Semoga mahasiswa UMS mampu menerapkan sifat-sifat terpuji rasul sebagaimana yang beliau contohkan. Mungkin tidak hanya mahasiswa, namun juga seluruh masyarakat muslim. Mari saling berlomba menjadi pribadi yang lebih baik, demi meraih rida Allah sekaligus kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Jangan hanya saat maulid, tapi setiap saat selama kita masih menghembuskan nafas,” tandasnya tegas.
Penulis: Genis Dwi Gustati
Editor: Al Habiib Josy Asheva

Puasa menjadi medium ibadah pribadi maupun sosial. Momentum penuh berkah ini menjadi bukti bahwa puasa mempererat kebersamaan menuju kebaikan.
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.