Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi organisasi mahasiswa pertama yang ikut dalam program Mahasiswa Berdampak tahun ini. Program yang kemudian dikenal dengan nama BEM Berdampak ini diluncurkan perdana di Kelurahan Sewu, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah.
Perwakilan BEM UMS, Linggar Ardi Prakoso, mengungkapkan program itu diberi nama “Transformasi Komunitas Tangguh melalui Edukasi Bencana dan Warisan Kuliner”. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) yang mendapat sokongan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Linggar menjelaskan program Mahasiswa Berdampak dirancang untuk menjembatani dosen dan mahasiswa dalam pengembangan teknologi dan inovasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kehadiran program ini juga menjadi langkah konsolidasi gerakan pengabdian dalam skala nasional, sekaligus mengasah kepekaan sosial mahasiswa sebagai bagian dari pembangunan bangsa,” ungkap Linggar, Minggu (5/10/2025).

Adapun program tersebut diketuai oleh Siti Azizah Susilawati, S.Si., Ph.D. didampingi oleh Ir. Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T. dan Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd. Sementara fungsionaris BEM se-UMS berperan langsung sebagai inisiator di lapangan.
Program ini, kata Linggar, mengintegrasikan dua fokus utama: edukasi mitigasi bencana dan pencegahan stunting. Kedua fokus itu kemudian disosialisasikan kepada warga Kampung Sewu.
“Warga diberikan pemahaman tentang tanda-tanda banjir, strategi pencegahan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selain itu, warga juga mendapatkan sosialisasi gizi seimbang untuk mencegah stunting, termasuk praktik pembuatan makanan bergizi yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Linggar.
Peluncuran program BEM Berdampak berlangsung interaktif dengan diskusi, praktik, dan simulasi sederhana yang memudahkan warga memahami materi yang disampaikan. Program tersebut juga melibatkan karang taruna dan masyarakat setempat. Tujuannya agar terjadi lintas elemen dalam mewujudkan pengabdian yang berkelanjutan.
“Dengan adanya program BEM Berdampak UMS ini, Kelurahan Sewu diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi risiko bencana, sehat dalam mencegah stunting, serta berdaya dalam mengembangkan potensi kuliner lokal,” tegas mahasiswa UMS itu.
Program BEM Berdampak juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Ketua Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kelurahan Sewu Sri Sulistyarini mengapresiasi program tersebut.
“Kami sangat senang mahasiswa hadir langsung mendampingi warga. Melalui program ini, kami tidak hanya mendapat ilmu kebencanaan, tapi juga edukasi gizi dan inovasi kuliner. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Penulis: Fika Annisa Sholihah
Editor: Maysali Sudarwati
Karya Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







