Basmi Bakteri dan Jamur
Sediaan Pasta Gigi
Tips Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi

Bunga telang adalah bunga yang mudah ditemukan di Indonesia. Bunga ini mempunyai nama ilmiah Clitoria ternatea. Warna ungu menyelimuti kelopak bunga telang. Bentuknya yang cantik menyerupai kupu-kupu membuat bunga ini dijuluki sebagai “butterfly pea”.

Lazimnya bunga ini dikonsumsi dengan cara diseduh menggunakan air panas. Air seduhan bunga telang akan berwarna kebiruan. Minuman bunga telang kemudian ditambahkan gula, es batu, dan perasan jeruk nipis atau lemon yang memberikan sensasi menyegarkan. 

Si cantik berwarna ungu itu mempunyai banyak manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Dikutip dari Detik.com, bunga telang memiliki banyak kandungan zat seperti: Flavonoid glikosida dan fenolik untuk penyembuhan luka; antosianin yang baik untuk antioksidan; hingga b-phytosterol yang berfungsi menghambat pertumbuhan sel kanker.

Segudang manfaat itu menarik minat peneliti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), drg. Dendy Murdiyanto, M.DSc., untuk menguji lebih lanjut kandungan zat bunga telang yang cocok untuk dijadikan campuran pasta gigi dan berfungsi untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi.

“Dari serangkaian uji yang dilakukan, bunga telang mempunyai kandungan yang memungkinkan untuk dijadikan bahan aktif untuk membunuh bakteri dan jamur di dalam mulut. Kemudian kami kembangkan menjadi pasta gigi dengan ekstrak bunga telang,” ujar pria yang akrab disapa Dendy itu kepada kami, Rabu (20/3/2024).


Hasil penelitian ini telah dipublikasikan ke dalam Journal of International Dental and Medical Research dengan judul “Toothpaste Formulation of Telang Flower (Clitoria Ternatea L.) Ethanol Extract as an Antibacterial for Streptococcus Mutans and Antifungal for Candida Albicans in the Oral Cavity”, terindeks Scopus Q3.

Basmi Bakteri dan Jamur

Dihubungi melalui Zoom Meeting, Dendy menjelaskan bunga telang dipilih karena mudah didapat dan tersedia dalam jumlah besar. Selain karena bahannya yang alami, Dendy menyebut bunga telang lebih aman untuk digunakan pada tubuh manusia. 

Ada beberapa kandungan zat kimia dalam bunga telang yang mujarab bagi kesehatan mulut dan gigi. Bunga telang mengandung fitokimia (sejenis nutrien dari tanaman). Kandungan fitokimia bunga telang antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.

Alkaloid dalam bunga telang mampu merusak dinding jamur dan bakteri di dalam mulut sehingga menghilangkan perlindungan pada inti sel mikroba tersebut. Kerusakan ini akan menghambat metabolisme jamur dan bakteri di dalam mulut sehingga pertumbuhannya terhambat. 

“Alkaloid itu merusak ribosom dan menghambat pembentukan peptida, sehingga bakteri tidak dapat berfungsi normal dan akhirnya mati,” kata drg. Dendy.

Uji coba kandungan bunga telang dilakukan pada bakteri Streptococcus mutans penyebab gigi berlubang dan jamur Candida albicans penyebab lapisan putih dalam mulut yang memicu sariawan.

“Kami menggunakan konsentrasi bunga telang mulai dari 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%, 70%,” imbuhnya. Dia menyebut konsentrasi 50% bunga telang efektif membunuh jamur dan bakteri dalam rongga mulut.


Sediaan Pasta Gigi

Serangkaian proses dilakukan Dendy untuk menguji manfaat bunga telang untuk kesehatan mulut dan gigi. Bunga telang harus melalui proses ekstraksi sebelum dikombinasikan dengan pasta gigi. 

Pasta gigi yang digunakan berbeda dari pasta gigi di pasaran. Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) itu mengaku menggunakan bahan dasar pasta gigi seperti kalsium karbonat, gliserin, sodium, sodium laurinsulfat, sodium benzoat, sakarin, mentol, dan aquades. 

“Semua pasta gigi yang ada di pasaran rata-rata bahan dasarnya itu. Tapi di pasaran kan ada macam-macam, ya. Ada pasta gigi yang diberi aroma, rasa, atau warna, namun saya menggunakan bahan aktif sebagai bahan tambahannya. Tujuan pemberian bahan tambahan itu untuk menghambat mikroorganisme, yaitu menggunakan bunga telang,” terangnya. 

Meskipun hasil uji yang dilakukan Dendy terbilang ampuh membasmi jamur dan bakteri dalam rongga mulut, sediaan pasta gigi bunga telang belum dapat diedarkan secara luas. Dendy menerangkan perlu ada pengujian lanjutan pada sel, hewan, hingga siap diuji pada manusia.

“Masih ada pengujian lebih lanjut sampai benar-benar siap digunakan di masyarakat (pasta gigi bunga telang). Jadi harus diuji bertahap dari organisme kecil dulu seperti sel, makhluk hidup kecil, in vitro dan in vivo, hingga terakhir diuji pada manusia,” ujar anggota Ikatan Peminat Material Kedokteran Gigi itu.

Disinggung soal langkah lanjutan, Dendy menyebut dirinya akan meningkatkan keamanan produknya. Penelitian dilanjutkan dengan uji toksisitas dan sitotoksisitas. Lebih lanjut, pihaknya juga telah mengurus hak cipta dan paten. 

“Kalau dari hak cipta kami sudah terbit namun hak paten sedang dalam proses. Lalu kalau produknya sudah teruji aman, berkhasiat, dan lolos BPOM, maka insyaallah tahun depan sudah siap produksi,” lanjut dia.

Penelitian yang dilakukan Dendy membawa angin segar bagi upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Bunga telang menjadi alternatif alami yang mudah dijangkau. Inovasi yang dilakukan Dendy diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat gangguan kesehatan mulut dan gigi pada masyarakat.

Tips Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi

Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada tahun 2018 menunjukkan 57,6% penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut. Hanya 10,2% di antaranya yang mendapatkan pertolongan medis. 

Data tersebut sangat disayangkan mengingat mulut merupakan organ tubuh yang mempunyai peranan penting. Dendy melihat mulut sebagai salah satu organ paling kotor karena merupakan jalan masuk makanan ke dalam tubuh. Di dalam makanan terdapat mikroorganisme yang lambat laun akan bersarang di dalam rongga mulut.

Lalu, bagaimana kiat yang tepat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut? Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut, yaitu:

  • Rajin berkumur sesudah makan. Berkumur dapat dilakukan dengan menggunakan air bersih atau obat kumur. Rajin berkumur akan membersihkan mulut dari bakteri yang tidak melekat kuat di rongga mulut.
  • Rutin menggosok gigi. Sebaiknya menggosok gigi dilakukan minimal dua kali sehari setelah makan pagi dan sebelum tidur. Bakteri akan aktif di malam hari saat kita tidur. 
  • Periksa gigi enam bulan sekali. Rutin melakukan pemeriksaan akan memastikan gigi tetap terjaga kesehatannya. Jika nantinya terdapat gangguan maka akan dapat ditangani dengan segera.

“Kalau rongga mulut tidak sering dibersihkan, bakteri yang menempel di situ akan berkembang menjadi karies gigi, bau mulut, dan penyakit mulut lainnya. Ini nanti kan mengganggu aktivitas padahal rongga mulut punya fungsi yang besar seperti makan, minum, hingga berbicara,” tutup Dendy.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Baca jurnal penelitian
Lebih dekat dengan peneliti

Berita Unggulan

image-featured
10 Juni 2026

Tim FEB UMS berdiskusi dengan perwakilan PPI Jepang. Bahas strategi branding destinasi wisata Indonesia agar semakin dikenal oleh masyarakat internasional, khususnya di Jepang.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
9 Juni 2026

Menyambut World No Tobacco Day 2026, BEM FKG UMS mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut di car free day Slamet Riyadi, Solo.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
8 Juni 2026

Keberadaan kaum homoseksual di ruang publik menimbulkan keresahan masyarakat. Menambah risiko penyakit menular, termasuk HIV dan berbagai infeksi menular seksual lainnya.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.